UNTUK INDONESIA
Populasi Sri Lanka Berdasarkan Agama
Populasi Sri Lanka berdasarkan agama dimulai dari sejarah berdirinya negara itu.
Bendera Sri Lanka. (Foto: Pixabay)

Jakarta - Sri Lanka merupakan salah satu negara tertua di dunia. Jejak kolonisasi manusia di Sri Lanka terdapat di situs Balangoda. Manusia Balangoda (manusia gua) masuk di pulau yang terletak di selatan India itu, sekitar 34.000 tahun silam dan telah diidentifikasi sebagai pemburu Mesolitikum yang membuat peradaban di dalam gua.

Sisa-sisa kerangka yang ditemukan di situs arkeologi dekat Balangoda, menjadi rujukan terhadap perkembangan kebudayaan Balangoda pada zaman Mesolithikum di Sri Lanka, sekaligus menjadi penanda paling awal dari sejarah anatomi manusia modern di Asia Selatan.

Manusia Balangoda pun dikenal memiliki sistem barter dengan penduduk asli Sri Lanka -masyarakat Vedda- yang memperdagangkan hasil buruan dan madu yang mereka miliki dengan desa lainnya untuk mendapatkan anak panah dan ujung tombak dari logam.

Istilah Vedda juga telah diberikan kepada beberapa populasi petani di Sri Lanka, dan masih belum jelas apakah mereka memiliki kaitan dengan masyarakat Vedda asli yang memiliki kegiatan khas berupa berburu dan meramu.

Negara yang terkenal sebagai pengekspor teh terbesar kedua di dunia ini sekitar abad kelima mulai didatangi oleh kelompok etnis yang berasal dari daratan India bagian selatan. Kelompok ini pun kemudian menetap di sana membangun saluran irigasi untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Dengan ketersediaan saluran irigasi yang memadai, perlahan tapi pasti, masyarakat pendatang dapat menemukan teknik pertanian dan cara bercocok tanam yang lebih maju. Bahkan hasil pertanian di sana bisa sampai dijual ke daerah Tiongkok.

Secara geografis letak negara Sri Lanka amat lah strategis untuk menunjang aktivitas perdagangan, utamanya karena wilayah tersebut berada dalam jalur sutra, tercatat hingga Perang Dunia II.

Dengan alasan wilayah ini dilalui jalur perdagangan dari barat hingga timur, maka banyak pula pendatang yang berdatangan dan memutuskan untuk menetap di wilayah ini. Oleh sebab itu, maka terdoronglah niatan para kelompok etnis pendatang untuk menguasai wilayah tersebut.

Hingga abad ke-15 di pulau tersebut banyak mengalami pertentangan mengenai perebutan wilayah. Selama bertahun-tahun, di saat beberapa populasi masyarakat Vedda masih menetap di gua-gua, terdapat populasi lainnya yang dapat berasimilasi dengan desa tetangga, atau bahkan bergabung dengan pasukan militer yang dipimpin oleh raja-raja pada masa Kerajaan Kandy, di akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-19.

Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke pulau ini adalah bangsa Portugis, yang datang pada tahun 1505. Portugis berhasil menancapkan pengaruhnya di wilayah ini, sekalipun mereka tidak pernah menaklukkan seluruh kawasan. Kekuasannya berlangsung sampai tahun 1658, setelah Belanda berhasil menaklukkannya dalam berbagai pertempuran di wilayah tersebut.

Kekuasaan Belanda atas wilayah ini berlangsung dari tahun 1658, sampai tahun 1796, ketika Inggris mulai berkuasa dan mengambil alih kekuasaan dari Belanda.

Pada tahun 1900, penduduk asli wilayah tersebut mulai tumbuh rasa nasionalismenya. Mereka pun mengajukan rancangan konstitusi yang pada tahun 1931 konstitusi tersebut terbentuk secara resmi dan dimungkinkan dapat menjalankan pemerintahan yang baru. Pada tahun 1947, Inggris menetapkan bahwa wilayah Ceylon-sebelum Sri Lanka-berhak memperoleh kedaulatan, dan Inggris lah yang menetapkan Ceylon sebagai negara persemakmuran.

Dengan kedaulatan yang didapat, maka masyarakat Ceylon mengadakan pemilihan umum (Ceylon National Congress) untuk memilih siapa yang berhak menjalankan pemerintahan di Ceylon. Pemilu tersebut dimenangkan oleh Partai Persatuan Nasional (United National Party). Hingga pada akhirnya, tanggal 2 Mei 1972, Ceylon resmi mengubah nama menjadi Republik Sri Lanka.

Sri Lanka merupakan negara yang beragam, karena dihuni oleh masyarakat yang berbeda agama, suku, dan bahasa. Negara tersebut memiliki salah satu warisan Buddha tertua di dunia.

Sekitar 69% populasi berasal dari Suku Sinhala, yang mayoritas beragama Buddha mazhab Theravada, tertua di dunia. Etnis lainnya adalah Suku Tamil 18% yang mayoritas memeluk keyakinan Hindu 15%, memadati pemukiman di sebelah utara dan timur. Suku Tamil kemudian dibagi lagi kepada dua kelompok yakni Tamil Asli dan suku Tamil pendatang baru dari India.

Minoritas yang lebih kecil adalah Muslim sebesar 8%, yang kebanyakan adalah keturunan Arab dan Melayu, suku Burgher (keturunan campuran Eropa; 1%) serta Suku Vedda.

Agama mayoritas penduduk Sri Lanka adalah Buddha (70%), Hindu (15%), Kristen (6% Katolik dan 1% Protestan).

Baca juga:

Berita terkait
0
Kebahagiaan Angkie Yudistia, Blusukan Bersama Jokowi
Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Angkie Yudistia sangat bahagia debut blusukan ke Karawang, Jawa Barat.
Festival Danau Toba Sepi