UNTUK INDONESIA
Penyehatan BUMN, Erick Thohir Akan Pangkas Perseroan
Menteri BUMN Erick Thohir berencana menyehatkan perusahaan pelat merah dalam negeri dengan menggabung, melikuidasi atau tetap mempertahankannya.
Menteri BUMN Erick Thohir berbicara di hadapan peserta MilenialFest 2019 di Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana menyehatkan perusahaan pelat merah dalam negeri dengan menggabung, melikuidasi atau tetap mempertahankannya. Namun, kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga akan ditinjau dahulu dari prospek masing-masing BUMN.

“Apakah masih punya prospek, dan kerugian-kerugian yang terjadi itu akan dilihat. Kalau tidak punya prospek lagi untuk apa dilanjutkan," ujar Arya di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020 seperti dilansir dari Antara.

Dengan kata lain, Kementerian BUMN menurutnya saat ini tengah memilah BUMN mana saja yang selama ini tidak menghasilkan keuntungan atau komersil, apalagi tidak melakukan kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO).

“BUMN seperti ini akan dipertimbangkan apakah akan digabung dengan BUMN lain atau dilikuidasi," ucapnya.

Meneg BUMN(Foto: Facebook/Meneg BUMN).

Kenapa demikian, menurut dia ketika perusahaan merugi otomatis akan merugikan karyawannya juga. Artinya digabung atau dilikuidasi bertujuan untuk menyehatkan BUMN.

BUMN yang merugi menurutnya akan diberikan kepada BUMN Perusahaan Pengelola Aset atau PPA. “Ini akan menyehatkan mereka” tuturnya.

Nantinya, Erick berencana membagi BUMN dalam tiga kategori. Pertama, BUMN komersial yang bertugas mencari keuntungan, BUMN yang berkewajiban untuk melayani publik, dan BUMN yang berfungsi untuk komersial tapi juga melakukan pelayanan publik seperti PLN dan Pertamina. []

Berita terkait
Jokowi dan Erick Thohir Rencanakan Perampingan BUMN
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah meninjau rencana perampingan pada 142 perseroan pelat merah sejalan dengan arahan Jokowi.
Holding BUMN, DPR Tunggu Keputusan Final Pemerintah
Komisi VI DPR RI tengah menunggu keputusan akhir dari pemerintah terkait rencana holding badan usaha milik negara (BUMN).
Rapor Bank BUMN 2019, Mandiri Paling Cemerlang
Kinerja bank BUMN teratas berdasarkan pertumbuhan laba paling agresif dan beberapa indikator lain sepanjang 2019. Bank Mandiri juaranya.
0
Jokowi Saksikan Ketua MA Syarifuddin Mengucap Sumpah
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyaksikan pengucapan sumpah M. Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025.