Perayaan Natal di Tengah Pandemi Bisa Berubah Jadi Kesedihan

WHO memperingatkan bahwa perayaan Natal tahun ini bisa berubah jadi kesedihan jika orang-orang gagal bersikap waspada terhadap Covid-19
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, menghadiri sesi tanggapan wabah virus korona dari Dewan Eksekutif WHO di Jenewa, Swiss, 5 Oktober 2020. (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) memperingatkan perayaan Natal tahun ini bisa berubah jadi kesedihan jika orang-orang gagal bersikap waspada terhadap risiko penularan virus corona (Covid-19) selama musim liburan Natal. Sikap waspada adalah menerapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

Sekjen WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan jumlah kematian akibat pandemi virus corona melonjak dan mendesak orang agar berhati-hati dengan rencana musim liburan mereka.

"Musim perayaan adalah waktu untuk bersantai dan merayakan tapi .... perayaan bisa dengan cepat berubah menjadi kesedihan jika kita gagal mengambil tindakan pencegahan yang tepat," kata Dr Tedros dalam konferensi pers, Jumat, 11 Desember 2020.

Dr Tedros mengingatkan sementara kita bersiap untuk merayakan Natal selama beberapa minggu mendatang, mohon, pertimbangkan rencana kita dengan hati-hati. Jika kita tinggal di daerah dengan transmisi tinggi, mohon lakukan setiap tindakan pencegahan untuk tetap menjaga keamanan diri kita dan orang lain. "Itu bisa menjadi hadiah terbaik yang bisa kita berikan - hadiah kesehatan," ujar Dr Tedros

Lebih lanjut Dr Tedros mengatakan telah terjadi peningkatan 60% kasus kematian akibat penyakit pernapasan ini selama enam minggu terakhir di seluruh dunia.

“Namun, beberapa benua menyaksikan lonjakan jumlah kematian yang lebih besar daripada yang lain,” kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk Covid-19.

Menurut Van Kerkhove, telah terjadi peningkatan hampir 100% jumlah kematian per minggu di wilayah Eropa selama enam minggu terakhir, peningkatan 54% di benua Amerika dan 50% di Afrika. "Virus ini masih beredar. Sebagian besar dunia masih berisiko," katanya lagi-lagi mengingatkan akan bahaya pandemi virus corona (my/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
53% Vaksin Virus Corona Dunia Sudah Dibeli Negara Kaya
Negara-negara kaya timbun vaksin virus corona (Covid-19), dan negara-negara miskin akan ketinggalan karena tidak mendapatkan vaksin untuk rakyatnya
Euforia Vaksin Virus Corona Vs Pengabaian Protokol Kesehatan
Reaksi dunia terkait dengan hasil uji vaksin virus corona yang menjanjikan perlu juga diperhatikan bawah vaksinasi tidak semerta hentikan pandemi
Musim Liburan Amerika Serikat Kasus Virus Corona Bertambah
Infeksi virus corona di seluruh AS terus meningkat sementara negara itu memasuki musim liburan dimana pertemuan keluarga dan teman
0
Anies Baswedan Ajak Masyarakat DKI Berhenti Merokok
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk berhenti merokok agar tercipta kehidupan yang lebih sehat.