Indonesia
Pawai Juara Liverpool dan Nyanyian Motivasi Klopp
Ratusan ribu suporter menyambut Liverpool yang baru saja mengukuhkan sebagai penguasa Eropa setelah menjadi juara Liga Champions.
Tim Liverpool diarak keliling kota begitu tiba dari Madrid usai menjadi juara Liga Champions. Liverpool mengukuhkan sebagai penguasa Eropa setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu 2 Juni 2019 dini hari WIB. (Foto: dailymail.co.uk)

Jakarta - Liverpool berpesta bak merayakan Natal. Ratusan ribu warga yang juga suporter The Reds memenuhi jalanan menyambut pasukan Juergen Klopp. Tagline 'Champions of Europe' mengukuhkan bila Liverpool sebagai penguasa Eropa di Liga Premier Inggris. 

Liverpool langsung menggelar pesta dan pawai juara pada Minggu 2 Juni 2019 pagi waktu setempat. Mereka menyambut kedatangan tim yang baru tiba dari Madrid dan langsung diarak mengelilingi kota dengan memakai bus terbuka. 

Jalan yang menjadi rute bus sudah dipenuhi suporter sejak pagi. Sebagian di antara mereka naik pohon, tiang listrik sampai tempat pemberhentian bus untuk menyaksikan para bintang The Reds yang telah menjadi penguasa Eropa untuk keenam kalinya.

Saat itu tak satupun berpikir nyanyian itu menjadi kenyataan. Kini kami berpikir untuk menyanyikannya lagi karena itu memiliki makna sesuatu

Tim diarak dengan memakai dua bus yang dikawal polisi. Sepanjang jalan, suporter menyambut mereka. Arak-arakan berujung di kawasan ikonik Waterfront Liverpool. Kawasan dengan bangunan bersejarah yang merupakan salah satu warisan budaya dunia. Kawasan itu juga menjadi salah destinasi wisata Liverpool. 

Seorang suporter Ged Evans, 34, setengah berseru, "Ini momen terbesar dalam hidup saya setelah kelahiran anak-anak saya."  

LiverpoolTim Liverpool diarak keliling kota begitu tiba dari Madrid usai menjadi juara Liga Champions. Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di laga final di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu 2 Juni 2019 dini hari WIB. (Foto: dailymail.co.uk)

Seorang pelajar dan sudah pasti fan klub di kotanya, Matty Smith mengungkapkan, "Ini seperti Natal untuk Kopites (suporter Liverpool). Setelah berpesta semalaman, kini kami menyambut arak-arakan tim."

Menunda Pesta

Tahun lalu, mereka terpaksa menunda pesta karena Liverpool kalah 1-3 dari Real Madrid. Namun saat kembali lolos ke final, Klopp sudah mempersiapkan timnya dengan matang. Peluang juara lebih terbuka karena mereka menghadapi lawan yang bisa diatasi, Tottenham Hotspur. 

Hanya, Klopp tak jemawa. Dia tetap mengingatkan Tottenham merupakan lawan yang harus diperhitungkan. Tetap waspada. Itu yang disampaikan Klopp karena dia tak ingin Jordan Henderson dkk lengah dan meremehkan lawan. 

LiverpoolFan Liverpool naik di atas tempat pemberhentian bus saat menyambut arakan bus yang membawa pemain begitu tiba dari Madrid usai menjadi juara Liga Champions. Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di laga final di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu 2 Juni 2019 dini hari WIB. (Foto: dailymail.co.uk)

Kerja keras dan disiplin mereka pun membuahkan hasil. Di laga final di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Sabtu atau Minggu dini hari WIB, Mohamed Salah sukses mencetak gol di menit-menit awal. Selanjutnya menjelang bubaran, Divock Origi mencetak gol kedua sekaligus menjadikan Liverpool menang 2-0.

Klopp pun bercerita, "Setelah final tahun lalu saat kami pulang ke Liverpool, suasananya memang tegang. Salah seorang teman saya yang juga penyanyi bersama asisten dan saya kemudian bernyanyi, 'Kami sudah menatap Liga Champions. Tetapi Madrid yang beruntung. Kami berjanji untuk tetap keren (cool). Karena kami akan membawanya ke Liverpool'."

"Saat itu tak satupun berpikir nyanyian itu menjadi kenyataan. Kini kami berpikir untuk menyanyikan lagi karena itu memiliki makna sesuatu," lanjut manajer asal Jerman itu.

Memegang Rekor

Liverpool menjadi juara Liga Champions untuk keenam kalinya sekaligus mengukuhkan masih menjadi penguasa Eropa di antara tim-tim Liga Premier. Ya, Liverpool memegang rekor paling banyak menjadi juara Eropa dan belum bisa dilewati rivalnya, Manchester United yang baru tiga kali merengkuh trofi kuping lebar. 

LiverpoolSuporter mengibarkan bendera Liverpool saat menyambut tim yang diarak keliling kota. Liverpool tampil sebagai juara Liga Champions setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu 2 Juni 2019 dini hari WIB. (Foto: daily.mail.co.uk)

Ini yang menjadi kebanggaan The Reds. Pasalnya mereka sudah tidak bisa berbangga lagi di Liga Premier karena rekor juara sudah dilampaui Man United. Dan kini rekor itu dipegang sang rival hanya oleh satu manajer, Sir Alex Ferguson

Sejak kompetisi domestik beralih nama menjadi Liga Premier Inggris, Liverpool tak pernah bisa meraih gelar juara. Mereka hanya bisa menyaksikan Man United, Chelsea, Arsenal dan terakhir Manchester City bergantian menjadi juara. Bahkan tim-tim seperti Leicester City maupun Blackburn Rovers yang sekarang bermain di kasta kedua, Championship, pun pernah mencicipi trofi Liga Premier. 

Musim ini perjuangan mereka di kompetisi domestik kembali kandas karena City yang menjadi juara untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Ironisnya, City hanya unggul satu poin dari Liverpool. Kini, Klopp ditargetkan bisa membawa Liverpool juara Liga Premier. []

Baca juga: 

Berita terkait
0
Kedamaian dan Kehangatan Orang-orang Papua di Bali
Mereka memakai topi kebanggaan Suku Asmat Papua, bertutur hangat dan akrab dengan para pecalang dan turis di Bali, berfoto dalam suasana bahagia.