UNTUK INDONESIA
Profil Anthony, Pebulutangkis Berdarah Karo
Anthony Sinisuka Ginting sukses meraih posisi kedua di puncak Turnamen Australia Open 2019.
Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting memperoleh medali emas (Foto: bwfbadminton)

Jakarta - Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting sukses meraih posisi ke dua di puncak Turnamen Australia Open 2019 World Tour Super 300 setelah berhasil menyingkirkan pemain asal Taiwan Wang Tzu Wei. 

Meski di awal laga kurang menyakinkan, karena skornya sempat tertinggal 0-3 dari Wang. Namun, ia mampu merespons dengan baik, mampu mengambil alih kendali permainan untuk berbalik unggul 6-5 dan skornya terus melaju hingga tak mampu dikejar oleh Wang untuk menutup game pertama.

Bahkan, di sesi ke dua Anthony tidak membiarkan Wang untuk bangkit, sementara skornya semakin terus melaju hingga menutup interval dengan 11-8. Dengan hasil itu, Anthony sukses memperpanjang rekor pertemuannya menghadapi Wang menjadi 4-2 dalam enam pertemuan ke dua pemain. Ia berhasil mendapat hadiah sebesar USD 150.000 atau berkisar Rp 2,1 miliar.

Pria yang kini menyandang gelar pebulutangkis tunggal putra nomor satu Indonesia itu lahir di Cimahi, Jawa Barat pada 20 Oktober 1996. Meski lahir di Cimahi, tapi ia memiliki garis keturunan Karo dari sang ayahnya.

Sejak kecil ia sangat menyukai olahraga bulutangkis. Hal itu terbukti, saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ia berhasil menjuarai kompetisi bulutangkis MILO School Competition nomor tunggal putera tahun 2008. Sedangkan, saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2012, ia kembali menjadi juara pada ajang yang sama.

Namanya mulai terhitung menjadi pebulutangkis profesional sejak 2013 di bawah naungan klub SGS PLN Bandung. Saat bergabung dalam klub tersebut, Anthony berhasil menyumbangkan medali perunggu ketika ia ikut dalam kompetisi BWF World Junior Championship 2014.

Selain itu, ia juga pernah menjadi salah satu punggawa merah putih pada ajang Piala Thomas 2016. Sejak saat itu, Anthony menjadi salah satu atlet bulutangkis yang diandalkan untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia pada nomor tunggal putra. Untuk mendukung prestasinya itu, ia berlatih keras baik mental maupun fisik di Pelatnas Cipayung.

Pengalamannya terus bertambah dengan mengikuti banyak kejuaraan bergengsi, mulai dari Indonesia Open, Korea Open, Japan Open, Australia Open, All England hingga Thomas Cup.

Anthony menjadi salah satu dari tiga pemain Indonesia yang dikirimkan pada ajang Kejuaran Dunia Bulutangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia. Ini adalah ajang perdana yang ia ikuti pada kejuaraan dunia. Sayangnya langkah Anthony Ginting terhenti pada babak ke tiga.

Ginting menebus prestasi kelamnya pada ajang Korea Terbuka 2017. Ia menjuarai setelah mengalahkan Jonatan Christie dalam pertarungan rubber game, 13-21, 21-19 dan 20-22 di babak final. Ia pun mempersiapkan kembali untuk kejuaraan internasional lainnya.

Nama Anthony juga tercatat dalam ajang bergengsi bulutangkis yakni Asian Games yang berlangsung pada Agustus 2018 di Istora Senayan, Jakarta. Ia berhasil meraih medali perunggu.

Salah satu kelebihan yang dimiliki Anthony Ginting adalah kecepatannya. Hal itu pernah menjadi perhatian pebulutangkis andalan China sekaligus juara dunia 2015, Chen Long. Chen Long pernah dikalahkan Anthony pada kejuaraan Australian Open Superseries pada babak perempatfinal. Menurutnya, Anthony memiliki pergerakan yang cepat.

Menghitung torehan prestasinya di dunia olahraga bulutangkis membuat namanya tercatat sebagai pemain nomor tunggal putra yang berada pada peringkat 7 di dunia.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
Polisi Usut Aksi Penyerangan Wanita di Deli Serdang
Lamria boru Manullang, warga Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, resmi membuat pengaduan ke kepolisian.