Bogor – Pengangguran masih menjadi salah satu pekerjaan rumah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, angka pengangguran di kabupaten ini masih cukup tinggi. Dalam setahun saja, angka pengangguran di Bumi Tegar Beriman bertambah sebanyak 6.222 jiwa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017, jumlah warga yang tak memiliki pekerjaan ada sekitar 248.368 orang. Sedangkan pada tahun 2018, angkanya bertambah menjadi 254.590 jiwa.

Dari data yang ada selama dua tahun belakangan, jika dipersentasekan maka kenaikan sampai 0,2 persen. Jumlah itupun didominasi oleh para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 136.782 jiwa dari jumlah keseluruhan di Kabupaten Bogor.

Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani menjelaskan, pengangguran lulusan SMA mendominasi sebesar 53,73 persen dari keseluruhan di Kabupaten Bogor.

Ujang melanjutkan, lulusan Diploma (D1,2,3) jumlah pengangguran sebanyak 12.643 orang (4,97 persen) dan sarjana sebanyak 13.199 orang (5,18 persen).

"Pada tahun 2017, pengangguran 9,55 persen atau 248.368 orang dari jumlah penduduk, sedangkan di tahun 2018 sebanyak 9,75 persen (254.590 orang), atau meningkat 0,2 persen," jelasnya.

Menurut dia, salah satu penyebab meningkatnya angka pengangguran karena ada beberapa perusahaan tutup dan pindah ke luar Kabupaten Bogor, yang kemudian berujung kepada pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawan.

Selain itu, penduduk Kabupaten Bogor yang bekerja di luar seperti Depok, Jakarta, Bekasi, dan wilayah lainnya yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor ada juga yang habis kontrak kerjanya. []

Baca juga: