Bogor, Jawa Barat, (Tagar 11/1/2019) - Sampai hari keempat pasca pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven Cahya, pihak kepolisian belum bisa menangkap terduga pembunuh. 

Netizen memantau akun Facebook Andriana, meninggalkan jejak di antaranya berupa harapan agar pembunuhnya segera tertangkap.

Baca juga: Laki-laki Itu Berdiri di Ujung Gang, Menunggu Andriana

Christian Saragih seorang netizen menulis di kolom komentar: 

"Aku yakin ini orang pasti labil dan psikopat. Sumpah, sama sekali ga ada takutnya. Apa itu cuma kebetulan apa emang udah dipelajari duluan ya, pelaku nusuknya di bagian jantung biar korbannya cepat mati?

Kalau lihat penampilannya di CCTV kayak kucel dan gadal gitu. Mungkin ga dengan korban yang lihat dari foto-fotonya cantik dan modis, pacarannya sama anak gadal gitu?

Aku malah sempat berpikir itu anak terminal brandalan yang pengangguran yang mungkin suka sama korban, tapi si korban malah nolak dan ga gubris. Secara sekarang kan anak muda banyak yang labil, cinta ditolak nyawa melayang."

"Masih nyimak gan, semoga lekas tertangkap si pelaku lakhnat," tulis Galang Pramana.

Shilfiaa menulis, "Terencana sekali pastinya. Sampai-sampai belum ditemukan juga siapa tersangkanya. Gemes."

"Jangan sampai kasus ini lenyap ditelan bumi gitu aja. Sumpah gak rela gua. Harus cepat diusut ini. Secara benar-benar tersusun rapi sampai polisi belum menemukan pelakunya," tulis Anita Puspaningrum.

Abighail Eva, "Up terus sampai si pembunuh ketemu."

Sebelumnya, peristiwa penusukan Andriana terjadi di Bogor, Selasa (8/1) sekitar pukul 15.55 WIB.

Tingginya atensi masyarakat terhadap peristiwa penusukan Andriana, dan ramainya pemberitaan yang menampilkan gambar korban usai ditikam membuat pihak keluarga bersedih.

Kasubag Humas Polresta Bogor AKP Yuni Astuti meminta media untuk menggunakan foto korban dengan gambar ilustrasi agar tidak melukai hati keluarga.

"Kita jajaran Polresta Bogor yang menangani dapat teguran, jadi saya mohon untuk foto korban diganti dengan perumpamaan saja," kata Yuni. 

AndrianaAndriana Yubelia Noven Cahya. (Foto: Facebook/Noven Andriana)

Pria Berinisial S Bukan Pelaku

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan pihaknya tengah melakukan scientific investigation untuk mengungkap pelaku penusukan Andriana yang hingga kini masih dalam pengejaran.

"Ada beberapa bukti elektronik yang sedang kami lakukan scientific investigation, di antaranya handphone korban, media sosial, termasuk kegiatan korban jauh hari sebelum kejadian," kata Hendri di Bogor, Kamis (10/1).

Hendri menjelaskan, banyak kendala yang dihadapi aparat kepolisian dalam mengungkap identitas pelaku penusukan terhadap Andriana karena informasi dan petunjuk yang terbatas.

Menurutnya, meski pelaku penusukan terekam oleh kamera pemantau (CCTV) tetapi posisinya jauh sekali, menyebabkan kualitas gambar yang ditampilkan kurang jelas, sehingga sulit mengidentifikasi pelaku.

"Kendala banyak sekali, pertama minim saksi yang melihat langsung kejadian. Ada beberapa bukti elektronik yang didapat seperti laptop, buku harian tapi belum ada yang mengarah kepada siapa-siapa," kata Hendri.

Ia mengatakan, pihaknya berharap besar dari pembesaran wajah pelaku yang terekam kamera pemantau dapat membantu petugas mengenali pelaku.

Polresta Bogor Kota juga meminta bantuan dari Mabes Polri dan Polda Jawa Barat untuk mengambil secara detail gambar yang ada di rekaman CCTV tersebut.

Sampai saat ini Satreskrim Polresta Bogor Kota sedang melakukan pendalaman penyelidikan, sebanyak delapan orang saksi telah dimintai keterangan, yakni penjaga kos, teman dekat korban, mantan pacar, termasuk salah satu berinisial S yang diamankan petugas di Bandung.

Hendro menyebutkan, terhadap saksi S masih dilakukan pendalaman dan belum dikatakan sebagai pelaku. Karena dari beberapa alibi yang dikemukakan S, bukti-bukti yang didapat, serta saksi yang dihadirkannya, tidak menjurus pada pelaku.

"Pria berinisial S benar sudah diamankan, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan awal S bukanlah pelakunya," kata Hendri.

Hendri menegaskan, pria yang terekam dalam CCTV berbeda fisiknya dengan S yang pernah menjadi teman dekat korban. Selain itu, tidak ditemukan sidik jari di senjata tajam yang dipakai pelaku menusuk korban.

"Foto yang beredar di media sosial ada S, masyarakat menilai S adalah pelaku. Tetapi dari hasil pendamalam yang kami lakukan, S masih sebatas saksi," katanya.

Hendri meminta masyarakat untuk bersabar dan mendukung aparat kepolisian dapat segera mengungkap kejadian tersebut. []