UNTUK INDONESIA
Pertama Kali Masker Digunakan di Dunia
Masker yang saat ini tengah menjadi buah bibir ternyata memiliki sejarah panjang di dunia termasuk Indonesia.
Ilustrasi Masker (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Jakarta - Masker sekarang menjadi benda yang dicari-cari, efek dari penyebaran virus Corona yang kian mengkhawatirkan masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. 

Ternyata masker memiliki sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Tagar akan ulas dari berbagai sumber perjalanan masker sampai akhirnya bisa digunakan hingga sekarang.

Sejarah masker berawal dari menjauhkan bahaya polusi bagi kesehatan tubuh, seiring perkembangan zaman pengguna masker menjadikannya sebagai tren fashion.

Masker menjadi aksesoris yang biasa digunakan di sejumlah negara Asia, terutama negara dengan polusi udara yang tinggi, seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.

Bila ditelisik lebih jauh, penggunaan masker di Jepang memiliki sejarah panjang. Masyarakat Negeri Matahari Terbit mengenakan masker untuk mencegah terinfeksi wabah influenza yang pada saat itu membuat 40 juta orang meninggal dari seluruh dunia.

Baca juga: Cara Membuat Masker Sendiri untuk Cegah Corona

Saat Jepang dilanda gempa Kanto pada tahun 1923, kualitas udara memburuk selama beberapa bulan. 10 tahun setelah terjadinya gempa, kemudian menyebar wabah influenza sehingga masker kembali populer.

Sejarah masker di Negeri Sakura berlanjut ketika Perang Dunia II selesai, sejumlah proyek pembangunan di Jepang kemudian mengakibatkan kualitas udara kembali memburuk, seiring dengan itu, banyak masyarakat yang bergantung pada masker dalam rangka menjaga kesehatan.

Saat itu, ancaman penyakit influenza dan polusi udara akibat proyek-proyek pembangunan mulai reda, namun kaum muda masih ada yang mengenakan masker.

Mengutip Japan Today, penggunaan masker oleh sejumlah anak muda di Jepang tidak sekedar menghindari penyakit, mereka sengaja menggunakannya untuk menghangatkan wajah, menyembunyikan ekspresi wajah, dan menghindari obrolan dengan orang lain.

Tren masker membuat sejumlah produsen masker kesehatan meluncurkan koleksi masker dengan hiasan manik-manik. Bahkan, salah satu produsen di Jepang merilis masker yang tidak mudah terkena noda lisptik.

Produsen asal Jepang itu juga memberi sejumlah saran untuk menyesuaikan masker dengan gaya busana sehari-hari. Para selebriti kemudian ikut meramaikan bisnis masker di Jepang. Seperti Zawachin yang dikenal sebagai penata rias AKB48. Ia mengeluarkan masker yang diklaim mampu memberi efek tirus pada wajah.

Sementara di China, masker dijadikan ladang bisnis oleh salah satu perusahaan retail online terbesar di sana. Mengutip South China Morning Post, perusahaan tersebut telah menjual ratusan ribu masker dan diklaim bisa menangkal partikel PM2,5.

Tak sedikit penjual masker yang mengambil kesempatan, malah ada yang bisa menjual lebih dari 10.000 masker dalam beberapa minggu, selama festival musim semi berlangsung.

Kesuksesan penjualan masker di China disusul oleh produsen masker lainnya. Bahkan, salah satu perusahaan bekerjasama dengan Hong Kong Polytechnic University dan menghasilkan desain masker yang disesuaikan dengan bentuk wajah orang Asia.

Kemudian sejarah masker beralih ke sejumlah negara di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Selandia Baru. Sejumlah pengusaha di negara-negara tersebut mulai melirik bisnis masker yang dianggap cukup potensial.

Mengutip dari laman Vox, perusahaan asal California Utara, Amerika Serikat mengeluarkan masker dan jadi salah satu yang paling laris di Asia.

Pendiri perusahaan tersebut menyebut ide penjualan masker muncul sejak tahun 2011. Sejak saat itu, pendapatan perusahaan masker itu meningkat menjadi 10%.

Kini, perusahaan masker itu memoles produknya hingga dikenal sebagai masker kesehatan kelas premium. Masker kesehatan yang dikeluarkan akan tersedia dalam beraneka ragam warna dan juga motif.

Seperti diberitakan Vox, Christian Xu, salah seorang peneliti tren budaya AS dan Cina, memprediksi masker akan setara dengan kacamata hitam dengan bentuk beraneka ragam, begitupun dengan harganya. Ia mengatakan hal itu setelah melihat Supreme dan Off White brand fashion ternama mengeluarkan koleksi masker gaya.

Baca juga: Masker Bukan Cara Satu-satunya Cegah Corona

Sejarah masker memulai babak baru ketika beberapa pengusaha asal Amerika Serikat tertarik dengan bisnis masker fashion. Malah sejumlah pengusaha rela banting setir dengan berjualan masker, setelah tren penggunaannya meningkat untuk menghindari virus.

Nah, sejarah penggunaan masker di Indonesia diawali saat penggunanya bepergian dengan mengendarai sepeda motor. Masker dianggap berguna untuk menangkal polusi jalanan.

Selain itu, masker juga lazim digunakan oleh sejumlah tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat dan pekerja medis. Ditambah bencana kabut asap yang sering terjadi di Indonesia, seperti Riau dan Kalimantan.

Masker juga dikenakan di berbagai kesempatan oleh sejumlah perempuan. Bukan hanya untuk menghindari penyakit akibat polusi, namun menjadi bagian dari gaya fashion. []

Berita terkait
Stok Kosong, BPBK Abdya Aceh Butuh 10 Ribu Masker
Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Barat Daya kekosongan stok masker saat ini.
Polisi Selidiki Penyebab Masker Hilang di Siantar
Stok masker di Kota Pematangsiantar mendadak habis pasca diumumkannya dua warga Indonesia terinfeksi virus corona Covid-19.
Mahasiswa Makassar Penimbun Masker Tersangka
Polisi menetapkan dua mahasiswa Atmajaya Makassar sebagai tersangka kasus pengiriman masker ke negara New Zeland.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.