UNTUK INDONESIA
Niat dan Cara Bayar Utang Puasa Ramadan
Bulan puasa Ramadan dan Idul Fitri 2019 telah berlalu. Tiba saatnya membayar utang puasa Ramadan bagi yang punya utang.
Anak-anak Berpuasa. (Foto: provoke-online)

Jakarta - Bulan puasa Ramadan dan Idul Fitri 2019 telah berlalu. Tiba saatnya membayar utang puasa Ramadan bagi yang punya utang. Pada saat bulan puasa Ramadan tak semua muslimin bisa berpuasa.

Semisal, bagi kaum perempuan ada yang tak bisa berpuasa lantaran sakit, menstruasi, hamil, nifas dan menyusui.

Bagi mereka yang tak bisa berpuasa ini maka wajib membayarnya pada bulan lainnya bisa dengan berpuasa ganti (qodho) atau membayar fidyah.

Utang puasa adalah utang kita kepada Allah yang jika tak dibayar selama di dunia maka di akhirat akan ditagih Allah. Oleh sebab itu, utang puasa wajib dibayar.

Cara membayarnya ada dua, yaitu berpuasa ganti atau qodho dan membayar fidyah.

Kalau mau puasa qodho mengucapkan niatnya, nawaitu shouma qodho dan berpuasalah seperti biasa. Bagi yang tak sanggup berpuasa, maka bisa membayarnya dengan cara fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin selama jumlah hari utang puasanya.

Bagi yang ingin membayarnya dengan cara berpuasa bisa melakukan puasa seperti halnya orang berpuasa, yaitu mengucapkan niat puasa qodho, bersahur, tidak makan dan minum dari waktu salat subuh hingga magrib lalu berbuka.

Dikutip sumber lain, niat berpuasa qodho ini khusus atau berbeda dari niat puasa Ramadan.

Niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa.

Artinya:
"Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala."  

Baca juga: 

Berita terkait
0
Mutu Pendidikan di Sumbar Diklaim Masih Kurang
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat menilai mutu pendidikan di Sumbar masih kurang.