UNTUK INDONESIA
Polisi Minta Bea Cukai Tekan Ekpor Masker
Polisi minta otoritas Bea Cukai untuk membatasi ekspor masker dan hand sanitizer.
Petugas apotek memasang tanda stok masker habis, di kawasan pusat penjualan obat-obatan dan alat kesehatan Tarandam, Padang, Sumatera Barat, Selasa, 3 Maret 2020. (Foto: Antara/Iggoy el Fitra)

Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Listyo Sigit meminta otoritas Bea Cukai untuk membatasi ekspor masker dan hand sanitizer.

Ada upaya kemudian menjual masker dan hand sanitizer ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Listyo dalam inspeksi mendadak bersama jajaran Polda Metro Jaya untuk memastikan ketersediaan masker dan hand sanitizer yang banyak dicari masyarakat di Pasar Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis, 5 Maret 2020.

"Ada upaya kemudian menjual masker dan hand sanitizer ke luar negeri. Saya minta rekan-rekan di Bea Cukai untuk membatasi dan menahan barang-barang yang akan diekspor, prioritas untuk di dalam negeri," kata Listyo, dikutip dari Antara.

Dalam sidak di Pasar Glodok tersebut, Listyo melakukan inspeksi ke salah satu distributor besar yang melayani distribusi berbagai alat kesehatan tidak hanya di Jakarta, namun juga ke luar Jakarta.

Gudang penimbunan maskerGudang penimbunan masker milik PT. Mitra Jayakarta Persada di Jalan Marsekal Suryadarma, Selapajang Jaya, Neglasari, Tangerang digerebek polisi. (Foto: Dok Polda Metro Jaya)

Hasil sidak tersebut mendapati bahwa masih tersedia cukup alat kesehatan, terutama masker dan hand sanitizer untuk memenuhi permintaan masyarakat.

"Kita mendatangi salah satu distributor di Pasar Glodok, jadi dari hasil pengecekan, ketersediaan stok yang ada kita lihat cukup," ujarnya.

Listyo juga meminta masyarakat untuk tidak panik dan khawatir kehabisan pasokan dan mengimbau masyarakat untuk menghindari aksi borong dan menimbun.

"Masyarakat tentunya tidak perlu khawatir karena ketersediaan stok untuk masker cukup, jadi tidak perlu membeli berlebihan sehingga nantinya justru akan menyulitkan diri kita sendiri," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iwan Kurniawan juga meminta masyarakat untuk tidak panik dalam membeli masker dalam jumlah banyak sebab ketersediaan masker masih mencukupi.

"Tadi kita melakukan inspeksi di salah satu distributor yang cukup besar dan dia mendistribusikan ke seluruh Jakarta bahkan ke seluruh Indonesia itu bisa dipastikan bahwa ketersediaan masker itu tidak perlu dikawatirkan," tutur Iwan. []

Berita terkait
Masker Sitaan Polisi Dijual Rp 4.400 per Bungkus
Polisi menjual masker hasil sitaan tersangka penimbun dengan harga Rp 4.400 per bungkus.
Mendag Menduga PD Pasar Jaya Menimbun Masker
Mendag Agus Suparmanto menduga ada upaya penimbunan masker seiring BUMD DKI PD Pasar Jaya menjualnya.
Jeruji Besi Ancam Penyebar Identitas Pasien Corona
Polri menegaskan hukuman kerangkeng jeruji besi akan selalu mengiringi penyebar identitas pribadi pasien terinfeksi virus corona.
0
Reemar Martin & Han So Hee Dihujat Netizen Indonesia
Sebelum Reemar Martin dihujat netizen Indonesia, aktris Han So Hee ternyata juga sempat jadi korban bully warganet Tanah Air.