UNTUK INDONESIA
Perwakilan Jokowi Tinjau Jembatan Reyot Lebak Banten
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi sebagai perwakilan Jokowi, mengunjungi jembatan Lebak, Banten.
Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi mengunjungi jembatan gantung reyot di Lebak, Banten, 5 November 2019. (foto: Tagar/Moh Jumri).

Lebak - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi yang baru dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengunjungi jembatan gantung penghubung empat desa di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang sempat mencuat di media massa dan media sosial (medsos).

Jembatan ini sudah puluhan tahun tidak dibangun pemerintah. Bagi para pelajar dan buruh tani di sini, keberadaan jembatan sangat vital untuk menopang pundi-pundi ekonomi warga, sekaligus menjadi akses utama menuju sekolah. 

Jangan sampai rakyat dan warga Indonesia tidak menikmati kemerdekaan.

Budi Arie mengaku mendapati informasi mengenai lokasi jembatan di Desa Lewi Ipuh yang mencemaskan itu dari media sosial. Pria berusia 50 tahun ini tidak ingin hal tersebut terus-menerus diabaikan, karena menyangkut kesejahteraan orang banyak.

"Ke depan tidak boleh ada lagi jembatan gantung reyot. Yang begini-begini harus cepat dibereskan semuanya. Jangan sampai rakyat dan warga Indonesia tidak menikmati kemerdekaannya," kata Budi Arie saat meninjau lokasi di Lebak, Banten, Selasa, 5 Oktober 2019.

Dia mengharapkan kepala desa dapat menggunakan anggaran sebaik-baiknya. Hal yang tidak kalah penting, kata dia, masyarakat harus dilibatkan dalam pembangunan sarana dan prasarana di sana. 

"Pembangunan desa ini untuk masyarakat, jangan sampai masyarakat menjadi penonton. Dalam pengerjaan pembangunan masyarakat harus dilibatkan, bisa lewat pekerjaannya dan bahan-bahan pembangunannya dari masyarakat desa, sehingga semuanya bisa dilibatkan," kata Budi Arie.

Jembatan Lebak BantenPara siswa sedang melewati jembatan yang sudah rapuh di Lebak, Banten, Rabu, 30 Oktober 2019. (foto: Tagar/Moh Jumri).

Menurut dia, kunci pembangunan di sini semestinya bisa dilakukan kepala desa, dengan adanya bantuan dari pihak swasta, provinsi hingga pusat.

Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) menyatakan dana desa harus digunakan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat, terutama di sektor-sektor yang produktif. Hal itu bertujuan agar perputaran ekonomi bergerak, sehingga masyarakat tidak banyak pergi ke kota mencari pekerjaan. 

Selain infrastruktur yang memadai bagi warga, faktor kesehatan, pendidikan, dan air bersih juga harus diperhatikan pemerintah daerah setempat yang semestinya dapat berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, dan Menteri Pendidikan.

Dia melanjutkan, setelah mengetahui informasi jembatan reyot dari medsos, Budi Arie berinisiatif untuk meninjau lokasi. Dia berharap dengan berfoto di jembatan tersebut, akan mempercepat Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) RI bergerak ke sini.

Budi ArieWakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi mengunjungi jembatan gantung reyot di Lebak, Banten, 5 November 2019. (foto: Tagar/Moh Jumri).

"Saya kalau foto di jembatan gantung reyot mudah-mudahan bisa cepat dibangun karena menteri desa itu bekerja tak sendirian, ada Kementerian Kesehatan, Menteri PUPR, Menteri Pendidikan, itu semua beririsan," kata Budi Arie.

Untuk diketahui, saat ini kondisi jembatan gantung yang menghubungkan empat desa yakni Desa Lewi Ipuh, Desa Cisampang, Desa Cicaringin, dan Desa Gunung Keneng di Kecamatan Banjarsari di Kabupaten Lebak dalam kondisi sangat tidak layak dilewati warga. 

Beberapa bagian untuk berpegangan terlihat sudah rusak dan keropos, sehingga pengguna yang akan melintasinya harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok ke sungai.

Jembatan gantung yang terbuat dari batang bambu tersebut memiliki panjang 70 meter dengan kedalaman 10 meter dari sungai Ciliman. Jalan ini menjadi akses utama bagi para siswa dan siswi yang akan berangkat maupun pulang sekolah. 

Ketua Rt/Rw setempat, Sidan mengatakan, warga di Kampung Cigedang sangat berharap dengan dikunjunginya jembatan gantung reyot oleh pihak yang mewakili Pemerintahan Jokowi, bisa segera membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. “Kami sangat kesulitan untuk menjual hasil bumi ke luar daerah dan akses pendidikan bagi anak-anak sekolah sulit," kata Sidan. []

Berita terkait
Anak SD Lebak Banten Taruhan Nyawa Demi Sekolah
Sudah puluhan tahun para pelajar SD dan pendulang rupiah di Lebak, Banten harus bertaruh nyawa saat melintasi jembatan bambu reyot di atas sungai.
Lima Siswa SMP di Lebak Tewas Terseret Arus Sungai
Lima orang siswa dari SMP Budaya Santos Agustinus Jakarta Timur (Jatim) meninggal terseret arus di Sungai Ciujung, Kabupaten Lebak.
Kisruh Digitalisasi Online di Pemerintahan Banten
Pemerintah Banten masih membutuhkan inovasi soal digandengnya teknologi demi menyesuaikan pemerintahan bersih dan terbuka.
0
@digeeembok Ada Karena Respons Polisi Lambat
Stanislaus Riyanta menilai akun Twitter @digeeembok ada, karena lambatnya penegakan hukum di Indonesia.