UNTUK INDONESIA
Penculikan Anak di Makassar Hanya Prank
Kasus penculikkan di kota Makassar terhadap pelajar kelas 3 SMP ternyata hanya prank. Ini kronologinya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko saat ditemui di Mapolrestabes Makassar. (Foto: Tagar/Lodi Aprianto)

Makassar - Kasus penculikan anak yang dialami oleh salah seorang pelajar kelas 3 SMP, inisial VB di Kota Makassar, akhirnya terungkap. Polisi sebut jika penculikan yang dilakukan kelompok pria bertopeng ini hanya rekayasa atau prank.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko. Dia menegaskan bahwa laporan dugaan penculikan anak di Kota Makassar yang dilakukan sekelompok pria bertopeng tidak benar adanya alias hoaks.

"Penculikan Hoaks. Itu hanya prank jadi orang tua itu kena prank," kata Indratmoko kepada Tagar, Jumat 24 Januari 2020.

Dia pergi ke rumah temannya dan bermalam dua hari. Karena takut dimarahi, jadi anak ini buat rekayasa atau mengaku diculik.

Dia menjelaskan, dalam laporan penculikan ini, VB atau anak tersebut melakukan rekayasa penculikan dirinya kepada orang tuanya. Hal itu dilakukan karena anak ini sebelumnya takut pulang ke rumahnya usai pergi bermalam ke rumah temannya selama dua hari.

"Dia pergi ke rumah temannya dan bermalam dua hari. Karena takut dimarahi, jadi anak ini buat rekayasa atau mengaku diculik," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan penculikan anak terjadi, Minggu 19 Januari 2020, sekitar pukul 18.00 WITA. Kala itu, korban yang hendak pulang kerumahnya tiba-tiba dicegat dan ditahan oleh sekelompok pria bertopeng di lorong rumahnya. Kemudian, anak ini diduga dibius lalu dinaikkan ke mobil dan dibawa pergi di salah satu rumah kosong di Kota Makassar Sulsel.

Menurut Meti, 60 tahun, tante korban, peristiwa yang menimpa keponakannya tersebut telah di laporkan ke aparat kepolisian di Mapolrestabes Makassar atas tuduhan penculikan anak. Dan ia laporkan kejadian tersebut pada Selasa 21 Januari 2020, usai korban ditemukan selamat setelah berhasil kabur dari sekelompok pria penculik anak.

"Jadi dia diculik Minggu 19 Januari 2020, pukul 18.00 WITA. Awalnya mau pulang ke rumah dan dari rumah tantenya, dia itu belum sampai di rumah, baru di lorong kemudian dicegat enam orang. Pelaku laki-laki semua memakai masker," kata Meti saat ditemui dirumahnya di Jalan Bonto Daeng Ngirate, Kota Makassar, Kamis 23 Januari 2020.

Hingga saat ini, VB atau anak yang dilaporkan jadi korban penculikan sekelompok pria masih menjalani pemeriksaan intesif di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kota Makassar. []

Berita terkait
Tim Barongsai TNI Ramaikan Imlek di Makassar
Prajurit TNI dari Batalyon Armed 6 Divisi 3 Kostrad akan meramaikan perayaan Imlek di Makassar dengan pentas Barongsai.
Anak di Makassar Korban Penculikan Orang Bertopeng
Seorang anak di kota Makassar menjadi korban penculikan orang yang mengenakan topeng saat pulang jam sekolah.
Warga Tionghoa Berburu Tebu di Pasar Bacan Makassar
Jelang Imlek, pasar tradisional di kota Makassar mulai dikunjungi warga Tionghoa untuk membeli kebutuhan Imlek.
0
Samosir Music International 2020 di Danau Toba
Samosir Music International (SMI) kembali akan digelar di kawasan Danau Toba, Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupeten Samosir.