PM Australia Tolak Cabut Larangan Penerbangan dari India

PMAustralia, Scott Morrison, menolak tekanan yang meningkat untuk mencabut larangan sementara penerbangan dari India
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, berbicara kepada media di Sydney, Australia, Senin, 19 April 2021. (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, 5 Mei 2021, menolak tekanan yang meningkat untuk mencabut larangan sementara penerbangan dari India. Morrison mengatakan tergesa-gesa membuka penerbangan masuk dari pusat pandemi, seperti India, akan membuat layanan karantina Australia kewalahan.

Morrison mengatakan jeda penerbangan yang dimulai minggu lalu akan berlanjut sampai 15 Mei 2021. Morrison mengatakan ia tidak khawatir bahwa gangguan perjalanan dapat merusak hubungan bilateral.

Menurut Morrison Australia telah mulai memberikan bantuan kemanusiaan yang dijanjikan minggu lalu yang mencakup alat pelindung diri, konsentrator oksigen, dan ventilator.

Korban meninggal yang banyak di IndiaKorban meninggal yang banyak di India akibat Covid-19 menyebabkan banyak krematorium harus melakukan pembakaran jenazah dalam waktu bersamaan (Foto: abc.net.au/indonesian – AP/Amit Sharma)

"Jeda ini memungkinkan kita untuk mengambil langkah yang benar untuk dapat memulihkan penerbangan repatriasi tersebut dan kita membuat kemajuan yang baik untuk melakukan itu," kata Morrison.

"Seandainya kita tidak melakukan jeda, kemampuan kita untuk menanggulanginya dalam jangka menengah hingga jangka panjang akan terkikis," tambahnya.

Sejumlah pengacara berencana mengajukan gugatan hukum terkait kewenangan pemerintah untuk mencegah sekitar 9.000 warga negara dan penduduk tetap Australia pulang dari India.

bandara sydney australiaBandara Internasional Kingsford Smith di Sydney, Autralia, adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia yang melarang warganya meninggalkan negara mereka sendiri dan membatasi jumlah mereka yang pulang kembali (Foto: nytimes.com - Loren Elliott/Reuters)

Mereka yang mengecam kebijakan jeda perjalanan itu termasuk mantan Perdana Menteri Malcolm Turnbull, pengacara HAM Geoffrey Robertson serta beberapa anggota parlemen Australia dan pemimpin komunitas India.

Sementara itu, sebuah penerbangan carteran Qantas meninggalkan Sydney dengan membawa pasokan medis ke India termasuk 1.056 ventilator dan 43 konsentrator oksigen, kata pemerintah Australia dalam sebuah pernyataan, Rabu, 5 Mei 2021.

Bantuan yang disumbangkan ini akan didistribusikan oleh Palang Merah India dan pihak berwenang setempat untuk memastikan dukungan menjangkau mereka yang paling membutuhkan, seperti dikatakan pejabat pemerintah (ab/uh)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Australia Evaluasi Penerbangan dari India Sampai 15 Mei 2021
PM Australia, Scott Morrison, katakan pemerintahnya akan terus mengevaluasi larangan sementara untuk penerbangan dari India
Hukuman Penjara dan Denda Bagi WN Australia Jika Pulang
Covid di India: Australia ancam penjara dan denda warganya yang kembali dari India, mengapa mereka dilarang pulang?
0
Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris Merauke Jaringan JAD
Densus 88 Kembali mengamankan 1 orang terduga teroris di Merauke, Papua sehingga total 11 Orang diamankan terkait Jaringan Ansharut Daulah (JAD).