UNTUK INDONESIA

Panduan Ayah Jadi Imam Salat Tarawih di Rumah

Pandemi Covid-19 membuat orang-orang melaksanakan salat tarawih di rumah. Ini panduan untuk para ayah jadi imam salat tarawih bagi keluarga.
Ilustrasi - Seorang anak memakai mukena bersiap mengikuti salat tarawih berjemaah di rumah. (Foto: Instagram/jojieaminuddin)

Jakarta - Pada bulan Ramadan dalam situasi normal biasanya orang Indonesia menjalankan salat tarawih berjemaah di masjid. Tapi dalam situasi tidak normal, lagi masa pandemi Covid-19, orang-orang dianjurkan menjalankan salat tarawih di rumah. 

Di rumah, salat tarawih bisa dilakukan sendiri, bisa dengan berjemaah. Dalam keluarga utuh, sang ayah bisa berperan sebagai imam salat tarawih. Anak laki-laki yang sudah akil balig juga bisa menjadi imam salat tarawih.


Tata Cara Salat Tarawih di Rumah

Tidak ada perbedaan mengenai tata cara salat tarawih di masjid atau di rumah. 


1. Niat

Niat Tarawih Sendirian

Salat tarawih diawali dengan niat: "Ushollii Sunnatat-Tarowihi Rok'ataini Mustaqbilal Qiblati Lillaahi Ta'alaa."

Artinya: "Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Niat Imam Salat Tarawih

"Ushollii Sunnatat-Tarowihi Rok'ataini Mustaqbilal Qiblati Imaaman Lillaahi Ta'alaa."

Artinya: "Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Niat Makmum Salat Tarawih

"Ushollii Sunnatat-Tarowihi Rok'ataini Mustaqbilal Qiblati Ma'muuman Lillaahi Ta'alaa."

Artinya: "Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."


2. Jumlah Rakaat

Salat tarawih di rumah bisa dikerjakan sebanyak 20 rakaat atau 8 rakaat sesuai kemampuan yang menjalankan. Salat tarawih dikerjakan 2 rakaat dengan 1 kali salam, diteruskan dengan 2 rakaat dengan 1 kali salam, dan seterusnya hingga genap 20 atau 8 rakaat.


3. Gerakan dan Bacaan

Gerakan dan bacaan salat tarawih sama dengan salat fardu, yang membedakan adalah pada bacaan niatnya saja. Urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Takbiratul Ihram
  2. Membaca Doa Iftitah
  3. Membaca Surat Al-Fatihah
  4. Membaca Surat Alquran
  5. Ruku'
  6. I'tidal
  7. Sujud
  8. Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
  9. Sujud Kedua

Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua.

  1. Membaca Surat Al-Fatihah
  2. Membaca Surat Alquran
  3. Ruku'
  4. I'tidal
  5. Sujud
  6. Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
  7. Sujud Kedua
  8. Tasyahhud Akhir
  9. Salam


4. Salat Witir

Usai salat tarawih biasanya bisa dilanjut salat witir yang dikerjakan 3 rakaat diakhiri 1 kali salam.

Niat salat witir dua rakaat:

"Ushollii Sunnatan Minal Witri Rok'ataini Mustaqbilal Qiblati Lillaahi Ta'alaa."

Artinya: "Saya niat salat sunah witir dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Niat salat witir satu rakaat:

"Usholli sunnatan minal witri rakaatan lillahi taala."

Artinya: Saya niat salat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta'ala

Niat pada imam dan makmum jika dilakukan berjamaah dapat ditambahkan kata Imaaman atau Ma'muuman sebelum kata lillahi Ta'ala. Untuk rukun pelaksanaannya seperti biasa dengan salat lainnya.

Surat yang dianjurkan dibaca saat witir yakni pada rakaat pertama membaca surat Al-A'laa, rakaat kedua membaca surat Al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-naas berturut-turut. 


Riwayat Salat Tarawih

Dalam riwayat, salat tarawih pada zaman Nabi Muhammad SAW tidak dilakukan secara berjemaah selama satu bulan penuh. Alasannya adalah karena nabi khawatir salat tarawih diwajibkan atas umatnya. Hingga setelah masa pensyariatan berakhir, Umar radhiallahu anhu mengumpulkan orang-orang untuk salat tarawih berjemaah.

