Pemerintah Gulirkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Ketiga

Pemerintah gulirkan vaksinasi Covid-19 tahap ketiga untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat rentan
Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono, memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), 24 Mei 2021, di Jakarta. (Foto: setkab.go.id - Humas Setkab/Rahmat)

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai menggulirkan vaksinasi tahap ketiga sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat tahapan vaksinasi untuk melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19. Untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity) pemerintah menargetkan pelaksanaan vaksinasi terhadap sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia.

“Kita memulai tahap ketiga vaksinasi, yaitu vaksinasi untuk masyarakat umum di daerah rentan,” ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, dalam keterangan persnya usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), 24 Mei 2021, di Jakarta.

Guliran vaksinasi tahap ketiga ini, ujar Dante, juga merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat laju vaksinasi dengan target 1 juta dosis dalam satu hari.

jokowi tinjau vaksinasi unileverPresiden Jokowi saat memantau pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong, di pabrik PT Unilever Indonesia, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jabar, 18 Mei 2021, pagi (Foto: setkab.go.id - BPMI Setpres/Lukas)

“Vaksinasi yang sekarang ini pasca-Lebaran itu akan kita tingkatkan. Kita pernah mencapai 500 ribu suntikan per hari, mudah-mudahan kita bisa mencapai 1 juta suntikan per hari pada waktu yang dekat ini dengan berbagai macam upaya,” ujar Dante.

Upaya lain yang telah dilakukan adalah dengan penyederhanaan alur pelaksanaan vaksinasi yang tadinya terdiri dari empat meja menjadi dua meja. Selain itu, terdapat juga program vaksinasi Gotong Royong yang telah digulirkan beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan persnya, Dante juga memaparkan tentang peningkatan kasus yang diprediksi terjadi pasca libur Lebaran tahun 2021 yang dipengaruhi oleh tingginya mobilitas penduduk dan adanya mutasi virus Corona.

“Kita bisa melihat bahwa pada empat hari terakhir, maka kasus peningkatan kasus baru itu mencapai di atas lima ribu. Ini menunjukkan bahwa mobilisasi yang terjadi pasca Lebaran dan Ramadan itu sudah mulai terlihat minggu ini. Jadi, kalkulasi prediksi yang kita lakukan mungkin akan mencapai peningkatannya sampai pertengahan Juni yang akan datang,” kata Dante.

Terkait mutasi virus, Dante memaparkan, pihaknya telah mendeteksi keberadaan variant of concern virus Corona yang berasal dari India, Afrika, dan Inggris. Saat ini telah teridentifikasi sebanyak 54 kasus, di mana 35 kasus berasal dari migran atau luar Indonesia sedangkan 19 kasus berasal dari penularan di dalam negeri. “Jadi sudah ada kontak internal, sudah ada penyebaran secara internal dari variant of concern tersebut,” ujar Dante.

Wamenkes pun meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna menghadapi potensi peningkatan kasus Covid-19 ini.

jokowi maluku tengahPresiden Jokowi meninjau vaksinasi massal Covid-19 yang dilaksanakan di kediaman Raja Hitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Kamis, 25 Maret 2021 (Foto: setkab.go.id/Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

“Kombinasi antara faktor eksternal berupa mobilisasi dan faktor endogen berupa mutasi dari virus, menyebabkan kasus ini akan meningkat beberapa saat ke depan. Kita masih tetap harus menjaga protokol kesehatan,” kata Dante.

Dengan terus digulirkannya berbagai upaya penanganan pandemi, seperti program vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan, serta upaya pemulihan ekonomi nasional, Dante optimistis pandemi ini dapat diatasi dengan baik.

“Jadi (dengan) berbagai macam kombinasi tersebut, kita akan menghadapi secara optimistis bahwa pandemi ini akan kita atasi dengan baik,” kata Wamenkes (FID/UN)/setkab.go.id. []

Berita terkait
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Selesai Kurang dari Setahun
Presiden Jokowi menargetkan program vaksinasi di Indonesia akan selesai dalam kurung waktu satu tahun.
Ketersediaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Indonesia 2021
Vaksinasi akan berlangsung awal tahun 2021, Kementerian Kesehatan akan memfokuskan vaksinasi gelombang pertama untuk tenaga kesehatan.
Budi Gunadi Sadikin: Indonesia Vaksinasi 16 Juta per Bulan
Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia dapat melakukan vaksinasi Covid-19 untuk 16 juta rakyat Indonesia per bulan.
0
MAKI Daftarkan Uji Materi soal TWK Pegawai KPK ke MK
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mengajukan uji materi soal tes wawasan kebangsaan pegawai KPK ke Mahkamah Agung yang saat ini menjadi polemik.