Sibolga - Semenjak diresmikan Presiden Jokowi pada Minggu 17 Maret 2019 lalu, pelabuhan Sibolga kerap dikunjungi warga termasuk untuk dijadikan objek swafoto.

Terlebih momen hari raya Idul Fitri kemarin, banyak warga baik dari Kota Sibolga maupun dari luar daerah berbondong-bondong mengunjungi pelabuhan tersebut.

Sangat disayangkan, pada momen Lebaran tersebut, diduga oknum petugas Pelindo Sibolga memanfaatkan situasi dengan melakukan pungutan liar (pungli) terhadap warga. 

Seperti dialami Supriadi, warga Kabupaten Tapteng dimintai uang Rp 20 ribu untuk sekali masuk oleh petugas penjaga pintu pelabuhan tanpa disertai tiket.

Artikel lainnya: Pelindo I Cabang Sibolga Siapkan Angkutan Gratis

"Iya, kami dikutip Rp 20 ribu untuk kendaraan roda empat, saat masuk ke pelabuhan. Waktu itu Sabtu 8 Juni 2019, sekitar jam 18.00 WIB," ucap Supriadi, Selasa 11 Juni 2019.

Ia menjelaskan, saat itu dia kedatangan saudara dari Kota Medan yang ingin berkunjung ke pelabuhan melihat pembangunan yang diresmikan oleh Presiden Jokowi.

Tiba di depan pelabuhan, mobil mereka dihentikan seorang pria berkaus biru muda diduga petugas dari PT Pelindo.

"Sudah sempat mau turun untuk menanyakan tujuan uang itu kemana, tapi langsung dilarang istriku. Langsung lah dibayar kakakku yang Rp 20 ribu itu," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Sofyan selaku Manager Keuangan dan Umum PT Pelindo I Cabang Sibolga mengatakan akan menyelidiki laporan yang mungkin merugikan masyarakat, dan akan menindak tegas petugas yang terbukti melakukan pungutan liar.

Artikel lainnya: ASN Sibolga Hadir 99 Persen, DPRD Masih Kosong

"Kita akan perbaiki, kita akan selidiki terhadap petugas kita yang nakal. Harapan ke depan ya supaya jangan ada lagi, jika ada kita akan tindak tegas berupa pemecatan," ucap Sofyan.

Dirinya menjelaskan, untuk tiket masuk ke Terminal Pelabuhan Sibolga memang dikenakan biaya untuk kendaraan roda empat Rp 5 ribu per unit, dan untuk kendaraan roda dua Rp 2 ribu per unit.

"Itu dikenakan lagi per orang Rp 1.500 per orangnya. Jadi dikenakan dua tiket, yakni tiket kendaraan dan tiket per orang," jelasnya.[]