UNTUK INDONESIA
Perilaku Rasis adalah Penyakit Mental
Rasisme merupakan suatu tindakan yang dapat merusak hubungan baik antarmanusia. Psikolog memasukkan rasis ke dalam penyakit mental.
Salah satu praktik rasisme di Amerika Serikat pada tahun 1938. (Foto: Wikipedia/John Vachon)

Jakarta - Rasisme merupakan suatu tindakan yang dapat merusak hubungan baik antarmanusia. Orang-orang yang melakukan tindakan rasis merasa jika suku atau ras orang lain buruk dan boleh didiskriminasi. 

Sejak 1940-an, perilaku rasis diidentikkan dengan kelompok atau orang yang berperilaku buruk dengan orang lain, terutama dengan alasan warna kulit

Asosiasi Psikolog Amerika Serikat (APA) memasukkan rasisme ke dalam jenis penyakit mental.

Ternyata perilaku rasis juga dikenal dalam studi psikologi. Bahkan, banyak psikolog Amerika Serikat (AS) mengklasifikasi perilaku rasisme sebagai bagian dari penyakit mental. 

Sudah banyak desakan dari para psikolog kepada Asosiasi Psikolog Amerika Serikat (APA) untuk memasukkan rasisme ke dalam jenis penyakit mental. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian yang dilakukan Alvin Poussaint dari Harvard University yang menyebutkan orang rasis memiliki kecenderungan mengidap sakit mental.

Dilansir dari Newsweek, Pouissant bersama beberapa psikolog menyebut rasisme termasuk dalam Manual of Mental Disorder (DSM). Mereka mengemukakan orang-orang rasis mengalami masalah yang bersifat delusional dan ketakutan berlebihan terhadap orang lain (paranoid).

"Ada banyak psikiater lain yang mengakui orang-orang semacam ini (rasis) baru dapat memperbaiki pemahamannya setelah mendapat perawatan mental, terutama mengenai pemahaman soal rasisme itu adalah salah dan buruk," ujarnya.

Fakta lain yang menunjukkan perilaku rasisme memiliki kecenderungan sakit mental adalah hasil penelitian terhadap Dylann Roof yang membunuh 9 orang kulit hitam pada tahun 2015. Hasil penelitian tersebut menunjukkan Roof mengidap gangguan kepribadian, yakni schizoid.

Schizoid merupakan gangguan kepribadian yang membuat pengidapnya gemar menyendiri, cenderung bersikap eksklusif, serta cenderung bersikap masa bodoh terhadap reaksi orang lain, termasuk tidak menggubris ketersinggungan orang lain.

Gangguan ini dapat disembuhkan melalui bimbingan konseling dengan pskiater secara konsisten. Selain itu, keberhasilan proses penyembuhan orang-orang yang mengidap schizoid adalah pasien itu sendiri. 

Keterbukaan informasi dari pengidap schizoid sangat membantu penanganan psikologis dalam proses penyembuhan pasien. []

Berita terkait
Lima Tips Menjaga Kesehatan Otak Bagi Lansia
Salah satu organ yang harus dijaga khususnya bagi orang lanjut usia adalah otak. Karena otak menjalankan peran kesadaran dan kemampuan berfikir.
Enam Tips Agar Mudah Bangun Lebih Pagi
Selain tidur dengan batas waktu yang ideal sebanyak delapan jam, berikut enam tips agar mudah bangun lebih pagi.
Tips Melindungi Kulit dari Polusi Jakarta
Saat ini polusi udara kerap menjadi masalah besar di lingkungan perkotaan. Khususnya di Jakarta. Lalu bagaimana cara merawatnya?
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.