UNTUK INDONESIA
Pesan Wako Bukittinggi untuk Guru Mengaji
Wali Kota Bukittinggi meminta semua guru mengaji menunda proses mengajar tatap hingga wabah corona berakhir.
Penyerahan tunjangan kesejahteraan guru mengaji di Kota Bukittinggi. (Foto: Tagar/Dok.Humas Kota Bukittinggi)

Bukittinggi - Kota Bukittinggi belum bebas dari wabah Covid-19. Buktinya, dalam beberapa minggu terakhir, masih ditemukan tiga warga positif terpapar virus corona.

Atas kondisi ini, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meminta agar pengajar MDTA, TPQ, TPSQ, pondok alquran maupun pondok pesantren, tidak melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka.

Ini harus kita antisipasi dulu. Jika ada penyebaran lain dan kluster dari sekolah atau MDA, tentu akan lebih berbahaya.

Hal itu disampaikan Ramlan saat menyerahkan tunjangan kesejahteraan guru MDTA, TPQ, TPSQ, pondok alquran, pondok pesantren dan garin masjid atau musala di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Rabu, 15 Juli 2020.

"Ini harus kita antisipasi dulu. Jika ada penyebaran lain dan kluster dari sekolah atau MDA, tentu akan lebih berbahaya. Apalagi anak-anak cukup riskan terkena Covid-19. Ini mohon pengertiannya untuk para guru MDA," katanya.

Ramlan juga berterimakasih atas pengabdian para guru mengaji. Menurutnya, ilmu dan tenaga yang diberikan untuk generasi muda Islam, akan berdampak baik sekian puluh tahun ke depan.

"Tunjangan kesejahteraan guru dan garin masjid ini bentuk perhatian dari pemerintah kota. Kami berharap, bantuan yang jumlahnya mungkin tidak seberapa dapat meningkatkan kompetensi serta sedikit membantu kesejahteraan. Guru dan garin masjid memiliki peran penting bagi umat dan generasi penerus kita nantinya," katanya.

Kepala Bagian Kesra Kota Bukittinggi, Eryanson mengatakan, tahun ini, Pemko Bukittinggi menganggarkan dana lebih dari Rp 3,4 miliar untuk tunjangan kesejahteraan guru MDTA, TPQ, TPSQ, pondok alquran, pondok pesantren dan garin masjid. Namun, penyerahan tunjangan ini diberikan secara bertahap.

'Untuk triwulan I, periode Januari sampai Maret, telah diserahkan sebelum ramadan. Triwulan II, periode April, Mei dan Juni, diserahkan hari ini. Setiap guru dan garin masjid, menerima tunjangan Rp 500 ribu per bulan," katanya.

Di Bukittinggi, terdata sebanyak 424 orang guru MDTA, TPQ, TPSQ, pondok alquran dan pondok pesantren. Kemudian, sebanyak 138 garin masjid dan musala. Masing-masing guru dan garin masjid itu, menerima tunjangan kesejahteraan Rp 1,5 juta per triwulan. []



Berita terkait
Masak Air, Rumah Nenek di Bukittinggi Ludes Terbakar
Kebakaran di Kota Bukittinggi menghanguskan rumah seorang nenek. Kerugian mencapai Rp 100 juta.
Sekolah di Bukittinggi Diprediksi Normal 2021
Proses belajar mengajar tatap muka normal di Kota Bukittinggi diprediksi berlangsung tahun 2021.
Ditabrak, Pria Tua Tewas di Jalan Padang-Bukittinggi
Seorang pria berumur 63 tahun tewas setelah menjadi korban tabrak lari di jalan Padang-Bukittinggi.
0
Pesan Wako Bukittinggi untuk Guru Mengaji
Wali Kota Bukittinggi meminta semua guru mengaji menunda proses mengajar tatap hingga wabah corona berakhir.