UNTUK INDONESIA
Petani Tenggelam di Bulukumba Ditemukan Meninggal
Petani yang tenggelam di Sungai Batu Assung, Tamalaju, Bontomarannu, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jazad korban dari aliran sungai ke daratan, Kamis 9 April 2020. (Foto: Tagar/Basarnas)

Bulukumba - Seorang petani yang tenggelam di Sungai Batu Assung, Tamalaju, Bontomarannu, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, akhirnya ditemukan, Kamis 9 April 2020. Naasnya, petani bernama Ansar, 38 tahun ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan petani itu dalam keadaan terapung atau mengambang di sungai yang kurang lebih 200 meter dari titik awal korban tenggelam. Korban kini telah dievakuasi kerumah duka untuk disemayamkan dan dikebumikan.

Korban ditemukan sekitar pukul 10.50 WITA. Ia ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi terapung di sungai.

Danpos Unit Siaga SAR Bantaeng, Arman Amiruddin mengatakan, jika Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban setelah dilakukan pencarian dua hari lamanya. Korban ditemukan terapung di aliran sungai, sekitar pukul 10.50 WITA, tadi.

"Korban ditemukan sekitar pukul 10.50 WITA. Ia ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi terapung di sungai," kata Arman Amiruddin saat dikonfirmasi, Kamis 9 April 2020.

Korban ini sebelumnya dikabarkan tenggelam pada Rabu 8 April 2020, sekitar pukul 12.00 WITA. Pada hari itu juga, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian hingga malam hari. Karena pencarian awal belum ditemukan, sehingga sempat ditunda untuk istirahat.

Tim SAR kembali melanjutkan pencarian keesokan hari, Kamis 9 April 2020, sekitar pukul 07.30 WITA. Alhasil setelah dilakukan pencarian beberapa jam, korban pun berhasil ditemukan.

"Korban ini sepertinya sempat terjepit didasar sungai. Karena kondisi sungai memang banyak ranting bambu. Sebenarnya, normalnya 24 jam itu jazad korban harusnya sudah mengambang, jikalau tidak terjepit," bebernya.

Dalam proses pencari yang dilakukan, Tim SAR membagi dua tim atau SRU (Search dan Rescue Unit), masing-masing ada yang melakukan penyelaman di sekitar korban tenggelam dan tim lainnya melakukan penyisiran di kiri dan kanan sungai.

Selain Basarnas Bantaeng, sejumlah pihak turut turun tangan melakukan pencarian, seperti dari BPBD Bulukumba dan BPBD Bantaeng, polisi dan TNI, SAR Bulukumba, SAR Unhas dan Satpol PP, serta masyarakat sekitar.

Sebelumnya, peristiwa tenggelam ini terjadi, ketika korban baru saja pulang dari sawahnya memotong padi dan baru saja diguyur hujan sehingga membuat arus sungai cukup deras. Dan ketika melintas di sungai Batu Assung ini, mesin pemotong padinya terjatuh ke sungai.

Melihat hal itu, korban Ansar ini mencoba untuk menyelamatkan mesinnya itu. Tapi naas, karena arus sungai cukup deras dan juga kedalaman ditaksir mencapai tiga meter, sehingga Anshar ini ikut tenggelam. []

Berita terkait
Petani di Bulukumba Tenggelam di Sungai Kajang
Hendak menyelamatkan mesin pemotong padi yang jatuh ke sungai, seorang warga Bulukumba ikut tenggelam, hingga kini belum ditemukan.
Lima PDP di Bulukumba Negatif Virus Corona
Lima orang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Coronavirus Disease atau Covid-19 alias corona dinyatakan negatif
Pria Tanpa Identitas Membusuk di Sungai Bulukumba
Sosok mayat pria tanpa identitas ditemukan membusuk di sungai Bialo, Dusun Pamanggolo, Desa Benteng Malewang Bulukumba.
0
IPB Jelaskan Gejala Hewan Terinfeksi Virus Corona
Kepala Rumah Sakit Hewan Pendidikan Institut Pertanian Bogor (IPB) Deni Noviana menjelaskan gejala hewan yang terinfeksi virus corona (Covid-19).