PA 212: Politik Dinasti Sudah Menular ke Ma'ruf Amin

Novel Bamukmin memandang politik dinasti keluarga besar Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah menular kepada keluarga Wakil Presiden Maruf Amin.
Ma\'ruf Amin saat melakukan orasi pada Kampanye Akbar Jokowi-Maruf Amin di Lapangan Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019). (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya).

Jakarta - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA 212), Novel Bamukmin memandang politik dinasti keluarga besar Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah menular kepada keluarga Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Siti Nur Azizah merupakan putri kandung dari Ma'ruf Amin, ikut meramaikan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah 2020 sebagai calon wali kota Tangerang.

DPR harus dengan segera membuat RUU anti 'Politik Dinasti' agar negara ini bisa keluar dari cengkeraman para badut politik yang menghalalkan segala cara demi ambisi politik kotornya

"Dan penyakit ini menular sampai kepada KMA (Kiai Ma'ruf Amin) yang anaknya Azizah maju bersama Ruhama Ben dalam pilkada Tangsel yang didukung oleh Demokrat dan PKS," katanya dihubungi Tagar, Jumat, 24 Juli 2020.

Novel menilai, politik dinasti yang dibangun keluarga besar Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin dapat merusak iklim demokrasi di Indonesia.

"Dengan begini iklim demokrasi dirusaknya sendiri dengan politik aji mumpung atau politik hierarki ini, sehingga kesempatan putra-putri daerah yang lain ditutup kesempatannya dan terhentinya perkaderan politik," ujarnya.

Kendati demikian, dia berharap kehadiran keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yakni Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara yang diusung Gerindra dan PDI Perjuangan dapat mengalahkan dinasti politik tersebut.

"Lawan politik dinasti juga yaitu ponakan Prabowo yang bernama Saraswati bersama-sama menghadapi politik dinasti juga dari keluarga Ratu Atut yang sudah merajai politik dinasti Banten," ucap Novel.

Dia berpandangan, politik dinasti yang kini dikuasai petinggi-petinggi di negeri ini dapat memupuskan harapan putra-putri terbaik di Tanah Air untuk mengabdi bagi masyarakat di daerah-daerah mereka.

Lantas dia juga menyarankan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera membentuk Rancangan Undang-undang (RUU) untuk menolak adanya dinasti politik di Indonesia.

"Secara umum sehingga menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat yang majemuk ini. DPR harus dengan segera membuat RUU anti 'Politik Dinasti' agar negara ini bisa keluar dari cengkeraman para badut politik yang menghalalkan segala cara demi ambisi politik kotornya," kata dia.

Novel juga berharap agar masyarakat tidak terlalu berlebihan dalam memberikan dukungan kepada pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, seperti di Pilpres 2019 lalu.

"Tinggal rakyat Indonesia harus sadar jangan membabi buta lagi dengan apa yang didukungnya saat kemarin pilpres berbanding dengan kenyataannya saat ini yang mulai mengarah mengkhianati rakyat demi ambisi membangun politik dinasti yang rakyat jelas tidak diuntungkan," ujar Novel Bamukmin. []

Berita terkait
PA 212: Gibran Dipaksa Tampil Menggilas Achmad Purnomo
Novel Bamukmin menduga didorongnya Gibran Rakabuming Raka mengikuti kontestasi Pilkada Solo 2020 hanya untuk menggeser Achmad Purnomo.
PDIP Solo Pecah, Pernusa: Banyak Partai Dukung Gibran
Norman menegaskan masih banyak partai yang akan memberikan dukungan penuh kepada Gibran dan Teguh Prakosa, jika PDIP Solo pecah.
Soal Dinasti Politik, Rakyat diminta Adil ke Gibran
Hasto meminta masyarakat bisa menilai dan berlaku adil terhadap warga negara yang berniat mengabdi sebagai calon kepala daerah.
0
Pasokan Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 75,9 Juta Dosis
Dengan kedatangan vaksin tahap ke-14 ini, maka jumlah pasokan vaksin yang ada mencapai 75,9 juta dosis vaksin