UNTUK INDONESIA
Polisi Selidiki Kasus Penyerahan Fee Proyek di Humbahas
Polres Humbahas tengah menyelidiki beredarnya video seorang pejabat Humbahas diduga menerima fee proyek Rp 50 juta dari rekanan.
Kapolres Humbang Hasundutan Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Hartono. (Foto: Tagar/Jumpa P Manullang)

Dolok Sanggul - Kepala Kepolisian Resor Humbahas, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Hartono menyebut pihaknya tengah melakukan penyelidikan beredarnya video seorang pejabat Humbahas diduga menerima fee proyek Rp 50 juta dari rekanan.

Hanya saja saat dihubungi, Rudi belum merinci secara terbuka pihak-pihak mana saja yang akan dimintai keterangan dalam kasus itu.

"Masih dalam proses penyelidikan Satuan Reskrim. Baru hari ini diundang untuk klarifikasi," tulis Rudi pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Sementara itu, Siska Baringbing selaku Koordinator Advokasi dan Kajian Hukum Fitra Sumatera Utara, secara terpisah mengatakan, kejadian itu sepatutnya menjadi atensi khusus aparat hukum.

Siska mengatakan, dengan sudah viralnya video dugaan setoran fee proyek itu kepada pejabat di Humbahas, penyidik dari kepolisian atau kejaksaan sebetulnya sudah dapat melakukan penyelidikan tanpa adanya laporan pengaduan secara resmi.

"Sebenarnya tanpa ada laporan model A atau model B, aparat hukum sudah harus masuk melakukan tindak lanjut berita yang sudah dikonsumsi publik," katanya.

Siska menyebut saat ini praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme sangat rentan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dia berharap peran masyarakat memberikan perhatian agar negara ini tidak salah urus, melihat maraknya praktik korupsi uang negara.

Siska BaringbingKoordinator Advokasi dan Kajian Hukum Fitra Sumatera Utara, Siska Baringbing. (Foto: Tagar/Ist)

"Sampai saat ini kasus tipikor dalam pengadaan barang dan jasa menjadi momok dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Masyarakat harus berpartisipasi dengan aktif mengawasi proses pengadaan barang dan jasa. Jika ada dugaan tindak pidana korupsi segeralah melaporkan kepada penyidik tipikor agar segera diproses secara hukum," katanya.

Dosmar Akui Kadis Pertanian

Sebelumnya Bupati Humbahas yang tengah cuti kampanye Pilkada 2020, Dosmar Banjarnahor sudah membenarkan bahwa orang yang bertransaksi dalam video yang beredar di WhatsApp adalah Kepala Dinas Pertanian Humbang Hasundutan berinisial JM.

"Iya, dia kadis pertanian," tulis Dosmar saat ditanya kebenaran tayangan video yang beredar di grup WhatsApp pada Kamis, 29 Oktober 2020.

Saat ditanya apakah ada restu dia terkait pungutan liar fee proyek seperti terungkap dalam video pembicaraan Kadis Pertanian dengan rekanan penyedia jasa, Dosmar dengan tegas menepisnya.

"Sebaiknya itu dilaporkan kepada aparat hukum. Itu tidak ada keterkaitan dengan saya. Karena tidak pernah saya meminta uang dari kadis tersebut dan tidak pernah menyuruh meminta uang kepada siapapun," tulisnya menjawab Tagar melalui WhatsApp.

Dosmar juga menyangkal dirinya pernah berbicara dengan rekanan penyedia barang dan jasa.

"Tidak pernah saya bicara dengan penyedia tersebut. Terkait proyek," kata dia singkat.

Sebelumnya diberikan, beredar sebuah video berisi tayangan penyerahan sejumlah uang diduga untuk mengatur proyek di Pemkab Humbahas.

Dalam video itu juga disebut-sebut nama bupati yang katanya merestui pemberian fee proyek kepada pejabat yang berada di dalam rekaman video berdurasi sembilan menit tersebut.

Dosmar BanjarnahorBupati Humbahas yang sedang cuti kampanye Pilkada 2020, Dosmar Banjarnahor. (Foto: Tagar/Jumpa P Manullang)

Video itu sendiri beredar dan diperoleh Tagar dari salah satu grup WhatsApp pada Kamis, 29 Oktober 2020.

Tampak dalam video penyerahan segepok uang kertas nominal seratus ribu rupiah oleh seorang pria diduga penyedia barang dan jasa kepada pria yang diduga pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Humbahas di ruang kerjanya.

