Jakarta - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pandai bermain kata-kata dalam setiap ucapannya di depan publik. Permainan kata-kata mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini menjadi perhatian masyarakat.

"Sesuai dengan latar belakang pendidikannya sehingga memiliki kemampuan ahli tata kata dalam memandang persoalan dan menangani masalah kota dilihat dari sudut pandang persoalan kata," kata Nirwono kepada Tagar, Selasa, 25 Juni 2019.

Nirwono mengatakan Gubernur Anies ahli dalam menggunakan kata-kata dalam memandang segala persoalan Jakarta. Padahal, menurut Nirwono, perkataan Anies itu tidak menunjukkan solusi dari berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta

sehingga memiliki kemampuan ahli tata kata

"Dengan kekuatan kata mencoba mengatasi persoalan kota. Tetapi yang terjadi permainan kata-kata dan pengalihan masalah kota," ucap dia. 

Dia mencontohkan program Gubernur Anies tentang rumah DP nol rupiah. Nirwono mengatakan hingga sekarang ini program rumah DP nol persen tidak jelas juntrungannya.

"Misalkan, program rumah murah DP nol rupiah yang kini berganti menjadi (rumah) samawa (solusi rumah warga) konkretnya dan bagaimana masyarakat Jakarta mendapatkan rumah dengan mudah dan murah serta terjangkau. Sampai sekarang belum terjawab jelas dan tuntas serta bagaimana pelaksanaannya," ujarnya. 

Sama halnya dengan persoalan reklamasi yang sekarang ini heboh. Nirwono menuturkan Gubernur Anies juga tidak menepati janji saat kampanye untuk menyetop reklamasi.

"Dalam hal reklamasi masyarakat harus fokus pada kelanjutan pulau-pulau (bukan daratan) reklamasi yang sudah terbangun. Harusnya semua kembali fokus pada pulau-pulau reklamasi yang sudah terbangun saja. Pastikan dalam keadaan status quo sehingga semua pihak harus menahan diri. Tidak boleh ada kegiatan fisik di lokasi. Tidak boleh ada proses permohonan izin apa pun," tuturnya. 

Oleh sebab itu, Nirwono berharap masyarakat tidak terjebak dalam permainan kata-kata Gubernur Anies. Atau penggunaan istilah-istilah yang digunakan Anies dalam setiap ucapannya di publik.

"Media dan masyarakat Jakarta pasti lebih cerdas membaca pernyataan dan penjelasan Gubernur Anies. Yang perlu dicermati adalah substansi persoalan yang ingin disampaikan dan tidak terjebak dengan permainan kata atau istilah-istilah lain yang seringkali membingungkan dan tidak fokus pada pokok persoalan," ujarnya. 

Baca juga: