Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dibidik target pembunuhan lewat senjata eksekutor diduga perintah Kivlan Zen. Meski nyawanya terancam melayang, Yunarto mengaku tak menaruh dendam terhadap tersangka yang ingin membunuhnya.

Pria yang akrab disapa Mas Toto itu mengatakan sudah memberi ampunan tanpa dendam membekas. Yunarto mengutarakan hal tersebut lewat akun Twitter miliknya @yunartowijaya pada Selasa 11 Juni 2019.

"Sama seperti yg pernah saya tulis, sudah tak ada dendam lagi dari saya dam keluarga baik buat yang jadi perencana atau pun eksekutor," cuit Mas Toto.

Di sibaknya rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei yaitu dirinya membuat Mas Toto mendapatkan pelajaran hidup yang berharga tentang bagaimana harus bersikap.

"Dari situasi-situasi seperti ini saya belajar tentang apa itu kasih, termasuk ketika bisa maafkan yang memusuhi kita. Ayo terus mencintai Indonesia," tambah cuitnya.

Seperti diketahui, pembidik Yunarto Wijaya berinisial H Kurniawan alias Iwan telah ditahan kepolisian pada 21 Mei 2019. Dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa 11 Juni 2019, Iwan mengaku diberi mandat mencari senjata dan mendapatkan eksekutor untuk mengeksekusi.

"Saya diberi uang Rp 150 juta untuk beli senjata laras pendek dua pucuk dan laras pendek. Uang dalam bentuk dolar Singapura," ujar Iwan dalam video yang ditayangkan dalam jumpa pers di Kemenkopolhukam.

Baca juga: