Untuk Indonesia
Ledakan Sri Lanka, Seorang WNI Selamat, 194 Tewas
Ledakan Sri Lanka, seorang WNI selamat, 194 tewas. Terjadi delapan ledakan ditujukan ke gereja dan hotel.
Petugas militer Sri Lanka berjaga di depan St. Anthony's Shrine, gereja Kochchikade setelah sebuah ledakan di Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). (Foto: Antara/Reuters/Dinuka Liyanawatte)

Jakarta - Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial KW sedang berada di Hotel Shangri La Kolombo Sri Lanka saat terjadi ledakan, dan sudah dipastikan selamat.

Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kolombo telah memastikan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan selamat dan sudah dievakuasi oleh aparat keamanan Sri Lanka, berdasarkan keterangan pers dari Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Minggu 21 April 2019.

Pada 21 April 2019 sekitar pukul 09.00 waktu setempat, bertepatan dengan peringatan Paskah, telah terjadi sejumlah ledakan di beberapa gereja dan hotel bintang lima di Kolombo, termasuk Hotel Shangri La.

Selain KW, beberapa WNI lainnya yang menginap di Hotel Shangri La tidak berada di hotel saat kejadian.

Larangan keluar rumah akan diberlakukan sampai segalanya teratasi.

KBRI Kolombo terus memantau perkembangan situasi, termasuk kondisi WNI di sekitar lokasi kejadian, berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan konsuler, dapat menghubungi hotline KBRI Kolombo di nomor +94772773127.

194 Orang Tewas

Sementara itu, dua insinyur Turki termasuk di antara orang yang kehilangan nyawa dalam serangan bom di Sri Lanka, kata beberapa sumber diplomatik Turki.

Sebanyak 194 orang tewas dalam beberapa ledakan, yang ditujukan ke gereja dan hotel di Sri Lanka pada Minggu, kata lembaga penyiaran lokal Derana.

Beberapa ledakan yang ditujukan ke tiga gereja dan tiga hotel di tengah perayaan Paskah pada Ahad juga melukai 402 orang lagi, kata Direktur Rumah Sakit Nasional Kolombo Anil Jasinghe kepada Kantor Berita Turki, Anadolu.

Ia mengatakan kebanyakan orang yang cedera saat ini dirawat di Rumah Sakit Nasional Kolombo, dan yang lain dipindahkan ke Rumah Sakit South Colombo.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan teror itu.

Satu sumber dari Departemen Polisi Sri Lanka, yang berbicara kepada Kantor Berita Anadolu tapi tak mau disebutkan jatidirinya, mengkonfirmasi ledakan tersebut dan korban jiwa.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional dan membahas tindakan untuk meningkatkan keamanan.

Harian yang dikelola negara, Daily News, melaporkan gereja di Kota Kochchikade, Negombo dan Batticaloa serta Hotel Kingsbury, Cinnamon Grand dan Shangri La di Ibu Kota Komersial Sri Lanka, Kolombo juga menjadi sasaran serangan bom.

Personel pasukan polisi khusus telah dikerahkan di Bandar Udara Internasional Bandaranaike di Kolombo, setelah ledakan tersebut.

Menteri Keuangan Mangala Samawaweera mengatakan dalam satu cuitan bahwa serangan tersebut adalah "upaya yang terkoordinasi dengan baik untuk menciptakan pembunuhan, penganiayaan dan kekacauan"

Menteri Pariwisata Sri lanka mengatakan, menurut keterangan yang ia terima, sembilan wisawatan tewas setelah ledakan di beberapa hotel.

Belakangan, dua ledakan lagi dilaporkan di negeri itu; satu di satu hotel bintang tiga di dekat Taman Margasatwa di Dehiwala.

Pemerintah belum menyiarkan keterangan mengenai tempat ledakan kedelapan.

Stasiun televisi lokal Derana, dengan mengutip keterangan sumber polisi, melaporkan dua tersangka dibekuk setelah serangkaian serangan.

Larangan orang keluar rumah telah diberlakukan di seluruh negeri tersebut, kata laporan media.

Dinendra Ruwa Wijeawardene, Menteri Negara Urusan Pertahanan Sri Lanka, mengatakan pemerintah akan "melakukan semua tindakan yang perlu guna menghadapi kelompok ekstrem yang beroperasi di negara kita".

Ia mengatakan penyelidikan sudah dilakukan dan mereka "yang terlibat dalam aksi teror ini akan dijebloskan ke dalam penjara sesegera mungkin". Ia menambahkan mereka yang terlibat dalam serangan bom tersebut "sudah diidentifikasi".

Pemerintah Sri Lanka akan segera memberlakukan larangan keluar rumah, kata Menteri Muda Pertahanan Ruwan Wijewardene, setelah delapan ledakan yang menewaskan hampir 140 orang terjadi, dan sebagian besar sasaran merupakan gereja dan hotel bintang lima.

"Larangan keluar rumah akan diberlakukan sampai segalanya teratasi," kata dia kepada wartawan di Kolombo dilansir Reuters.

Para pejabat pemerintah juga mengatakan jejaring media sosial utama dan aplikasi pesan, temasuk Facebook dan WhatsApp, telah diblokir di dalam negeri guna mencegah penyiaran informasi yang tak dapat dipertanggungjawabkan dan desas-desus. []

Berita terkait
0
Menteri Basuki Sambut Kolaborasi Insinyur Muda ASEAN
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan acara Meet and Greet Young Fellow Engineers.