UNTUK INDONESIA
Palembang Hari Ini Ajukan PSBB ke Gubernur Sumsel
Dua kecamatan di Palembang zero Covid-19 namun pemerintah tetap mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ke Pemprov Sumsel.
Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa mengaku siap mengajukan PSBB untuk wilayahnya ke Pemprov Sumatera Selatan Senin ini, 4 Mei 2020. (Foto: Tagar/Yuyun Yunani)

Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Senin ini, 4 Mei 2020. Berkas analisis dan kajian sebaran virus corona yang jadi persyaratan sudah lengkap.

“Surat pengajuan PSBB sudah ditandatangani wali kota. Tetapi kami ajukan ke Pemerintah Provinsi Sumsel terlebih dahulu untuk diserahkan ke gubernur, besok saya bawa," ungkap Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, Minggu, 3 Mei 2020.

Sejauh ini Pemkot Palembang telah melaksanakan sejumlah langkah pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk bagian dari persiapan PSBB agar pelaksanaannya berjalan lancar. Upaya tersebut di antaranya persiapan jaring pengaman sosial dan penegasan aspek keamanan kesehatan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Surat pengajuan PSBB sudah ditandatangani wali kota.

Dalam kesempatan itu, Dewa tidak menampik pengajuan PSBB tidak seperti rencana awal, mundur beberapa hari. Salah satunya karena penyebaran corona yang belum menyeluruh di 18 kecamatan di Palembang. Namun karena kasusnya sudah banyak, termasuk penyebaran lewat transmisi lokal, maka pihaknya berinisiatif ajukan PSBB.

Diketahui, hingga saat ini dua kecamatan di Palembang yakni Kecamatan Gandus dan Kecamatan Bukit Kecil belum ada ditemukan kasus Positif. Terlepas dari persyaratan itu, bisa diterima menteri atau tidak, pihaknya menyerahkan kajian itu ke tim ahli provinsi.

"Memang sebaran di kecamatan menjadi salah satu syarat PSBB, tapi yang penting kami ajukan dulu. Semua kajian sudah keluar dan ini sudah kami kumpulkan semua datanya untuk lampiran," ujar dia. 

Terlepas belum kasus positif belum menyeluruh, Dewa berharap agar dua kecamatan itu tetap nol sampai pandemi Covid-19 menghilang. Dan pemerintah sepakat jika pengamanan untuk mengurangi interaksi antarwarga di Gandus dan Bukit Kecil tetap diperketat.

"Saya sarankan seperti itu, saya setuju kalau Kecamatan Gandus dan Bukit Kecil melakukan isolasi ketat di wilayah masing-masing. Artinya jangan biarkan orang tak dikenal masuk ke wilayah itu supaya benar-benar aman dari penularan," ucap dia. []

Baca juga: 

Berita terkait
Tak Pakai Masker, 33 Warga Palembang Dikarantina
Melanggar karena tidak memakai masker 33 warga Palembang Sumatera Selatan dikarantina.
Wisma Atlet Jakabaring Palembang ODP Corona Center
Wisma atlet di komplek Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan bakal disulap menjadi lokasi isolasi orang dalam pemantauan (ODP) corona.
Covid-19 Bikin Banyak Orang Miskin Baru di Palembang
Pandemi Covid-19 membuat banyak orang miskin baru di Palembang. Banyak orang datang ke Dinas Sosial, memasukkan data supaya dapat bantuan.
0
Pandemi, Kredit Bank Jatim ke UMKM Naik 12,24 Persen
Bank Jatim mencatat pertumbuhan penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar 12,24 persen menjadi Rp 6,46 triliun.