UNTUK INDONESIA
Pasien Positif Corona di Pamekasan Meninggal di RS
Pasien positif Covid-19 di Pamekasan sudah meninggal dunia pekan lalu usai menjalani perawatan isolasi di RSUD Slamet Martodirdjo.
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat jumpa pers di Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, Minggu, 29 Maret 2020. (Foto: Tagar/Nurus Solehen)

Pamekasan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengumumkan adanya satu warga terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 atau virus corona. Namun, pasien tersebut sudah meninggal dunia beberapa pekan lalu usai mendapatkan perawatan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan status pasien perempuan diduga terinfeksi di Kota Malang saat diasuh kakek dan neneknya. Namun karena sakit, orang tuanya meminta untuk dipulangkan. Setelah di Pamekasan, ia dirawat di RSUD Slamet Martodirdjo.

Hasil pemeriksaan dari Jakarta, pasien ini dinyatakan positif Covid-19.

Sayang, pasien tidak tertolong hanya bertahan dua hari, dan meninggal dunia. Untuk memastikan status gejalanya, tim medis membawa spesimen pasien ke Surabaya dan Jakarta.

"Hasil pemeriksaan dari Jakarta, pasien ini dinyatakan positif Covid-19," ujar Baddrut di Pendopo Ronggo Sukowati, Minggu, 29 Maret 2020.

Baddrut mengakui bahwa hasil tes laboratorium di Surabaya, pasien bersangkutan dinyatakan negatif. Akan tetapi dokter, perawat, dan orang tua pasien meninggal saat dikarantina dan diisolasi selama 14 hari tidak mengalami gejala kesehatan.

"Lalu pada Minggu, hasil laboratorium dari Jakarta turun dan menyatakan bahwa pasien meninggal terkonfirmasi virus corona," tuturnya.

Setelah diketahui ada PDP meninggal terpapar virus corona, pemerintah akan segera melakukan Rapid Test terhadap sejumlah orang kontak langsung dengan pasien tersebut dengan melakukan tracing atau pelacakan asal pasien tinggal.

Dengan adanya pasien positif Covid-19, secara otomatis Kabupaten Pamekasan menjadi daerah zona merah bersama 17 daerah lainnya di Jawa Timur.

Pemprov Terapkan Penjagaan Berlapis Akses ke Madura

Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengawasan berlapis di pintu masuk Pulau Madura. Polisi akan berjaga pos 500 meter sebelum pintu masuk gerbang Jembatan Suramadu. Begitu juga sebaliknya, dari Madura menuju ke Surabaya.

"Begitu juga arah ke Madura, sudah empat hari ini (pengawasan). Kalau memang ada rombongan bus, mereka bukan warga Madura maka diminta untuk menunda dulu ke Madura," ucap Khofifah.

Khofifah mengaku saat ini sudah disiapkan drive thrue disinfektan dari arah Madura maupun ke Surabaya. Dengan begitu, setiap kendaraan akan melintas di Jembatan Suramadu mendapatkan pemeriksaan secara berlapis.

"Dari Surabaya disemprot disinfektan bagi ke arah Suramadu. Di terminal Bangkalan juga dicek lagi nanti," tuturnya

Menurut Khofifah, pola pemeriksaan secara berlapis sebagai bentuk kewaspadaan bertujuan untuk kebaikan semua masyarakat Jawa Timur. Pencegahan penyebaran virus corona ini juga diberlakukan di terminal ketika terkonfirmasi ada pergerakan mudik lebih awal.

Khofifah tetap mengimbau masyarakat Jatim yang sedang di luar provinsi seperti halnya di Jakarta, atau yang sedang merantau ke daerah lain, pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 agar menunda dulu niat mudiknya.

"Saya ingin menyampaikan demi kebaikan kita, demi kebaikan keluarga kita, tetaplah tinggal di rumah," ucap Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

Khofifah menyarankan masyarakat jika ingin pulang kampung agar memanfaatkan momen Idul Adha. Ia berharap pada perayaan Idul Adha penyebaran Covid-19 sudah berhenti.

"Mereka bisa menunda kepulangan sampai Idul Adha. Solusi ini harus disikapi dengan kesabaran dan kedisiplinan. Karena sabar dan disiplin adalah kunci kita semua. Kita terlindungi, orang lain terlindungi," kata dia.

Untuk diketahui, Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) meminta empat bupati di wilayah Madura menerapkan sistem Lockdown untuk mencegah pandemi virus corona atau Covid-19.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat edaran bernomor 17/BASSRA/A/III/2020 menyikapi perihal pandemi virus corona, yang ditandatangani Ketua Moh Rofii Baidlawi dan Sekretaris Nuruddin A. Rahman, Sabtu 28 Maret 2020. []

Berita terkait
Ulama Minta Empat Bupati di Madura Tetapkan Lockdown
Ulama pesantren tergabung dalam Bassara meminta kepada empat bupati di Madura untuk segera menerapkan Lockdown sebagai pencegahan Covid-19
Sehari Lima Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan ada tambahan 4 daerah di Jatim masuk zona merah Covid-19.
Polres Kediri Tangkap 2 Muncikari Prostitusi Online
Satreskrim Polres Kediri melakukan penggerebekan di salah satu hotel dan mendapatkan tiga pasangan bukan suami istri sedang berhubungan intim.
0
Bubarkan Salat Berjemaah di Parepare Berujung Polisi
Seorang camat di Kota Parepare Sulsel dilaporkan ke polisi karena berusaha membubarkan jemaah yang hendak salat Jumat berjemaah.