UNTUK INDONESIA
Pamit Ngopi ke Warung, Pria di Agam Ditemukan Tewas
Seorang pria paruh baya di Kabupaten Agam ditemukan tewas usai pamit pergi minum kopi ke sebuah warung.
Ilustrasi Kecelakaan. (Foto: Istimewa)

Bukittinggi - Seorang pria paruh baya di Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, ditemukan tewas dalam posisi tergantung di sebuah pohon, Selasa, 15 September 2020. Korban berinisial YR, 52 tahun, sempat dilaporkan hilang selama tiga hari terakhir.

Dari keterangan tim medis, korban dinyatakan telah meninggal tiga hari yang lalu.

Kasubbag Humas Polres Bukittinggi, AKP Robin H Sitinjak membenarkan peristiwa itu. Lelaki itu ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di kawasan Banda Kaluang, Jorong Batang Silasiah sekitar pukul 09.30 WIB.

"Korban tiga hari belakangan dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Tadi pagi, korban ditemukan oleh masyarakat bersama tim pencarian dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi tergantung di sebuah pohon," katanya.

Menurut informasi, korban dilaporkan pamit kepada keluarga untuk minum kopi di warung pada Sabtu 12 September 2020 sore. Lokasi warung yang dimaksud tak jauh dari rumahnya. Sejak itulah korban tidak balik lagi ke rumah dan dilaporkan hilang esok harinya.

Pihak nagari bersama tokoh masyarakat dan warga sekitar pun langsung melakukan pencarian. Upaya pencarian ini tak menuai hasil dalam dua hari pertama. Di hari ketiga proses pencarian pun dilanjutkan dan melibatkan satgas BPBD Agam.

"Alhasil, korban ditemukan dalam posisi tergantung di pohon dengan seutas tali nilon. Korban pun langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka," paparnya.

Menurut hasil visum pihak Puskesmas Lasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban oleh tim medis. "Dari keterangan tim medis, korban dinyatakan telah meninggal tiga hari yang lalu. Ditandai sudah adanya belatung di tubuh korban. Hasil visum, tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan dan pihak keluarga pun mengutarakan sudah menerima musibah ini dengan ikhlas," katanya.

Hal-hal yang menyebabkan seseorang diduga melakukan bunuh diri menurut sejumlah psikolog tidak selalu didorong oleh faktor tunggal. Jika merasakan tekanan dan stres berlebihan, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi kepada kerabat dan rekan terdekat maupun tokoh pakar di bidangnya. Perbuatan mengakhiri hidup tidak dibenarkan oleh ajaran agama dan bukan pula menjadi solusi persoalan yang sedang dihadapi.[]

Berita terkait
Pelajar Jadi Korban Seks Sopir Asal Agam
Seorang pelajar menjadi korban kejahatan seks seorang sopir asal Kabupaten Solok.
Pria Pengedar Narkoba Diringkus di Agam
Seorang pria diduga pengedar sabu diringkus Polres Agam. Barang bukti ditemukan di dalam kamar.
Profil dan Visi Taslim - Syafrizal di Pilkada Agam
Taslim dan Syafrizal yang diusung Partai Gerindra mengusung visi mewujudkan Agam Madani dan Sejahtera.
0
Istri Cawalkot Medan Akhyar Nasution Bagi-bagi APK di Masjid
Kehadiran Nurul Khairani tanpa diundang. Di tempat ibadah itu, dia membagikan alat peraga kampanye suaminya, Akhyar Nasution.