UNTUK INDONESIA
Polisi Gadungan Ditembak di Makassar
Residivis kasus pencurian yang juga mengaku sebagai polisi ditembak jajaran Polrestabes Makassar.
Pelaku pencurian mengaku sebagai polisi diamankan jajaran Polrestabes Makassar. (Foto: Tagar/Muhammad Ilham)

Makassar - Residivis berbagai kasus pencurian dan penggelapan, Lutfi Tahjuddin, 31 tahun, ditembak petugas Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, karena melawan saat ditangkap, Minggu 19 Januari 2020.

Rata-rata pelaku beraksi di beberapa rumah sakit Kota Makassar. Dia juga residivis.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko. Menurutnya selain residivis, Lutfi juga mengaku sebagai salah satu personel tim penindak gangguan kamtibmas (Penikam) Polrestabes Makassar.

"Dilumpuhkan personel Tim Jatanras Polrestabes Makassar. Dia mencoba kabur saat petugas melakukan pengembangan kasusnya, makanya diberi tindakan tegas terukur yang mengenai kaki," katanya.

Menurut Indratmoko, penangkapan polisi gadungan ini berawal dari laporan masyarakat yang mengaku resah dengan aksi pelaku. "Ada warga melapor jadi korban penganiayaan pelaku. Dia juga mengaku sebagai anggota Tim Penikam," katanya.

Kepada penyidik, aksi kejahatan Lutfi sudah berlangsung di 31 tempat kejadian perkara (TKP). Ragam aksinya mulai dari pencurian, penipuan hingga penggelapan.

"Rata-rata pelaku beraksi di beberapa rumah sakit Kota Makassar. Dia juga residivis. Pelaku ini kerap memberhentikan pengendara motor lalu mengaku sebagai salah satu anggota tim Penikam lalu meminta uang korban secara paksa dan aksi itu sudah dilakukan di 7 lokasi," katanya.

Berdasarkan pengembangan, hasil curiannya dijual ke seorang pria yang berada di Jalan Tinumbu, Kota Makassar. Polisi pun membekuk penadah bernama Anas yang berprofesi sebagai penjual handphone bekas.

Dari situ, lanjut Indratmoko, pihaknya melakukan pencarian barang bukti hasil kejahatan Lutfi. Namun dalam perjalanan Lutfi mencoba kabur. Polisi sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, hingga akhirnya langkahnya terhenti setelah kaki kanannya ditembus timah panas.

"Sempat terjadi kejar-kejaran lalu diberikan tembakan peringatan tak mau berhenti, makanya diberikan tindakan pelumpuhan sebanyak dua kali," katanya.

Usai menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Makassar, Lutfi kemudian digelandang ke sel tahanan Polrestabes Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. []

Berita terkait
Mengintip Persiapan Perayaan Imlek di Makassar
Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan sejumlah persiapan perayaan Imlek dilakukan.
Pembunuh Pemilik Warung Coto di Makassar Masih Bebas
Keluarga korban pembunuhan di Gowa was-was. Sebab pembunuh Daeng Liwang, pemilik warung coto di Makassar, masih bebas berkeliaran.
Polisi Dalami Kematian Wanita Cantik di Makassar
Jajaran kepolisian dari Polsek Tamalanrea Makassar, kini terus mendalami kasus meninggalnya wanita berparas cantik di kompleks BTP Makassar.
0
Mobil Balap F1 Tes Pramusim di Barcelona
Mobil-mobil baru Formula 1 akan berbarengan membuat bising Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, untuk menjalani tes pramusim