Penggemar Sepak Bola di Eropa Frustrasi Karena Pembatasan

Fans sepak bolah Eropa frustrasi karena tidak bisa menyaksikan langsung laga klub kesayangan mereka di Euro 2020 karena pembatasan Covid-19
Masih belum jelas apakah para fans bisa menonton langsung pertandingan favorit mereka (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Penggemar sepak bola di seluruh Eropa sungguh menantikan kejuaraan Euro 2020. Namun, dengan adanya pembatasan perjalanan, kapasitas stadion, dan alokasi tiket yang belum jelas, keseruan pun jadi terbatas. Matt Ford melaporkannya untuk dw.com/id.

Turnamen kejuaraan sepak bola Eropa, Piala Euro, yang akan berlangsung di 11 kota di benua biru ini selalu jadi hal yang luar biasa bagi para penggemar sepak bola. Penggemar rela bepergian dari satu negara ke negara lain demi bisa menonton langsung tim jagoannya berlaga. Tapi, sekarang pandemi memaksa turnamen ini ditunda selama 12 bulan dan banyak komplikasi lainnya.

Sudah 15 bulan berlalu sejak infeksi virus corona pertama kali dilaporkan di Eropa, dan sebagian besar liga sepak bola di Eropa harus menyelesaikan pertandingan pada musim laga nyaris tanpa penonton sama sekali.

Tidak ada fans yang hadir untuk menyaksikan Atletico Madrid mengungguli Barcelona dan Real Madrid di Liga Spanyol untuk kedua kalinya dalam 17 tahun. Tidak ada juga fans Lille yang dapat melihat gelar Ligue 1 yang pertama kali diraih klub Prancis ini selama satu dekade.

Namun keadaan berangsur membaik. Setidaknya pada hari Sabtu, 29 Mei 2021, sekitar 250 fans FC Bayern München, klub Jerman, bisa secara langsung melihat tim kesayangan mereka mengangkat trofi Bundesliga di Stadion Allianz Arena di München.

1. Boleh Menonton di Stadion? Tergantung!

Dalam tiga minggu mendatang, stadion yang sama berharap bisa menyambut 14.500 penggemar bola untuk pertandingan Euro 2020 Jerman melawan Prancis (15 Juni 2021), Portugal (19 Juni 2021) dan Hongaria (23 Juni 2021), ditambah potensi berlaga di perempat final pada 2 Juli 2021 jika angka infeksi virus corona cukup rendah dan memungkinkan.

Pada akhir April, kota München hampir saja mengalami nasib yang sama seperti Bilbao dan Dublin, yang dilarang mengadakan pertandingan oleh UEFA setelah otoritas lokal tidak bisa menjamin pertandingan dengan penonton di dalam stadion.

Dalam kasus München, UEFA mengatakan telah "diberitahu bahwa otoritas yang bertanggung jawab telah mengizinkan empat pertandingan dengan setidaknya 14.500 penonton."

Stadion Allianz Arena di MünchenStadion Allianz Arena di München kosong selama musim Bundesliga, tapi UEFA berharap bisa ada 14.500 penggemar di Euro 2020 (Foto: dw.com/id)

Namun, Walikota München, Dieter Reiter, tetap mengingatkan: "Apakah pertandingan berlangsung dengan penonton, atau berapa banyaknya, tidak ada yang bisa mengatakannya. Belum ada jaminan adanya penonton."

Senada dengan Reiter, juru bicara otoritas Jerman yang bertanggung jawab di bidang olahraga mengatakan bahwa izin adanya penonton atau tidak sangat bergantung pada tingkat infeksi.

Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) hanya bisa mengonfirmasi bahwa skenario kapasitas minimal 14.500 di München bisa dianggap realistis, tetapi "penyesuaian mungkin diperlukan jika otoritas lokal melihat adanya bahaya bagi kesehatan masyarakat akibat COVID-19. "

2. Singkat Kata, Semuanya Belum Pasti

Dan bagi sebagian penggemar sepak bola yang ingin menonton langsung di stadion, turnamen ini jadi tidak lagi asyik.