Paling utama-utamanya salat adalah salat kalian dikerjakan di rumah kecuali salat fardu.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abdurrahman bin Abidin, ia berkata:

خرجت مع عمر -رضي الله عنه- ليلة في رمضان إلى المسجد، فإذا الناس أوزاع متفرقون، يُصلي الرجل لنفسه، ويصلي الرجل فيصلي بصلاته الرهط، فقال عمر: إني أرى لو جمعت هؤلاء على قارئ واحد لكان أمثل، ثم عزم فجمعهم على أُبي بن كعب

“Aku keluar bersama Umar radhiallahu’anhu pada suatu malam bulan Ramadan ke masjid. Ketika itu orang-orang di masjid salat berkelompok-kelompok terpisah-pisah. Ada yang salat sendiri-sendiri, ada juga yang membuat jemaah bersama beberapa orang. Umar berkata: ‘Menurutku jika aku satukan mereka ini untuk salat bermakmum di belakang satu orang qari’ itu akan lebih baik’. Maka Umar pun bertekad mewujudkannya, dan ia pun menyatukan orang-orang untuk salat tarawih berjamaah bermakmum kepada Ubay bin Ka’ab”.

Para ulama berbeda pendapat terkait keutamaan pelaksanaan salat tarawih, apakah seharusnya dilaksanakan secara berjemaah atau sendiri-sendiri di malam Ramadan. 

Imam al-Syafi’i, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hanbal, dan kebanyakan ulama Syafi’iyyah dan sebagian pengikut Imam Malik dan lainnya berpendapat, salat tarawih lebih utama dilakukan secara berjemaah.

Alasannya adalah.

  1. Mengikuti perintah Umar bin Khatab ra sebagaimana hadis-hadis yang sudah diriwayatkan terdahulu
  2. Melaksanakan amalan para sahabat Nabi  
  3. Melestarikan amalan kaum muslimin Timur dan Barat
  4. Karena termasuk perbuatan mensyi’arkan Islam, sebagaimana halnya salat Idul Fitri dan Idul Adha.

Dari alasan di atas tersebut, Imam at Thahawi berpendapat melaksanakan salat tarawih berjemaah hukumnya wajib kifayah. 

Sementara, Imam Malik Abu Yusuf dan sebagian kecil pengikut Syafi’iyyah berpendapat salat tarawih hukumnya adalah lebih utama dilaksanakan sendiri tanpa berjemaah.

عن يسر بن سعيد ان زيد بن ثابت قال: افضل الصلاة صلاتكم في بيوتكم الاصلاة المكتوبة. رواه الترمذى

Hadis riwayat dari Yusrin bin Said bahwasanya Zaid bin Tsabit berkata: “Paling utama-utamanya salat adalah salat kalian dikerjakan di rumah kecuali salat fardu.”

Lalu pengikut Imam Malik, bertanya kepadanya, "Bagaimana Imam Malik, melakukan qiyamul lail di bulan Ramadan, lebih disukai yang mana, berjemaah dengan orang banyak atau dilaksanakan sendiri di rumah?" 

Imam Malik menjawab, "Kalau dilaksanakan sendiri di rumah itu kuat dan lama. Saya lebih suka. Tetapi kebanyakan kaum muslimin tidak kuat dan malas melaksanakan salat sendiri di rumah."

Imam Turmudzi dan Imam Rabiah melaksanakan salat tarawih sendiri di rumah, begitu juga ulama-ulama lain. Begitu juga Imam Malik lebih suka dan lebih senang melakukan salat sunah termasuk salat tarawih sendiri di rumah. []

Baca juga:





Berita terkait
Menu Mantap Buat Buka Puasa Hari Pertama
Hari pertama Ramadan, para ibu rumah tangga hingga kawula muda akan kebingungan dengan menu berbuka puasa. Berikut menu mantap buka puasa.
Tips Makan Sehat Sahur Selama Puasa
Pemilihan makanan yang tepat saat sahur selama bulan puasa tentu sangat penting diperhatikan.
Hukum Puasa Orang yang Diinfus dan Suntik
Orang yang sakit dan dirawat di rumah sakit umumnya diberikan cairan infus dan suntikan obat ke dalam tubuhnya. Bagaimana kalau mereka berpuasa?
0
Enam Fakta Air Zamzam
Air zamzam pertama kali ditemukan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, ketika berlari bolak-balik antara bukit Shafa dan bukit Marwah.