Makassar - Belakangan ini marak ditemukan sejumlah remaja melakukan kegiatan perilaku seks bebas meski dalam suasana bulan Ramadan. Seperti yang baru-baru terjadi di Maros, Sulawesi Selatan, dimana seorang gadis berusia 16 tahun diperkosa oleh tujuh orang pemuda. Perilaku seperti ini menurut Psikolog Universitas Bosowa, Titin Florentina disebabkan beberapa faktor.

"Paling umum, perilaku itu disebabkan masa puber dimana terjadi perubahan dan sudah mulai berfungsi optimalnya organ reproduksi pada manusia. Tapi tidak mendapatkan informasi yang tepat baik dari keluarga hingga sekolah, mengakibatkan mereka melakukan eksplorasi sendiri," kata wanita yang akrab disapa Flo, Sabtu 18 Mei 2019.

Selain itu, kurangnya persiapan seorang anak untuk menghadapi masa puber. Banyak anak tidak di beritahu secara psikologis tentang perubahan bentuk tubuhnya. Padahal kata Flo pendidikan soal seks harus mereka peroleh dengan benar.

"Bahkan pendidikan seksual seyogyanya diberikan sejak usia dini. Ketika mereka mengenal bagian tubuh mereka dan bagian alat kelaminnya. Mulai dari pengenalan nama hingga fungsinya serta bagaimana menjaga bagian tubuh reproduksinya agar tetap aman," ujarnya.

Tak hanya soal pendidikan seks, hal lain yang membuat seorang anak melakukan perilaku hidup bebas karena kurangnya nilai-nilai moral tentang agama terhadap baik atau buruknya perilaku berelasi dengan lawan jenis.

"Sehingga ketika mereka melihat contoh dari media, baik itu dari bacaan, tontonan yang tidak pantas dilihat oleh mereka dianggap sebagai contoh perilaku yang harus mereka tiru. Kemampuan berfikir antisipasi terhadap adanya masalah kedepannya belum dipahami oleh remaja," lanjutnya.

Flo juga mengatakan, pemahaman orang tua dan lingkungan terhadap perilaku seksual sebelum menikah masih minim, sehingga menyebabkan remaja tidak diberi pengawasan dengan benar. Tidak diberi kegiatan yang dapat memfasilitasi dorongan seksual remaja saat terjadi perubahan hormon tersebut.

"Pengawasan dari lingkungan, warga, pemerintah setempat masih kurang. Kerja sama antar keluarga dan lingkungan sekolah serta pemerintah belum sinergi," pungkasnya.

Sebelumnya, Gadis 16 tahun berinisial BT di Maros, Sulawesi Selatan, bersama orang tuanya melapor ke polisi setelah disetubuhi dan dicabuli oleh tujuh anak muda secara bergilir saat waktu sahur 13 Mei 2019 lalu. Polisi, yang bergerak cepat, langsung menangkap lima dari tujuh pelaku. 

Ketujuh pelaku pemerkosaan adalah, AM (27), EW (22), AH (20), RI (18), NA (23), AW (22), dan A (27). Lima orang sudah diamankan Polisi, dua masih dalam pengejaran. []

Baca juga