UNTUK INDONESIA
Ojek Online Jangan Beroperasi Dulu
Kehadiran Go-Jek di kota Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah membuat sekitar 300 pengojek konvensional atau pangkalan berunjuk rasa menolak kehadiran ojek dalam jaringan tersebut.
Ilustrasi. (Foto: Ist)

Purwokerto, (Tagar 14/07/2017) – Kehadiran Go-Jek di kota Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah membuat sekitar 300 pengojek konvensional atau pangkalan berunjuk rasa menolak kehadiran ojek dalam jaringan tersebut.

Mereka menyampaikan aspirasinya terkait kehadiran Go-Jek, salah satunya penurunan penghasilan pengojek konvensional hingga 70 persen. Penurunan penghasilan disebabkan tarif Go-Jek jauh lebih murah dibanding tarif ojek konvensional.

Selain itu, mereka mengharapkan DPRD Banyumas mendukung Pemerintah Kabupaten Banyumas yang melarang Go-Jek beroperasi dan meminta Kepolisian Resor Banyumas bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas dan Satuan Polisi Pamong Praja Banyumas menggelar operasi untuk menertibkan Go-Jek yang beroperasi meskipun dilarang.

Sementara Ketua DPRD Banyumas Juli Krisdiyanto dan pihaknya mendukung produk hukum dari Pemkab Banyumas selaku lembaga eksekutif.

"Jadi, sebelum ada regulasinya, ojek 'online' sebaiknya jangan beroperasi dulu," katanya. (ard/ant)

Berita terkait
0
Turnamen Minangkabau Cup III Digulirkan Maret 2020
Minangkabau Cup (MkC), turnamen sepak bola antar-kecamatan terbesar di Indonesia kembali digelar di Sumatera Barat, Maret 2020 ini.