UNTUK INDONESIA
Penjual Bendera di Bantaeng Raih Omzet Jutaan Rupiah
Penjual bendera dan umbul-umbul di Kabupaten Bantaeng meraih omzet hingga jutaan rupiah perhari.
Sadaria, penjual bendera dan umbul-umbul di Kabupaten Bantaeng meraih omzet jutaan rupiah sehari. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Bantaeng - Penjual bendera dan umbul-umbul di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) meraih omzet hingga jutaan rupiah perhari. Khususnya pada bulan Agustus, menjelang hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sehari kadang saya dapat Rp 500 ribu sampai Rp 2.000.000.

Sadaria, 38 tahun salah satu penjual bendera dan umbul-umbul di Kabupaten Bantaeng mengatakan, selain menjual bendera dan umbul-umbul ia juga menjual berbagai pernak pernik berwarna merah putih. Harganya beragam mulai dari Rp 5000 sampai Rp 350.000.

"Dalam sehari kadang saya dapat Rp 500 ribu sampai Rp 2.000.000," kata Sadaria saat ditemui Tagar, Senin, 3 Agustus 2020.

Ia melapak di salah satu sisi jalan Raya Lanto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Dengan membentangkan tali rafia, ia memajang jualannya hingga tampak terlihat jelas oleh orang-orang yang melintas.

Usaha ini digelutinya sejak 11 tahun lalu. Setiap akhir bulan Juli, mobil kanvas langganan akan datang menemuinya dan membawa sejumlah barang, Bendera dan pernak pernik hari kemerdekaan.

"Tahun ini saya menjual mulai 23 Juli kemarin, biasanya memang akhir bulan sudah datang ini barang. Itu saya jual sampai 16 Agustus," kata Sadaria

Sehari-hari, ibu dua anak ini bekerja sebagai tukang sapu. Berdua dengan suaminya. Berjualan bendera adalah selingan dan aktivitas musiman baginya.

Bendera dan umbul-umbul tersebut diperolehnya dari agen penyalur yang berasal dari Bandung. Jika dalam tenggat waktu yang telah ditentukan barang belum laris, maka barang tersebut bisa dikembalikan. Sadaria melapak mulai pukul 07.00 Wita pagi sampai pukul 17.00 Wita setiap hari.

Kata Sadaria, di Bantaeng terdapat tujuh orang pelapak yang menjual bendera dan umbul-umbul seperti dirinya. Namun, semua adalah sanak saudara Sadaria dan menjajakan barang-barang dari satu produsen yang sama.

"Di sini ada tujuh orang tersebar setiap perempatan, tapi semua ambil barang sama saya, memang sudah seperti itu setiap tahun," katanya.

Selain mengandalkan pembeli dari orang-orang yang melintas di jalan raya, Sadaria mengaku telah memiliki pelanggannya sendiri. Ia sudah cukup banyak dikenal pelanggan, baik perorangan maupun kelompok. Beberapa kantor dinas di Bantaeng juga sudah jadi pelanggannya.

"Alhamdulillah sudah ada beberapa, utamanya kantor-kantor. Cuma kalau tahun lalu mereka sudah ambil biasanya tahun ini tidak, nanti tahun depan lagi baru datang," katanya. []

Berita terkait
Bantaeng Dapat 150 Ekor Sapi dari Dompet Dhuafa
Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapat 150 ekor sapi dari program Tebar Hewan Kurban (THK).
Perubahan Upacara HUT Kemerdekaan RI di Bantaeng
Ada sejumlah perubahan saat pelaksanan upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Bantaeng, Sulsel dengan tahun sebelumnya. Berikut ini perubahannya.
Kata Dokter Bantaeng Soal Makan Daging Berlebihan
Mengonsumsi daging secara berlebihan ternyata bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
0
Penjual Bendera di Bantaeng Raih Omzet Jutaan Rupiah
Penjual bendera dan umbul-umbul di Kabupaten Bantaeng meraih omzet hingga jutaan rupiah perhari.