UNTUK INDONESIA
Persik Kediri, Berjuang dari Bawah Bersama Anak Muda
Persik Kediri promosi ke Liga 1 dengan bermodalkan pemain muda. Ini yang membuat Persik tak memperkirakan bisa juara Liga 2 sekaligus promosi.
Tim Persik Kediri disambut suporter dan masyarakat saat kembali ke Kediri, Rabu 26 November 2019. Persik tampil sebagai juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1. (Foto: Tagar/Fendhy Lesmana)

Kediri - Persik Kediri sukses promosi ke Liga 1 dengan bermodalkan pemain muda. Bahkan Persik sesungguhnya tak memperkirakan bakal promosi ke kasta tertinggi dan sekaligus menjadi juara Liga 2 karena materi pemain yang kalah dibandingkan tim-tim lain. 

Persik jelas kalah kualitas dibandingkan tim-tim megah yang memang menargetkan promosi ke Liga 1. Sebut saja Persita Tangerang yang mendatangkan eks pemain Liga 1 seperti M. Roby. Sementara, PSIM Yogyakarta lebih gila lagi. Klub tersebut tidak hanya mendatangkan para pemain Liga 1, tetapi bahkan pemain naturalisasi, Raphael Maitimo dan Cristian Gonzales.

Hanya pencapaian kedua tim sangat bertolak belakang. Persita masih bisa memenuhi target promosi ke Liga 1. Mereka gagal di final karena dikalahkan Persik 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin 25 November 2019. 

Sebagian besar pemain di tim ini turut mengantarkan Persik menjadi juara Liga 3

Berbeda dengan PSIM yang ambyar total. Jangankan promosi, lolos ke 8 Besar saja mereka tak mampu. PSIM pun mengakhiri kompetisi dengan serangkaian hukuman akibat pertandingan pamungkas melawan Persis Solo diwarnai rusuh suporter dan pemainnya melakukan intimidasi terhadap seorang jurnalis.  

Begitu pula dengan juara Liga 2 2018, PSS Sleman. Tim tersebut sudah mematok promosi ke Liga 1 sejak dimulainya kompetisi. Perekrutan pemain dari Liga 1 pun dilakukan secara cermat. Hasinya, PSS juara Liga 2. 

Persik sendiri seperti tak bersuara saat mengarungi kompetisi. Hanya sepanjang penyisihan grup, mereka konsisten di papan atas. Terbukti, Persik menjadi tim pertama yang lolos ke 8 Besar. Konsistensi itu berlanjut di babak selanjutnya sampai final. Sukses mereka kian lengkap karena gelandang Taufiq Febrianto terpilih sebagai pemain terbaik.

Manajer Persik Beny Kurniawan menuturkan bila keberhasilan itu tidak terlepas dari tim yang tak banyak berubah. Menurutnya materi pemain tidak jauh berbeda saat mereka berjuang dari bawah dengan berkompetisi di Liga 3. Musim lalu, mereka mampu memenangi Liga 3. 

"Sebagian besar pemain di tim ini turut mengantarkan Persik menjadi juara Liga 3. Kami mempertahankan lebih dari separuh pemain saat berkompetisi di Liga 2. Mereka rata-rata berusia muda," kata Beny. 

"Hanya semangat mereka memang luar biasa. Keberhasilan Persik menjadi juara Liga 3, kemudian juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1 tentu hal yang luar biasa," ucapnya. 

Sementara pelatih Budiarjo Thalib mengakui bila tim memang kurang diperhitungkan selama kompetisi. Bahkan tim kerap dirugikan oleh perangkat pertandingan. Namun mereka mampu mengatasi tekanan sampai di laga puncak. 

"Tim ini dari awal dianggap remeh dan dipandang sebelah mata. Namun pemain akhirnya bisa membuktikan. Di beberapa pertandingan, kami kerap dirugikan namun kami berusaha menghadapinya," ujar Budiarjo. 

Tim Persik mendapat sambutan meriah saat kembali ke Kediri, Rabu 26 November 2019. Persik Mania, suporter tim, menyambut kedatangan mereka. 

Suporter pun beriringan melakukan konvoi mengendarai sepeda motor. Konvoi berakhir di mes Persik di Jalan PK Bangsa Kota Kediri. Pemain ini langsung dielu-elukan ribuan suporter. Mereka terus meneriakan yel penyemangat bagi para pemain yang telah berjasa mengantarkan tim menjadi juara Liga 2. []

Berita terkait
Persik Mania Rayakan Persik Juara Liga 2
Ribuan Persik Mania, suporter Persik Kediri merayakan keberhasilan tim kesayangan menjadi juara Liga 2019
Juara Liga 2, Persik Kediri Ulangi Sukses 2002
Persik Kediri mengulang sukses musim 2002 saat menjadi juara Liga 2 setelah di final mengalahkan Persita Tangerang 3-2, Senin 25 November 2019.
Persita Vs Persik, Duel Terbuka di Final Liga 2
Persita Tangerang dan Persik Kediri bakal bermain terbuka pada laga final Liga 2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin 25 November 2019.
0
Unggah Foto Syur Tara Basro Terancam 6 Tahun Penjara
Menggunggah foto seksi di media sosial, artis Tara Basro terancam hukuman 6 tahun penjara, juga denda yang tak sedikit.