UNTUK INDONESIA

Pemerintah akan Rekrut Satu Juta Guru PPPK Tahun 2021

Pemerintah akan merekrut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak tahun 2021.
Ilustrasi guru. (Foto: Tagar/Pixabay)

Makassar - Pemerintah akan merekrut guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) tahun 2021. Pengumuman rencana seleksi guru PPPK tahun 2021 disampaikan langsung Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, secara virtual, Senin, 23 November 2020.

Ma'ruf Amin mengumumkan, pemerintah akan membuka rekrutment guru PPPK bagi guru honorer dan lulusan PPG yang belum mengajar. Ada satu juta kuota seluruh Indonesia yang disiapkan.

"Bagi yang akan mengikuti seleksi, agar mempersiapkan diri dengan baik. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana peserta hanya diberi kesempatan mengikuti ujian satu kali, kali ini peserta diberi kesempatan mengikuti ujian hingga tiga kali," kata Ma'ruf.

Biaya pelaksanaan ujian yang akan diselenggarakan secara online, lanjut Ma'ruf, akan ditanggung oleh pemerintah. Ia berharap, semua guru honorer di sekolah negeri maupun di swasta, memanfaatkan kesempatan ini.

Bagi yang akan mengikuti seleksi, agar mempersiapkan diri dengan baik.

"Seleksi ini akan memberikan kepastian status bagi guru honorer yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan," ujarnya.

Sementara, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, secara virtual menjelaskan, saat ini pemerintah daerah baru menyiapkan sekitar 200.000 formasi guru PPPK. Padahal, kebutuhan yang disiapkan Kemendikbud lebih dari jumlah tersebut.

"Kapasitas formasinya cukup banyak untuk guru honorer, sampai satu juta formasi. Kami meminta agar daerah benar-benar menyiapkan berapa kebutuhannya," kata Nadiem.

Seleksi ini, kata Nadiem, merupakan kesempatan bagi guru honorer di daerah agar bisa diangkat menjadi PPPK. Pengangkatan tersebut akan dimulai pada 2021 dengan mekanisme seleksi yang berkeadilan.

"Pada 2021 merupakan tahun pertama, kita memberikan kesempatan yang adil bagi semua guru honorer untuk bisa menjadi PPPK dengan seleksi yang adil, transparan," tuturnya.

Nadiem mengaku sudah berkeliling Indonesia dan bertemu dengan guru honorer. Meski berstatus guru honorer, ia mengakui jika mereka punya inovasi dan motivasi untuk belajar.

"Cukup banyak guru honorer yang layak dan punya kompetensi menjadi guru yang baik. Karena itu, pemerintah memberikan jawaban, bagaimana kesejahteraan dan kesetaraan martabat mereka," imbuhnya. []

Berita terkait
Pemkot Tangerang Adakan Pelatihan Pendidikan Inklusi Guru
Pemerintah Kota Tangerang bersama Asosiasi Dosen Indonesia adakan pelatihan pendidikan inklusi untuk guru SD dan SMP.
Sejarah Hari Guru Nasional 25 November
Hari Guru Nasional, Pertama kali diperingati tanggal 25 November 1945 bertepatan dengan didirikannya PGRI.
Hari Guru dan HUT PGRI dalam Pusaran Pilkada di Bantul
Hari Guru dan HUT PGRI saat masa kampanye Pilkada 2020. FopDek Bantul berharap perayaan tersebut tak dijadikan konsolidasi dukungan suara paslon.
0
PDIP vs FPI, Rivalitas Nasionalis - Sekuler dan Religius - Islamis
Wasisto Raharjo Jati merespons pernyataan PDIP yang menyarankan agar organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan.