Pesan Dalang Yogyakarta Ki Seno Nugroho Sebelum Meninggal

Dalang kondang Yogyakarta Ki Seno Nugroho tutup usia pada malam Selasa Pon. Berikut pesannya sebelum dia meninggal.
Pelayat mendoakan Ki Seno Nugroho saat dimakamkan di Makam Semaki Gedhe, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. (Foto: Tagar/Faya Lusaka Aulia)

Yogyakarta – Duka mendalam menyelimuti semua kalangan atas kepergian dalang kondang asal Yogyakarta, Ki Seno Nugroho. Banyak masyarakat yang merasa kehilangan sosok dalang yang sering memberikan pitutur luhur dan tuntunan melalui tontonan wayang kulitnya.

Dulu di suatu pementasan wayang kulit Ki Seno Nugroho pernah berpesan kepada teman timnya agar Margo Laras tetap menjaga sampai kapan pun, meskipun dirinya sudah tiada. Menjaga Margo Laras ini untuk pelastarian budaya sampai kapan pun meski Ki Seno sudah tidak ada.

Baca Juga:

Selain pesan tersebut Ki Seno juga pernah berpesan apabila beliau suatu saat sudah tidak ada minta untuk kepergiannya diriingi dengan gending favoritnya.

Gunawan Widagdo, selaku Manager Ki Seno mengatakan, “Ki Seno pernah berpesan suata saat beliau tidak ada minta diiringi dengan gending favoritnya karya dari Joko Poro. Permintaannya tersebut disampaikan saat uyon-uyon di salah satu pementasan wayangnya dulu," ungkapnya.

Ki Seno pernah berpesan suata saat beliau tidak ada minta diiringi dengan gending favoritnya karya dari Joko Poro.

Setelah kepergian Ki Seno Nugroho ini, yang digadang-gadang untuk menjadi dalang penerus yaitu Gading, anak laki-laki dari Ki Seno. Gading digadang akan menjadi dalang penerus dari Trah Parman karena memang ia satu-satunya cucu laki-laki dari Pak Parman.

Sebelumnya pada hari Selasa, 3 November 2020 sore Ki Seno masih melakukan aktivitas olah raga yang rutin dilakukannya, yaitu bersepeda. Sore itu Ki Seno bersepeda berdua dengan temannya, lalu sekitar pukul 16.00 WIB beliau merasa kelelahan dan meminta tolong temannya untuk menghubungi pihak keluarga di rumah agar menjemputnya.

Baca Juga:

Setelah dijemput oleh keluarga dan menunggu sang istri hingga maghrib Ki Seno masih merasa kesakitan, akhirnya dibawa menuju Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Sesampainya di rumah sakit langsung ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD). “Saat ditangani di ruang UGD Ki Seno masih bisa berkomunikasi sambil menunggu dokter ahli jantung datang,” jelas Gunawan Widagdo.

Dari ruang UGD kemudia Ki Seno dipindahkan ke ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) untuk ditangani secara intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan di ICCU ternyata Ki Seno Nugroho mengalami penyumbatan darah 100 persen. “Penyumbatan darah 100 persen yang terjadi sudah fatal, hal tersebut dapat mengakibatkan muntah-muntah hingga meninggal dunia,” ungkapnya. []

Berita terkait
Ki Seno Nugroho Meninggal Bertepatan Pentas Rutin Selasa Pon
Dalang kondang Yogyakarta, Ki Seno Nugroho tutup usia. Dia meninggal bertepatan dengan neptu atau pentas rutinnya.
Dukacita Pemkot Yogyakarta untuk Dalang Ki Seno Nugroho
Dalang kondang asal Yogyakarta, Ki Seno Nugroho tutup usia. Dunia seni berduka, termasuk Pemkot Yogyakarta.
Muhadjir Effendy Ucapkan Duka Cita Wafatnya Ki Seno Nugroho
Menko PMK sampaikan duka cita atas berpulangnya dalang wayang kulit, Ki Seno Nugroho pada usia 48 tahun.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan