Amien Rais Racik Partai Ummat Jadi Cerminan Islam Kafah

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai kehadiran Partai Ummat AMien Rais jadi cerminan Islam kafah
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai kehadiran Partai Ummat jadi cerminan Islam yang kafah. (foto: istimewa).

Jakarta - Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai kehadiran Partai Ummat yang dibentuk eks pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dapat menjawab kebutuhan partai politik (parpol) yang terang-terangan memakai simbol Islam.

"Saya pikir lahirnya Partai Ummat ini menjawab kebutuhan mendesak adanya partai yang secara riil menggunakan simbol Islam dalam kompetisi politik," ujar Wasisto dalam pesan singkatnya kepada Tagar, Minggu, 4 Oktober 2020.

Mencerminkan bahwa itu benar-benar partai yang murni bernafaskan Islam yang kafah.

Menurut Wasisto, parpol-parpol yang ada sebelumnya dan bernafaskan Islam lebih condong menggunakan nama-nama non-Islami seperti 'pembangunan' atau 'kebangkitan'.

Baca juga: PA 212 Harap Partai Ummat Amien Rais Tegas Lawan Rezim Zalim

"Namun, belum secara resmi memakai atribut nama yang itu mencerminkan bahwa itu benar-benar partai yang murni bernafaskan Islam yang kaffah," ucapnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengaku sulit membayangkan parpol baru Amien Rais tersebut dapat tumbuh besar. Hal itu mengingat simbol yang melekat pada namanya terlalu terbatas dan tendensius pada golongan tertentu.

"Terlebih tokoh-tokoh yang terlibat pun miliki afiliasi yang terbatas, tidal plural, dan beragam, akan menyulitkan Partai Ummat untuk memupuk simpati publik. Kondisi dapat menggambarkan jika simpatisan parpol Ummat adalah golongan tertentu," kata Dedi kepada Tagar.

Baca juga: Partai Ummat Amien Rais Disarankan Contoh Gerindra dan NasDem

"Semisal simpatisan gerakan PA 212, atau kelompok fanatik pengkritik pemerintah," tuturnya.

Sebelumnya, eks Ketua MPR periode 1999-2004 Amien Rais menyampaikan pengumuman nama partai baru yang didirikannya karena sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai berlogo matahari terbit.

"Mukaddimah Partai Ummat," ujar Amien Rais seperti dilihat Tagar dalam akun YouTube kanal Amien Rais Official, Kamis, 1 Oktober 2020.

Dalam kesempatan itu, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan partai barunya tersebut akan melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

"Partai Ummat akan bekerja dan berjuang memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan semua aturan demokrasi universal," ucap Amien Rais. []

Berita terkait
Slogan PAN Adalah Amien Rais Sudah Tamat
slogan "Amien Rais adalah PAN, PAN adalah Amien Rais" sudah tidak berlaku sejak mantan ketua MPR itu mendirikan partai baru, Partai Ummat.
Pengamat Sebut Amien Rais Berjibaku Rebut Suara di Pemilu
Kedepan Partai Ummat bentukan Amien Rais harus berjibaku merebut suara di pemilihan umum (Pemilu) melawan partai-partai lain.
Membaca Arah Amien Rais Nahkodai Partai Ummat
Pengamat politik Karyono Wibowo menilai Partai Ummat sangat lekat dengan ideologi politik perubahan yang Amien Rais inginkan.
0
Dewas KPK Pecat Penyidik Robin Terkait Suap Tanjung Balai
Dewan Pengawas KPK memecat penyidik Stepanus Robin Pattuju karena terbukti berhubungan dengan perkara Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.