UNTUK INDONESIA
Pentas Wayang Tragedi Taman Eden di Kota Kupang
Sanggar Wayang Bengkel Drama dan Film (Bengdrafi) Kupang melaksanakan pementasan wayang Wahyu dengan judul Tragedi di Taman Eden. Ini jadwalnya
Pentas Wayang Wahyu Tragedi di Taman Eden, Kami 9 Juli 2020 di Kota Kupang. (Foto: Tagar/Wayang Wahyu)

Kupang - Sanggar Wayang Bengkel Drama dan Film (Bengdrafi) Kupang melaksanakan pementasan wayang Wahyu dengan judul Tragedi di Taman Eden, di Sekertariat sanggar Bengdrafi Kupang. Jalan Kedondong, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT, Kamis, 9 Juli 2020, pukul 19.00 Wita.

"Pementasan wayang wahyu adalah cerita khusus yang diambil dari isi Alkitab," Hal itu disampaikan Joko Bayu, yang juga merupakan Dalang dalam pentasan wayang wahyu sekaligus ketua sanggar Bengdrafri, ketika dikonfirmasi, Tagar, Sabtu 4 Juli 2020.

Pria kelahiran Solo, 28 Februari 1957 itu menjelaskan, pementasan wayang wahyu ini akan diawali dengan sejarah wayang wahyu, sedangkan tujuan pemenetasannya sebagai media khotbah tentang isi Alkitab yang menjadi pedoman dan penuntun kehidupan serta sebagai wadah sosialisasi seni wayang dan budaya bagi masyarakat Kota Kupang.

Pementasan wayang wahyu adalah cerita khusus yang diambil dari isi Alkitab.

"Teknik pementasannya yaitu satu tim kerabat kerja, dalang dan crew pentas. Selain pementasan wayang wahyu, Bengdrafi juga akan mementaskan wayang umum seperti cerita kehidupan manusia yang dikemas dalam bentuk wayang komedi," urainya.

Ia menegaskan, bagi penonton yang yang akan menyaksikan pementasan seni wayang wahyu ini, wajib mentaati protokol kesehatan standart nasional.

"Penonton  wajib memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sebelum masuk lokasi pementasan. Kami akan kordinasi dengan petugas setempat untuk memeriksa suhu tubuh bagi panitia dan penonton," tegasnya.

Joko Bayu, mengisahkan, Bengkel Drama Dan Film Kupang (Bengdrafi) didirikan sejak tanggal 28 Oktober 2008 oleh Joko Bayu Prasetyo,Simon Petrus Dira Tome dan Ernest Ludji. Bengdrafi sudah berusia 12 tahun, ujarnya.

Menurutnya, antusias dan apresiasi masyarakat khususnya di Kota Kupang terhadap seni pertunjukan teater, cukup bagus.

"Hal itu terbukti setiap kali Bengdrafi mengadakan Pementasan teater, audience, penonton selalu penuh di gedung pertunjukan," ujanya.

Generasi Muda Kurang Tertarik

Generasi muda Kota Kupang kurang tertarik untuk ikut bergabung di group teater. Peminat untuk menjadi pemain teater sangat minim.

"Sebenarnya menurut pengamatan saya sebagai pekerja dan pegiat seni teater di Kota Kupang, bakat dan kemampuan orang muda sangat bagus, namun minim sekali anak muda yang mau bergabung dan belajar main teate," tuturnya.

Ia sangat menyayangkan bahwa kebanyakan orang muda tidak serius menekuni dunia seni peran (Teater), mungkin ada anggapan bahwa terjun dalam dunia seni peran tidak mempunyai masa depan yang menjanjikan.

"Bagi para pencinta seni dan penonton yang akan menyaksiakan pementasan seni wayang wahyu ini tidak perlu cemas, karena pementasan ini tidak dipungut biaya alias gratis, namun para penonton wajib mengikuti protokol kesehatan," ujarnya. []

Berita terkait
Kreator Komik Menjaga Eksistensi Wayang Jawa Timur
Meski sebagai kreator komik, Danar Dwi Putra ingin membuat ulang wayang Jawa Timuran yang sudah sangat sulit ditemukan.
Azis Gagap, Sule dan Deretan Wayang Keluar dari OVJ
Berikut Tagar rangkumkan sejumlah wayang OVJ yang memutuskan keluar dari program komedi sketsa televisi itu.
Tokoh Pewayangan di Satlinmas di Kota Cirebon
Kepada Satlinmas yang baru diresmikan, Azis memberikan nama Pandu Jagat Nata. Nama ini mengandung makna filosofis yang kuat.
0
Mobil Parkir Dekat Pos Polisi di Kulon Progo Dicuri
Mobil milik pedagang tahu hilang di Pasar Wates Kulon Progo beserta dagangannya. Polisi masih menyelidiki kasus ini.