Penangkapan Vandalisme Geng Morenza di Bantul Yogyakarta

Aksi vandalisme geng pelajar sekolah swasta di Kota Yogyakarta tertangkap di Bantul. Sebelum diangkut kantor polisi, disuruh berendam di sungai.
Pelaku vandalisme geng pelajar sekolah swasta di Kota Yogyakarta saat digelandang ke Polres Bantul. (Foto: Tagar/Faya Lusaka Aulia)

Bantul - Beberapa pelajar diamankan oleh Polres Bantul setelah melakukan aksi vandalisme. Beberapa pelajar dari salah satu SMK swasta di Kota Yogyakarta telah melakukan aksi vandalisme di sebuah Gudang milik Bowo yang berada di Jalan Samas, Dusun Siten 005, Desa Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.

Kepala Unit Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan 21 pelajar yang masih di bawah umur diamankan oleh Polres Bantul setelah mendapat laporan dari warga atas aksi vandalisme yang dilakukannya. Aksi vandalisme tersebut terjadi Senin, 28 Desember 2020 sekitar pukul 16.00 WIB. “Ada 21 pelajar di bawah umur yang kami tangkap atas aksi vandalisme yang telah dilakukannya,” katanya saat jumpa pers Selasa, 29 Desember 2020.

Baca Juga:

Gudang milik Bowo tersebut menjadi korban dari aksi vandalisme dari beberapa pelajar SMK. Gudang dicoret-coret dengan tulisan “Morenza” yang merupakan nama sebuah geng dari SMK swasta tersebut.

Kronologi awal atas penangkapan terhadap sejumlah pelajar yang masih dibawah umur ini, sekitar pukul 17.00 WIB saksi mata, Riyan, warga Dusun Siten 005, Desa Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul melihat ada aksi vandalisme di tembok gudang milik Bowo. Kemudian saksi melaporkan kepada warga Dusun Siten, kemudian warga mendatangi lokasi untuk menanyakan kepada para pelajar tersebut apakah sudah mendapat ijin atau belum.

Kami melakukan pengamanan untuk mengantisipasi kejahatan malam, yang bisa saja berawal dari aksi vandalisme ini.

Setelah dikonfirmasi ternyata para pelajar tersebut melakukan aksi vandalisme tanpa seizin dari pemilik gudang. Akhirnya atas inisiatif dari ketua RT, Yulianto, sejumlah pelajar SMK tersebut disuruh untuk menutup tulisan dari hasil vandalisme dengan menggunakan cat warna abu.

Setelah tembok kembali bersih sejumlah pelajar kemudian disuruh untuk bernyanyi, kemudian sekitar pukul 19.45 WIB 21 pelajar oleh warga diminta untuk masuk ke sungai Winongo kecil. Mereka disuruh tiduran di sungai tersebut sebagai sanksi sosial sekaligus menghindari lemparan batu dari warga lain yang geram dengan aksi vandalisme yang dilakukan.

Baca Juga:

AKP Ngadi mengatakan proses pengamanan sejumlah pelajar yang masih dibawah umur ini sebagai bentuk antisipasi kejahatan malam oleh remaja atau klitih. Karena menurutnya kejahatan malam dapat berawal dari aksi-aksi seperti vandalisme ini. “Kami melakukan pengamanan untuk mengantisipasi kejahatan malam, yang bisa saja berawal dari aksi vandalisme ini,” jelas AKP Ngadi.

Saat ini 21 pelajar SMK tersebut mendapat pembinaan oleh pihak Polres Bantul, sedangkan barang bukti berupa 11 motor beserta 2 pilox hasil iuran diamankan di Polsek Bambanglipuro. Sementara untuk kasus ini Polres Bantul masih melakukan pendalaman. []

Berita terkait
Janjian Tawuran Massal Jelang Subuh ala Pelajar Yogyakarta
Puluhan pelajar SMA di Sedayu, Bantul, Yogyakarta batal tawuran usai ketahuan polisi. Mereka kocar-kocir. Sebagian ditangkap di Minggir Sleman.
Geng Pelajar Tawuran di Bantul Motif Pencarian Jati Diri
Tujuh pelajar yang akan tawuran berhasil ditangkap petugas kepolisian di Bantul Mereka berasal Yogyakarta, Kulon Progo dan Magelang.
Geng Pelajar Bawa Pedang Mau Tawuran Ditangkap di Bantul
Pelajar bawa pedang dan gear hendak tawuran. Namun terendus polisi dan menangkapnya di Bantul, Yogyakarta. Tujuh bocah ditangkap beserta dua motor.
0
UU Gereja Katolik Tentang Pelecehan Seksual Direvisi Paus
Paus Fransiskus membuat perubahan besar pada undang-undang Gereja Katolik tentang pelecehan seksual melalui revisi