PKS Protes Represif Petugas ke Habib Umar Assegaf

Ketua PKS Jatim menilai seharusnya petugas cek poin PSBB Surabaya melakukan tindakan persuasif bukan represif kepada Habib Umar Assegaf.
Habib Umar Assegaf cekcok dengan petugas PSBB di Exit Tol Satelit Surabaya. (Foto: Capture Instagram/Tagar)

Surabaya - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur memprotes sikap aparat keamanan melakukan tindakan represif terhadap Habib Umar Assegaf saat menjaga cek poin dalam penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di pintu keluar tol Satelit Surabaya.

Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menegaskan petugas penegak aturan PSBB seharusnya melakukan tindakan persuasif, bukan represif. Tindakan petugas cek poin terhadap Habib Umar Assegaf telah mencoreng nama baik institusi. Mengingat selama ini aparat keamanan telah bersusah payah menjaga situasi Jatim agar kondusif.

Mestinya aparat di lapangan bisa melakukan persuasif dengan memberikan komunikasi yang baik.

"Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah, Polri, dan TNI, di Jawa Timur selama ini melakukan penegakan PSBB secara persuasif sehingga situasi kamtibmas selama ini kondusif selama wabah Covid-19. Namun, dengan kejadian ke Habib Umar akan mencoreng nama institusi," tutur Irwan dikonfirmasi Tagar melalui telepon, Jumat, 22 Mei 2020.

Irwan menjelaskan seharusnya petugas berpedoman imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Di mana Sekretaris MUI Jatim Ainul Yaqin meminta petugas bisa bersikap lebih persuasif dalam penegakan aturan PSBB. Untuk itu, PKS menyayangkan tindakan petugas ke Habib Umar karena beliau merupakan tokoh masyarakat dihormati.

"Mestinya aparat di lapangan bisa melakukan persuasif dengan memberikan komunikasi yang baik," kata Irwan.

Mantan anggota DPRD Jatim ini meminta agar dapat menghindari terjadinya kekerasan kepada warga dalam penegakan PSBB. Mengingat selama ini dirinya belum pernah mendengar ada kekerasan yang dilakukan petugas terhadap warga selama PSBB.

"Nah ini apalagi kepada orang tua dan tokoh yang dihormati. Tentu tidak elok," tuturnya.

PKS sangat mendukung adanya ketegasan dalam pemberlakuan PSBB. Hanya saja penegakkannya jangan sampai menggunakan kekerasan. Petugas sebaiknya bisa memahami sosiokultural masyarakat Jawa Timur sehingga kekerasan bisa dihindari.

"Saya yakin petugas sudah memahami bahwa penegakan aturan, terutama di Jatim, mesti ada aspek sosiokultural. Karena itu yang kemarin itu kita sebut oknum. Tindakan oknum yang tidak mengerti seperti ini jangan sampai lagi terjadi," tuturnya.

Bagi Irwan memprihatinkan adalah peristiwa ini terjadi menjelang lebaran. Petugas seharusnya bisa menyiapkan suasana yang khidmat sehingga tidak terjadi kegaduhan seperti ke Habib Umar.

"Sebaiknya ini bisa segera diselesaikan karena kita masih banyak menghadapi persoalan di masa pandemi ini," tuturnya.

PKS Kabupaten Pasuruan bersama Anggota DPRD akan menjenguk Habib Umar dikediamannya.

"Untuk sowan, silaturrahim, dan menengok kondisi beliau," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan tidak ada pelaporan diterima oleh Polda Jatim. 

"Sebetulnya kedua belah pihak sudah menjalin komunikasi, masing masing masing menahan diri (tidak melapor) dengan adanya kesalahpahaman ini," ujar Truno, Jumat, 22 Mei 2020.

Truno menjelaskan sejauh ini kedua belah pihak sudah menjalin komunikasi dengan baik dengan dimediasi oleh masing-masing Polres.

"Sebenarnya sejauh ini sudah dilakukan kepada Habib Umar Abdullah Assegaf itu, yakni kita lakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kapolres Pasuruan Kabupaten. Kemudian juga dengan Satpol PP, kita melakukan pendekatan melalui Polrestabes Surabaya," imbuh dia.

Meski tidak ada laporan, Truno menyebut pihak kepolisian juga akan melakukan langkah-langkah. Yakni penyidikan terkait pendalaman kebenaran dari video tersebut.

"Perkembangannya sejauh ini kita sudah melakukan langkah-langkah awal, jauh sebelum ada laporan ataupun tidak ada laporan. Tugas secara standar operasionalnya begitu ada viral terkait dengan petugas kita lakukan secara internal termasuk beberapa yang terlibat di dalam video," ujar dia.

Saat ini Truno menegaskan, pihaknya akan melakukan patroli siber untuk memburu pihak ketiga dirasa memperkeruh keadaan. Seperti dengan memposting dengan kata ujaran kebencian, SARA, dan berita hoaks atau bohong.

"Namun ada satu hal yang menjadi catatan kita setelah dengan adanya viral tersebut ada beberapa pihak ketiga yang memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh, mendompleng memboncengi kejadian-kejadian ini. Sehingga kami akan lakukan patroli ciber," tuturnya.

Atas kejadian ini, Truno berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan secara kekeluargaan. Serta saling memaafkan, apalagi momen bulan Ramadan dan lebaran tahun ini dapat menjadi berkah.

"Harapannya dengan Ramadan dan bulan berkah ini juga saling memaafkan. Sebenarnya kedua belah pihak sudah menyatakan untuk saling memaafkan ya," ucap Truno. []

Berita terkait
Polda Jatim Belum Terima Laporan Satpol PP Surabaya
Polda Jatim mengedepankan mediasi antara Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Surabaya dengan di fasilitasi masing-masing Polres.
Habib Umar Assegaf Dilaporkan Petugas Gabungan
Petugas gabungan melaporkan Habib Umar Abdullah Assegaf yang diduga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya.
Polda Jatim Dalami Video Cekcok Habib Umar Assegaf
Sekretaris MUI Jatim menyoroti arogansi anggota Satpol PP Surabaya terhadap Habib Umar Assegaf saat cekcok di Exit Tol Satelit Surabaya.