UNTUK INDONESIA
PKS Sebut Anies Baswedan Lebih Baik Daripada Terawan
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai langkah Gubernur DKI Anies Baswedan lebih baik dibandingkan Menkes Terawan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyapa peserta saat membuka kegiatan olahraga sepeda santai Gowes Bareng Bang Anies dan Bang Anwa di Kanal Banjir Timur (KBT), Malaka Sari, Jakarta Timur, Minggu, 15 Desember 2019. (Foto: Antara/Suwandy)

Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyikapi pencegahan virus corona lebih baik dibandingkan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

Anies Baswedan justru proaktif dan bersikap profesional. Dibanding apa yang publik lihat dari Menkes.

Kendati demikian, Mardani enggan berburuk sangka meski pemerintah dinilainya terlambat memberikan kabar terkait masuknya virus corona ke Indonesia.

"Anies Baswedan justru proaktif dan bersikap profesional. Dibanding apa yang publik lihat dari Menkes. Saya tidak mau su’uzan (buruk sangka), tapi gugus tugas dan protokol penanganan belum tersosialisasi pada semua pihak, termasuk Pemda (Pemerintah Daerah)," kata Mardani kepada Tagar, Rabu, 4 Maret 2020.

Mardani kemudian menyorot tindakan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Singapura dalam mencegah virus corona di negaranya. Langkah-langkah taktis yang dilakukan Negeri Singa itu, kata dia, diapresiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sementara di Indonesia dipertanyakan.

"Kita beda dengan Singapura yang bisa ditangani Kemenkesnya. Kita perlu dan wajib melibatkan Pemda," ujarnya.

Cafe Amigos KemangPetugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta Selatan menyisir kemungkinan adanya virus corona di cafe Amigos Kemang, Selasa, 3 Maret 2020. (Foto: Tagar/ Eno Suratno Wongsodimedjo)

Anggota Komisi II DPR ini menuturkan, Menkes Terawan harusnya meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) guna memerintahkan seluruh stakeholder bersinergi mencegah corona berkembang. "Meminta presiden buat Inpres terkait gugus tugas yang melibatkan semua stakeholder penanganan virus ini. Sudah ada contoh saat penanganan virus sebelum ini," kata dia.

Mardani mengatakan penanganan virus corona harus ditangani dengan cara yang serius agar penyebarannya tidak semakin mengkhawatirkan masyarakat Indonesia. "Semua negara memberlakukan kasus ini sangat serius. Bahkan Australia menggunakan penahanan paksa. Bersikap tenang mesti diikuti kewaspadaan tinggi," kata Mardani.

Seperti diketahui, Indonesia sedang menyusun protokol penanganan virus corona. Protokol ini melalui beberapa langkah pembuatan. Nantinya setelah tersusun bakal dijalankan dengan tugas pokok dan fungsi kementrian masing-masing.

"Pertama, penyusunan protokol penanganan kasus Covid-19 dari orang dalam pemantauan (ODP) hingga sehat kembali. Kemudian langkah kedua membentuk protokol penanganan orang-orang yang masuk dari luar negeri di beberapa pintu perbatasan," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

Sementara protokol ketiga berisi pola komunikasi yang akan dihadirkan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo). Selain itu, kata Moeldoko, Kementerian Agama (Kemenag) atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) akan menghadirkan protokol bagi pendidikan.

"Misalnya, melalui akses atau jaringan pesantren-pesantren dan sebagainya. Selain itu, Direktoral Jenderal (Dirjen) Bea Cukai juga perlu menjelaskan kelangkaan bahan baku impor masker," tutur Moeldoko. []

Berita terkait
Mardani Ali Sera: Kepercayaan Publik ke KPK Longsor
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai kepercayaan publik terhadap KPK akan semakin longsor karena ulah Harun Masiku
PKS: Virus Corona Tak Bisa Ditangani dengan Amatir!
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan penanganan kasus virus corona tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang amatiran.
Anies Baswedan Sulit Bendung Demo PA 212 dan FPI
Pakar kebijakan publik mengatakan FPI dan PA 212 tetap dapat menggelar aksi demonstrasi tanpa mendengar imbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
0
Tingkatkan Minat Baca dan Literasi Indonesia
Tingkat baca rendah jadi alasan BBW hadir membawa bazar buku murah dan berkualitas ke Indonesia