Pemkot Semarang Larang Perayaan Tahun Baru 2021

Pemkot Semarang membolehkan perayaan Natal dan kegiatan usaha di akhir tahun. Namun kegiatan yang terkait perayaan Tahun Baru dilarang.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membolehkan perayaan Natal dan tempat usaha berkegiatan seperti biasa di masa akhir tahun. Hanya saja pemerintah melarang kegiatan yang terkait dengan perayaan Tahun Baru. (Foto: Tagar/Humas Pemkot Semarang)

Semarang - Pemkot Semarang tegas melarang kegiatan yang terkait dengan perayaan Tahun Baru. Sementara untuk ibadah dan kegiatan usaha di masa akhir tahun tetap dibolehkan.  

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan keputusan yang sedikit berbeda dari daerah-daerah lain ditetapkan di Kota Semarang ini sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi. 

“Untuk itu tolong hargai upaya kami dengan saling kerja sama dan saling menjaga, agar semuanya berjalan baik dan lancar,” kata dia usai rapat koordinasi menghadapi Natal dan Tahun Baru, Kamis, 17 Desember 2020.

Tempat wisata dan tempat usaha silakan beraktivitas seperti biasa, hanya tidak boleh membuat kegiatan yang terkait perayaan Tahun Baru.

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi ini, Pemkot Semarang mempersilakan pelaku usaha tetap berkegiatan seperti biasa. Namun dia menegaskan protokol kesehatan tetap dipatuhi. Kegiatan yang bisa mengundang kerumunan diminta dihindari. 

"Tempat wisata dan tempat usaha silakan beraktivitas seperti biasa, hanya tidak boleh membuat kegiatan yang terkait perayaan Tahun Baru," ucapnya. 

Sementara untuk perayaan Natal, pemerintah juga tidak melarang adanya kegiatan ibadah. Hanya saja ia kembali mewanti agar upaya pencegahan penyebaran Covid-19 tetap diterapkan.   

"Misa juga silakan bagi kawan-kawan yang merayakan Natal, asal SOP kesehatan ditegakkan dengan baik," tegasnya.

Dan sebagai bentuk pengawasan kegiatan di masa libur akhir tahun, Hendi memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan operasi penegakan disiplin protokol kesehatan. Termasuk meningkatkan kewaspadaan pengamanan Natal dan Tahun Baru, sebagai bagian antisipasi tensi politik yang memanas. 

"Mestinya Natal dan tahun baru merupakan kegiatan rutin yang biasa kita selenggarakan, namun karena adanya isu politik yang sedang memanas, maka keamanan harus ditingkatkan eskalasinya," ucapnya. 

Baca juga: 

Kepala Polrestabes Semarang Komisaris Besar Polisi Auliansyah Lubis, menyebutkan bahwa kondisi Kota Semarang terpantau masih kondusif. “Hal-hal yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan tetap menjadi kewaspadaan kami," terang Auliansyah.

"Untuk mewaspadai adanya kemacetan juga kami siapkan Operasi Lilin yang akan dimulai pada 21 Desember besok karena dikhawatirkan terjadi pembeludakan wisatawan yang akhirnya akan berpotensi penyebaran Covid-19," tambahnya. []

Berita terkait
Akhir Tahun, Operasional Wisata dan Mal di Jateng Dibatasi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo minta semua objek wisata dan mal untuk batasi jam operasional saat libur akhir tahun. Hindari kerumunan.
Pemda di Jawa Bali Sepakat Batasi Kegiatan di Akhir Tahun
Jelang akhir tahun, Pemda di Jawa dan Bali sepakat untuk membatasi kegiatan masyarakat. Bali sudah melarang perayaan malam Tahun Baru.
Antisipasi Kerumunan di Kota Semarang saat Tahun Baru
Satlantas Polrestabes Semarang menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mencegah munculnya kerumunan saat momen malam Tahun Baru.
0
Pemprov DKI Bangun Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Mending Bangun Tugu Ojek Online
Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, sebaiknya Pemprov DKI Jakarta membuat tugu ojek online ketimbang tugu sepeda.