UNTUK INDONESIA
Polres Bantul Tangkap Pelaku Penculikan Anak
Polres Bantul Yogyakarta menangkap pelaku dugaan penculikan anak.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya (kiri) dan Deni menunjukkan foto RY saat jumpa pers di Mapolres Bantul pada Jumat 6 Maret 2020. []

Bantul - Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul menangkap Deni Hasan Safari, 46 tahun, warga Bekasi, Jawa Barat, dengan dugaan penculikan anak. Tersangka membawa kabur anak angkatnya yang berusia lima bulan ke Tasikmalaya, Jawa Barat pada 3 Maret lalu.

Anak berinisial yang RY dibawa Deni dengan naik bus menuju Tasikmalaya. RY sendiri merupakan anak angkat Deni dan Siti Juheti, 46 tahun, warga Bekasi. Kasus dugaan penculikan anak ini sebelumnya sempat ramai di media sosial.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban yang anaknya hilang diculik terlapor," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, Ajun Komisaris Polisi Riko Sanjaya saat jumpa pers di Mapolres Bantul pada Jumat, 6 Maret 2020.

Riko mengatakan, Deni dan Juheti merupakan pasangan suami istri yang belum memiliki anak, kemudian mengadopsi anak. Namun rumah tangganya bermasalah.

Pada 29 Februari lalu, Deni mengambil RY di rumah tetangga di Dusun Rendeng, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul yang dititipkan oleh Juheti.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban yang anaknya hilang diculik terlapor.

Alasannya RY akan dimandikan namun hingga keesokan harinya tidak dikembalikan. Sampai 2 Maret RY masih bersama ayah angkatnya tersebut sehingga korban memutuskan melapor polisi karena kasus penculikan anak.

Menurut Riko, Deni juga sempat berpamitan membawa RY ke rumah orang tuanya di Tasikmalaya. Namun istrinya tetap tidak mengizinkan. "Deni dan Juheti ini masih saling komunikasi, tidak menghilang begitu saja. Tapi tersangka (Deni) tetap terjerat undang-undang perlindungan anak," kata Riko.

Sementara itu, Deni membantah telah menculik RY ke Tasikmalaya. Menurutnya kepergiannya dengan RY ke Tasikmalaya untuk memperkenalkan RY kepada Keluarganya. "Selama ini anaknya juga saya jaga setiap hari, masak saya maling anak yang saya jaga, 24 jam saya jaga anak itu," katanya.

Deni mengakui dengan istrinya sedang ada masalah keluarga yang tidak bisa dijelaskan. Sang istri berniat menitipkan RY kepada orang lain, tapi Deni tidak setuju. "Saya masih kuat jaga dan saya juga siap menjaga anaknya, kok malah dititipkan ke orang lain," ungkap Deni. []

Baca Juga:

Berita terkait
Penculikan Palsu dan Bayi Palsu di Pamulang Tangsel
Setelah viral penculikan bayi di media sosial, polisi menelusuri kasus dan didapat bahwa pelapor tidak memiliki bayi dan membuat laporan palsu
Waspada Info Hoaks Penculikan Anak di Surabaya
Polrestabes Surabaya mengonfirmasi jika sampai saat ini belum ada kasus penculikan anak di Surabaya dan meminta warga untuk menyaring informasi.
Isu Penculikan Anak, Polres Siantar: Tidak Benar
Merebaknya kabar atau isu penculikan anak di salah satu SD di Kota Pematangsiantar, memunculkan kekhawatiran banyak orang tua.
0
Niat Beli Makanan, Kapal Nelayan Mentawai Terbalik
Kapal terbalik, tiga nelayan yang terapung-apung di perairan Pulau Simakakang, Pulau Sipora, Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.