UNTUK INDONESIA

Perumahan Elit di Kawasan GMTD Makassar Krisis Air

Warga yang bermukim di perumahan elit di Kota Makassar protes karena mengalami krisis air bersih.
Spanduk bernada protes dipasang di depan rumah warga. (Foto: Tagar/Lodi aprianto)

Makassar - Perumahan elit, Green River View, yang berada dibilangan Jalan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami krisis air. Warga perumahan marah hingga melakukan protes dengan pemasangan spanduk berisi tuntutan kepada PT. Gowa Makassar Tourism Development (GMTD).

Kebutuhan dasar hidup kita itu, pertama air. Tapi sampai hari ini, kita masih belum disuplai air seperti yang dijanjikan yaitu air PDAM.

Menurut warga bernama Purnomo Hadi, air merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan. Tapi, perumahan Green River View telah mengalami krisis air dan bahkan sejak perumahan tersebut berdiri atau sejak beberapa tahun lalu.

"Kebutuhan dasar hidup kita itu, pertama air. Tapi sampai hari ini, kita masih belum disuplai air seperti yang dijanjikan yaitu air PDAM selama 24 jam," kata Purnomo Hadi saat ditemui dikediamannya, pada Jumat 20 November 2020.

Purnomo menjelaskan, dalam perjanjian pembelian rumah, pihak pengemban atau developer menjanjikan air PDAM selama 24 jam. Namun, kenyataannya air justru didistribusikan pada jam-jam tertentu saja.

Tak hanya itu, Purnomo juga curiga jika air yang terkesan dijatah tersebut juga bukan sepenuhnya air bersih dari PDAM. Pasalnya kata dia, selama ini tagihan air dibayarkan melalui pengembang dan bukan melalui PDAM.

"Dalam perjanjajian beli rumah, terdapat bunyi jika perumahan ini akan didukung dengan air PDAM 24 jam. Tetapi, nyatanya tidak 24 jam dari PDAM dan kami bahkan membayar air bukan ke PDAM tetapi ke pengembang," tambahnya.

Purnomo mengaku telah melayangkan aksi protes dengan melakukan somasi kepada pengembang dan juga PT.GMTD, dengan maksud agar air dapat mengalir selama 24 jam dari PDAM. Akan tetapi, pihak GMTD tidak merespon somasi tersebut, bahkan somasi yang telah dilayangkan sebanyak 3 kali.

Akibatnya, warga perumahan kecewa dan marah. Sehingga, warga melakukan aksi protes sejak tiga hari ini dilakukan dengan cara memajang spanduk yang bertuliskan protes tentang ketersediaan air.

"Pada 1 November 2020, kami melayangkan somasi pertama kepada pengembang dan berharap ada jawaban yang membuat kami punya harapan dengan apa yang dijanjikan. Tetapi, somasi pertama tidak dijawab dan kemudian kami kirimkan somasi kedua dan itu sama tidak ada jawaban. Sehingg kami layangkan lagi somasi ketiga kemarin," jelasnya.

Terpisah, Public Relation PT GMTD, Natasiah mengatakan, pengelolah telah  berusaha untuk memberikan ketersediaan air kepada warga. Hanya saja, air tersebut masih terbatas. Terkait permasalahan ini, Natasiah mengaku telah berkomunikasi dengan warga perumahan.

"Saya pikir kita sudah berusaha, kita tidak mungkin mau menyengsarakan warga. Makanya sementara kita sudah diskusikan dengan warga," ucapnya.

Menurut dia, GMTD juga sangat berharap agar air PDAM bisa masuk ke perumahan Green River View, hanya saja terdapat kendala. Sehingga, dalam memberikan pemenuhan air bersih ke perumahan elit itu, GMTD membangun tangki reservoir untuk air PDAM yang disalurkan ke warga.

"Akhirnya untuk kawasan GRV inisiatif baik kami melalui reservoir, hingga benar-benar sepenuhnya PDAM masuk di GRV. Tapi, tekanan air PDAM yang tidak cukup kuat dan sampai di kawasan. Tapi secara teknis, saya tidak sedalam itu ya," jelasnya. []

Berita terkait
Air PDAM Macet, Warga Banda Aceh Cuci Pakaian di Sungai
Warga Kota Banda Aceh, Aceh terpaksa mencuci pakaian di sungai karena air PDAM di kota tersebut tak kunjung mengalir.
Sekda Tamiang Diperiksa Kejari atas Dugaan Kasus di PDAM
Kejari telah memanggil Sekda Aceh Tamiang, Basyaruddin guna dimintai keterangan soal dugaan kasus PDAM Tirta Tamiang.
Pelanggan PDAM Tirtanadi Dirugikan, DPRD Sumut Diminta Peka
Air PDAM Tirtanadi ke pelanggan kotor dan berbau. DPRD Sumut didesak jemput bola menyelesaikan masalah ini.
0
Kemensos Salurkan 4.500 Paket Sembako di Lampung
Kementerian Sosial secara simbolis salurkan bantuan sosial berupa paket sembako sebanyak 4.500 kepada 3 Kabupaten di Lampung.