Dalam pembicaraan di video terdengar tawar-menawar besaran fee proyek paket pekerjaan yang ditenderkan. Tawaran pertama dari angka 10 persen hingga putusnya menjadi 14 persen.

Pria diduga pejabat Dinas Pertanian dalam pembicaraan terlihat memakai kacamata sambil duduk di belakang meja.

Dia dan diperkirakan dua pria lain di depannya berdialog dengan serius soal tawar-menawar paket berikut lokasi pekerjaan proyek.

Percakapan itu diduga di ruang kerja gedung perkantoran pemerintah dengan pintu terbuka. Belum diperoleh informasi detail hari dan tanggal kejadian, namun diperkirakan pada 2020. Mereka berdialog dengan bahasa Batak.

Di ruang kamar kerja terlihat dua pajangan foto dengan bingkai ukuran sedang. Foto itu mirip kepala daerah wilayah itu.

Awalnya salah seorang pria menyuruh rekannya mengeluarkan dan memberikan uang kepada pria yang duduk di belakang meja.

"Lean, leanton hepengi, pasahat ma (Beri, berikan saja uangnya," kata pria tersebut.

Pejabat Humbahas Terima DuitPemberian uang kepada salah seorang pejabat di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/tangkapan layar video WA)

Lantas terdengar suara penolakan dari pria berkacamata yang duduk di belakang meja. Dia meminta agar uang disimpan sementara.

"Nasongon dia do haroa, nahurang do (Bagaimana rupanya, apa uang ini kurang?)" kata pria tadi kemudian.

Desakan pun terucap kembali dari pria tersebut. Dia berharap setoran bisa diterima dengan 10 persen.

"Sadia ndang moru asa binoto. Mangelek hami 10. Hami nadua do mangkarejoi. Jadi artina diorui abang saotik nai ndang boi be? Biasa tender 10 persen do. Nunga godang disukkun hami. Sampe mangido tolong iba tu bupati. Jala dioloi do (Berapa tidak kurang biar kami tahu. Kami minta 10. Kami dua yang kerjakan. Berarti abang tidak bisa kurangi sedikit pun? Biasa dalam tender 10 persen saja. Sudah banyak kami tanya. Sampai minta bantu sama bupati. Dia juga mau)," kata pria itu kepada pria berkacama di depannya, diduga seorang kepala dinas.

Transaksi 50 Juta

Dalam video itu akhirnya penyerahan uang pun terlihat. Perbincangan mereka, pembayaran berikutnya akan dilakukan setelah pengumuman tender selesai.

"Na di Onan Ganjang i ma di hami. Maksud na buti. Kaluar pengumuman sisa na i. On hulean hami majo 50 juta (Paket yang di Onan Ganjang sama kami. Maksud kami begini, setelah keluar pengumuman saja sisanya. Ini kami kasih uang 50 juta)," kata pria berambut cepak itu kepada pria berkacamata.

Setelah uang diterima, pria berkacamata itu dengan lekas menyimpannya di laci samping kanan meja kerjanya.

Kepala Dinas Pertanian Bungkam

Dihubungi secara tertulis via WhatsApp, JM selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Humbahas belum berhasil dikonfirmasi.

Seorang sumber Tagar di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas, menyebut pria berkacamata itu mirip dengan Kepala Dinas Pertanian daerah itu.

"Ya dia ini, kepala dinas pertanian kami. Ruangan kerja juga ya," kata sumber Tagar yang meminta namanya tidak disebutkan.[]

PEN

Berita terkait
Dosmar Benarkan Kadistan Humbahas Penerima Uang di Video
Dosmar Banjarnahor membenarkan bahwa orang yang bertransaksi dalam video yang beredar di WA adalah Kadis Pertanian Humbahas.
Bupati Disebut dalam Video Pejabat Humbahas Terima Fee Proyek
Beredar sebuah video berisi tayangan penyerahan sejumlah uang diduga untuk mengatur proyek di Pemkab Humbahas, Sumatera Utara
Beredar Video Diduga Pejabat Humbahas Terima Fee Proyek 50 Juta
Beredar sebuah video berisi tayangan penyerahan sejumlah uang diduga untuk mengatur proyek di Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.
0
Polisi Selidiki Kasus Penyerahan Fee Proyek di Humbahas
Polres Humbahas tengah menyelidiki beredarnya video seorang pejabat Humbahas diduga menerima fee proyek Rp 50 juta dari rekanan.