UNTUK INDONESIA
Ojol Dapat Order Korban Meninggal SMPN 1 Turi Sleman
Saat kejadian susur yang menyebabkan 10 pelajar SMPN 1 Turi Slema meninggal, ada hal aneh. Tiga ojol mendapar order dari korban yang meninggal.
Salah satu order customer yang diduga atas nama korban meninggal SMPN 1 Turi Sleman. (Foto: Screenshoot/Facebook/Tagar/Ridwan Anshori)

Sleman - Tragedi susur sungai Sempor di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta, menyebabkan 10 siswi SMPN 1 Turi meninggal dunia. Mereka hanyut dalam kegiatan kepramukaan pada Jumat, 21 Februari 2020. Di balik musibah muncul hal aneh. Sebagian warga Dusun Dukuh merasakannya. 

Cerita aneh ini dialami oleh tiga pengemudi ojek online (ojol). Ketiganya mendapat orderan dari salah satu korban berinisial SA. Customer berinisial SA merupakan satu dari 10 korban yang meninggal dalam tragedi susur sungai maut.

Tiga driver ojek online berlalu-lalang di sekitar lokasi kejadian pada Sabtu, 22 Februari 2020 pukul 10.00 WIB. Saat itu proses pencarian korban masih berlangsung.

Seoarang warga RT 03, Dusun Dukuh yang enggan disebut namanya, mengatakan pada saat menemui ketiga ojek online tersebut. Saat ditanya sedang menunggu siapa, ternyata mereka semua mendapat pesanan antar jemput dari pelanggan yang sama, atas nama SA.

Berdasarkan keterangannya, tidak ada satu pun warga sekitar bernama SA. Namun dia menyebut nama SA masuk dalam daftar 10 korban di sungai Sempor yang meninggal.

"Ada tiga ojol ke sini bilang dapat orderan antar jemput atas nama SA. Setahu saya, warga di sini tidak ada nama itu. Yang ada setahu saya, nama yang dimaksud satu dari nama korban yang meninggal," kata dia, Rabu, 26 Februari 2020.

Pengendara ojol pertama sampai di titik penjemputan sesuai aplikasi. Ojol berhenti di depan rumah warga tersebut. Dia melihat ojol seperti kebingungan mondar-mandir mencari penumpangnya.

Setahu saya, warga di sini tidak ada nama itu. Yang ada setahu saya, nama yang dimaksud satu dari nama korban yang meninggal.

"Adik saya keluar menemui ojol. Katanya mencari SA. Dari dalam itu kan denger dia cari SA dan lagi pegang handpone. Saya kaget soalnya daftar korban yang meninggal ada nama SA terus saya keluar beritahu orang itu dan tak suruh batalin," kata dia saat menceritakan kejadian nyata itu.

Setelah tahu calon penumpang yang akan diantar pengemudi itu korban yang meninggal dalam tragedi susur sungai, dia melihat ojol sempat lemas usai mendengar ceritanya. Karena juga ketakutan, pengemudi ojol pun akhirnya kembali pulang.

jembatan sungai SemporSuasana jembatan sungai Sempor di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi pada Sabtu, 22 Februari 2020. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

"Karena saya juga penasaran, pengemudi itu menunjukkan isi chat percakapan dengan akun bernama SA. Dia bilang kalau tidak usah telpon karena baterainya low batt. Pas sampai sini juga ditelpon tidak bisa," ucapnya.

Tak berlangsung lama, pengemudi ojol kedua datang dengan tujuan titik lokasi yang sama. Namun ojol ini terlihat mondar-mandir di luar dusun Dukuh. Karena penasaran dengan kasus yang sama dengan sebelumnya, warga tersebut mendatangi ojol yang kedua tersebut.

Ternyata kasusnya sama. Warga menduga kalau pengemudi ojol dapat pesanan jemput yang mengatasnamakan SA dengan tujuan ke Pasar Sleman. "Dia juga bilang kalau tidak bisa ditelpon handpone-nya low batt. Akhirnya tak suruh batalin saja," ujarnya.

Pria berusia 35 tahun ini mulai merasakan kejanggalan dan merinding. Pasalnya sudah ada dua pengemudi ojol yang mendapat orderan atas nama yang sama di sekitar lokasi kejadian.

Dia pun meminta kepada warga sekitar jika bertemu dengan pengemudi yang kebingunan dengan pesanan yang sama, agar langsung disuruh pulang. Karena tidak ada warganya yang bernama SA.

Keanehan yang tidak logis semakin terasa ketika datang pengemudi ojol ketiga yang titik lokasi jemputnya tepat di jembatan sungai Sempor. Pengemudi mengaku mendapat orderan penjemputan di Sleman namun lokasi turunnya di jembatan Sempor persis. "Bilangnya sama warga dapat orderan atas nama SA dan chat-nya sama jangan ditelpon karena handphone low batt," katanya curiga.

Dalam hari yang sama, warga menjumpai tiga ojol yang datang ke dusunnya untuk menjemput pelanggan atas nama SA. Dia menyebut jika hal seperti itu memang aneh. "Kan kemarin pada cerita-cerita di gardu pos kamling, ibu-ibu itu sampai takut mau keluar rumah," ucapnya.

Seperti diketajui, musibah susur sungai terjadi pada Jumat, 21 Februari 2020 pukul 15.00 WIB dengan melakukan kegiatan alam bebas oleh SMPN 1 Turi Sleman di daerah aliran sungai Sempor. Saat siswa melakukan susur sungai, cuaca di daerah hulu sungai terjadi hujan. Air sungai meningkat debitnya dan menghayutkan sejumlah siswa yang sedang melakukan kegiatan susur sungai tersebut.

Total siswa yang ikut dalam kegiatan tersebut sebanyak 249 dari dua kelas yakni Kelas 7 sebanyak 124 siswa dan Kelas 8 ada 125 siswa. Konfirmasi korban yang selamat sebanyak 216 siswa, konfirmasi korban luka 23 siswa, dan meninggal dunia 10 siswa. []

Baca Juga:

Berita terkait
Sudah Dikubur, Jenazah Pelajar SMPN 1 Turi Tertukar
Jasad korban SMPN 1 Turi, Faneza sempat dikubur. Ternyata tertukar. Jasad digali lagi lalu diberikan kepada pihak keluarga.
Pasir Terselip di Baju Pramuka SMPN 1 Turi Sleman
Nisa meninggal dalam musibah susur sungai SMPN 1 Turi. Ayahnya sangat sedih menemukan butiran pasir sungai saat mencuci baju Pramuka anaknya.
Pengakuan Tiga Tersangka Pembina Pramuka SMPN 1 Turi
Tiga pembina Pramuka SMPN 1 Turi Sleman ditetapkan sebagai tersangka dan ketiga ditahan. Pengakuannya mengejutkan dan menyepelekan alam.
0
Cari Daun Randu, Tukang Las di Kediri Tewas Kesetrum
Tukang las di Kediri tewas kesetrum setelah secara tidak sengaja menyentuh kabel listrik saat akan memangkas pohon randu.