Bogor, (Tagar 12/1/2019) - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan aparat kepolisian bekerja 24 jam mengungkap kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya siswi SMK Baranangsiang.

"Tadi Kapolres sampaikan proses dilakukan 24 jam, sampai kurang tidur, karena terus dikejar. Saya kira ini pendekatannya scientific," kata Bima usai mengikuti kegiatan di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (11/1) dilansir kantor berita Antara.

Baca juga: Netizen Pantau Facebook Andriana, Menunggu Sang Pembunuh Ditangkap

Informasi terkini pembunuhan dara berusia 18 tahun ini juga disampaikan dalam telekonferensi di Makopolresta Bogor, Kapten Muslihat.

Ia menjelaskan bahwa pengungkapan kasus penusukan Andriana menggunakan pendekatan scientific.

"Ada tim khusus yang bertugas, sudah ada pengembangan-pengembangan. Namun, belum bisa disampaikan kepada publik," katanya.

Pendekatan scientific adalah penelusuran melalui teknologi dengan perangkat-perangkat teknologi yang ada sekarang. Penelurusan terkait dengan korban sudah dilakukan melalui akun-akun dan alat komunikasi milik korban.

"Inilah yang sedang dikembangkan oleh teman-teman di kepolisian. Kami terus berkoordinasi," katanya.

Menurut dia, kasus pembunuhan Andriana sudah menjadi atensi publik tidak hanya di Bogor, tetapi di Indonesia.

Banyak orang bertanya kenapa pelaku setega dan sebiadab tersebut melakukan perbuatannya.

"Ini (kasus) perlu ditindaklanjuti," katanya.

Bima menilai kesulitan untuk mengungkap pelaku kejahatan, sementara bukti-bukti seperti rekaman kamera pemantau dan keterangan saksi-saksi sudah ada. Namun, karena belum adanya kecocokan antara keterangan saksi dan CCTV.

"Sampai saat ini belum ada yang cocok, keterangan saksi gimana? Sosok di CCTV di mana? Yang diuji sekarang alibi-alibi itu," katanya.

Bima optimistis aparat kepolisian dapat mengungkap kejahatan tersebut dengan pendekatan scientific yang dilakukan dengan melibatkan Mabes Polri serta Polda Metro Jaya.

Penusukan terhadap siswi kelas XII SMK Baranangsiang Jurusan Busana Andriana Yubelia Noven Cahya terjadi pada hari Selasa (8/1) sekitar pukul 15.55 WIB di gang kecil menuju Jalan Riau.

Lokasi penusukan tidak jauh dari tempat kos Andriana di Jalan Riau. Peristiwa terjadi saat Andriana pulang dari sekolah. Kejadian penusukan terekam kamera pemantau milik warga yang terpasang di ujung gang.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Andri Fiuser terlihat menghindar dari media usai kegiatan telekonferensi yang dihadiri Wali Kota Bogor. Dia tidak memberikan keterangan. []