Pembatalan tiket dan pembatasan perjalanan

Pekan lalu, UEFA mulai membatalkan ribuan tiket yang telah dibeli pada tahun 2019 dengan alasan adanya pembatasan kapasitas penonton. Sepuluh dari sebelas stadion tuan rumah hanya boleh beroperasi dengan jumlah penonton dibatasi, dan hanya Stadion Puskas Arena di ibu kota Hongaria, Budapest, yang boleh diisi penuh.

Tapi UEFA terus mengiklankan kursi penonton dengan harga mahal, pada saat yang sama para sponsor memberikan tiket gratis untuk promosi. Ini membuat para fans sepakbola frustrasi.

"Ini hanya menunjukkan bahwa bukan penggemar yang utama bagi mereka, tapi uang," kata John, seorang penggemar tim Inggris yang secara teratur mengikuti pertandingan tim di seluruh Eropa. Tapi kali ini John memutuskan untuk tidak menonton langsung karena adanya pembatasan perjalanan antara Inggris dan tempat tinggalnya di Jerman.

John tidak sendirian. Para pelancong yang tiba di Inggris Raya dan di Belanda, saat ini masih wajib dikarantina selama sepuluh hari. Sedangkan Denmark sama sekali tidak mengizinkan pelancong dari luar negeri untuk masuk.

Di München sendiri, aturan karantina tergantung dari mana asal penggemar tersebut. Sedangkan Azerbaijan mencabut larangan bepergian bagi warga negara dari negara-negara yang bertanding di Baku. Aturan berbeda diterapkan Hongaria. Di sana, pemegang tiket penonton tidak diharuskan menjalani karantina. Demikian pula di Rumania, asalkan mereka hanya tinggal di Rumania tidak lebih dari tiga hari.

3. Penggemar Bingung dan Frustrasi

Tim Jerman akan memainkan tiga pertandingan grup ditambah potensi pertandingan perempat final di München. Ini berarti para penggemar yang tinggal di Jerman dan tiketnya belum dibatalkan tidak perlu bepergian ke luar negeri.

Tapi bagaimana kalau tim jagoan mereka harus bepergian ke luar negeri? Bagi penggemar seperti Lars yang secara teratur mengikuti dan menonton tim nasionalnya di luar negeri ini sangat menjengkelkan.

"Menjengkelkan karena pertandingan terjadi di begitu banyak negara berbeda dan tidak di satu negara tuan rumah yang kemudian bisa kita kunjungi," gerutu Lars. Baginya, tim Jerman bermain di Münich itu membosankan. " .… Itu sudah biasa, saya pernah ke sana sebelumnya."

"Kalaupun kau punya tiket, duduk sendiri memakai masker sepanjang pertandingan bukanlah bayangan saya tentang sepak bola," kata Lars.

Penggemar tim Inggris bernama John juga sependapat. "Lagi pula itu tidak akan terlalu menyenangkan; saya hanya akan menonton di pub. Mudah-mudahan saya bisa melakukan perjalanan ke kualifikasi Piala Dunia di Polandia dan Hongaria di bulan September 2021." (ae/hp)/dw.com/id. []

Berita terkait
Tim UEFA Kaji Situasi Jelang Laga Sepak Bola Euro 2020
Tim inspektur Uni Sepak Bola Eropa kunjungi stadion di St. Petersburg, Rusia, untuk mengkaji situasi apakah fans bisa saksikan laga secara langsung
UEFA Blunder, Piala Eropa Masih Disebut EURO 2020
UEFA melakukan blunder hanya karena ingin mempertahankan sebutan EURO 2020 meski turnamen itu digelar pada 2021. Ciutan di Twitter pun dihapus.
Italia, Tim Paling Dihindari di EURO 2020
Italia menjadi tim yang dihindari di EURO 2020. Performa gemilang di babak kualifikasi membuat Gli Azzurri bakal diperhitungkan di putaran final.
0
Penggemar Sepak Bola di Eropa Frustrasi Karena Pembatasan
Fans sepak bolah Eropa frustrasi karena tidak bisa menyaksikan langsung laga klub kesayangan mereka di Euro 2020 karena pembatasan Covid-19