UNTUK INDONESIA
Penerjun Payung di Jogja Air Show Tercebur ke Sungai
Salah seorang penerjun payung dalam gelaran Jogja Air Show 2019 mengalami insiden gagal mendarat dan tercebur ke muara sungai.
Petugas gabungan mengevakuasi korban, penerjun payung Jogja Air Show yang gagal mendarat karena berlabuh di muara Sungai Opak Depok Parangtritis Bantul, DIY. (Foto: Antara/Hery Sidik)

Bantul - Salah seorang penerjun payung dalam gelaran Jogja Air Show 2019 mengalami insiden gagal mendarat di landasan pacu Depok. Ia justru tercebur di muara sungai opak yang memiliki kedalaman sekitar tiga meter lantaran terhempas angin kencang.

Sejumlah petugas gabungan dari Ditpolair Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas), serta Satlinmas Depok Parangtritis akhirnya mengevakuasi penerjun yang diketahui bernama Ramli itu dengan perahu nelayan dan membawanya ke tepian sungai.

Korban sudah mau tenggelam.

Salah seorang dari tim penyelamat, anggota Ditpolair Polda DIY, Brigadir Agustus Bayu Sakti, mengatakan insiden itu bermula ketika korban berniat mendarat di runway Depok, namun tiba-tiba terempas angin kencang sehingga harus mendarat darurat di muara Sungai Opak, Laguna Depok.

"Kita sudah melihat korban menjauhi dari landasan (Depok), satu (penerjun) turun di tengah (sungai) dan tiga penerjun di pinggir, mendarat dengan selamat," kata dia, Sabtu, 24 Agustus 2019, melansir Antara.

"(Sesaat setelah mendarat di sungai, red.) Korban sudah mau tenggelam. Perahu nelayan sudah sampai korban kita angkat, kita lakukan penanganan pertama, syukur korban bisa sadar dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit," katanya.

Sementara Brigadir Nasution, seorang penerjun payung dari Polairud Polda DIY yang mendarat darurat dengan selamat di Sungai Opak, Laguna Depok itu, mengatakan awalnya ada 12 penerjun yang dibagi untuk terjun dari ketinggian masing-masing 6.000 feet, 5.000 feet, dan 4.000 feet.

Akan tetapi, usai para penerjun membuka parasut, payung berjalan mundur karena terempas angin kencang. Akibatnya, para penerjun diakui Nasution tidak bisa bergerak maju, sehingga yang dilakukan oleh para penerjun yakni mencari pendaratan yang aman.

"Karena angin sangat besar dan kencang, yang mendarat di landasan ada satu, lainnya kebuang. Ada yang di Pantai Parangtritis ada yang di Laguna Depok ini," katanya.

akarta, pada Sabtu-Minggu, 24-25 Agustus 2019. Acara merupakan helatan ke-13 dari agenda wisata tahunan Dinas Pariwisata DIY dengan Pangkalan Udara Militer (Lanud) Adisutjipto. []Diketahui, Jogja Air Show 2019 digelar di Pantai Depok Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu-Minggu, 24-25 Agustus 2019. Acara merupakan helatan ke-13 dari agenda wisata tahunan Dinas Pariwisata DIY dengan Pangkalan Udara Militer (Lanud) Adisutjipto. []

Berita terkait
Aksi Terjun Payung Meriahkan Pameran Peralatan Perang HUT TNI
"Kita pingin hibur masyarakat Aceh, ini juga bagian dari profesionalisme TNI untuk rakyat," ujar Teguh.
Andong Berbasis Aplikasi di Yogyakarta
Andong atau delman, transportasi kereta yang ditarik kuda di Yogyakarta, bergaya baru, sekarang anda bisa memesan Andong menggunakan aplikasi.
Jogja Air Show ke-13, Tingkatkan Pariwisata Yogyakarta
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X meminta penyelenggaraan pameran kedirgantaraan tidak dipandang eksklusif oleh masyarakat.
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.