UNTUK INDONESIA
Netizen Lebih Ingin Ahmad Dhani Bermusik
Warganet lebih ingin Ahmad Dhani berkarya di bidang musik ketimbang politik.
Ahmad Dhani Prasetyo di rumahnya di Jalan Pinang Emas VII, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, selepas bebas dari LP Cipinang, Jakarta Timur, Senin, 30 Desember 2019. (Foto: Tagar/R Fatan)

Semarang - Netizen punya harapan Ahmad Dhani kembali ke jalur musik. Warganet banyak yang ingin Dhani tidak 'terjerumus' di dunia politik yang mengantarnya ke penjara. 

Musisi kontroversial bernama lengkap Ahmad Dhani Prasetyo ini akhirnya menghirup udara bebas. Ia meninggalkan LP Cipinang, Jakarta Timur dengan naik truk besar berjenis unimog, Senin, 30 Desember 2019

Pria 47 tahun itu terlihat memakai kopiah dan baju berwarna hitam saat keluar dari LP Cipinang sekitar pukul 09.30 WIB. Tanpa banyak bicara, musisi bertangan dingin itu langsung menuju truk besar.

Di atas kendaraan, Dhani, istrinya Mulan Jameela, dan ketiga putranya langsung menuju rumahnya yang terletak di Jalan Pinang Emas VII, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Kabar kebebasan pentolan grup musik Dewa itu santer direspon oleh media, namun tidak dengan warganet. Warganet tampaknya lebih tertarik menyongsong acara malam pergantian tahun.

Postingan di Facebook, baik secara pribadi dan ataupun di grup hampir tidak ada yang memberi dukungan kebebasan Ahmad Dhani. Padahal di kendaraan yang ditumpangi musisi berdarah Sunda kelahiran Surabaya itu jelas-jelas terpampang spanduk bertuliskan 'Bebasnya Sang Pengujar Kebenaran'.

Lebih Rindu Ahmad Dhani di Musik

Seakan sudah bosan dengan berita politik atau kiprah politik yang kontroversial, netizen lebih banyak menulis tentang kerinduan mereka terhadap kiprah Ahmad Dhani sebagai musisi.

Bahkan seorang warganet bernama Facebook Puguh Windrawan menulis panjang lebar di lamannya dan diberi judul Lagi-lagi Dhani, Dhani Lagi-lagi.

Bunyi tulisannya adalah sebagai berikut;

"Katakan pada Mama. Cinta bukan hanya harta dan tahta. Pastikan, pada semua. Hanya cinta yang sejukkan dunia."

Puluhan tahun lampau, di sebuah perjalanan dari tempat kos menuju sekolah. Alunan musik Dewa 19 terdengar keras. Jadi, saat saya berjalan kaki menuju sekolah yang jaraknya hanya 10 menit, nyaris semua kamar kos yang saya lewati menyetel album Dewa 19. Saya yang saat itu tak punya pemutar kaset, sungguh menikmatinya. Ini musik yang keren.

Dan sepertinya, Ahmad Dhani ada di posisi yang kedua: bermusik.

Dan ini berulang ketika saya kos di Jogja. Bangun pagi, kawan-kawan kos berebutan menyetel album Dewa 19. Suasana yang persis sama saya dapatkan antara kos masa SMA dan kuliah. Bahkan, saya sampai hafal mana lagu yang diciptakan Ahmad Dhani dan mana yang bukan.

Dan ini. Album Bintang Lima, sesaat setelah Ari Lasso mundur sebagai vokalisnya. Malam hari, tepat pukul 12.00, saya setel radio, dan muncul lah lagu: Roman Picisan. Saking semangatnya, saya putar volume radio nyaris mendekati maksimal.

Tok. Tok. Tok.

Tiba-tiba pintu kamar digetok keras. Saya buka. Muncul seorang tua dari balik pintu. Rambutnya beruban dan sama sekali tanpa senyum. Dia adalah bapak kos.

"Mas, ini sudah malam. Setel musik jangan keras-keras. Ganggu orang tidur," katanya.

Saya tak ada pilihan lain, selain menurunkan volume. Suara Once masih terdengar lamat-lamat di telinga.

"Cintaku tak harus, miliki dirimu. Meski perih mengiris-iris segala janji," ujar Once, pemilik suara khas nyaris seperti Sting.

Lirik yang dibuat Ahmad Dhani selalu puitis, tapi tidak cengeng. Kesannya demikian. Termasuk kritikannya pada orang-orang yang selalu membawa nama agama dalam politik praktis dalam lagu Laskar Cinta. Juga dengan jumawa, kepuitisannya membuat para jomblo terkapar parah pada waktu itu.

"Kirana jamah aku. Jamahlah rinduku. Tak akan pernah usai, cintaku padamu. Hanya kata yang lugas, yang kini tercipta. Kuingin rasakan cinta."

Begitulah Ahmad Dhani, dan selamat karena musisi berkepala plontos ini kembali menghirup udara bebas. Lepas dari kungkungan jeruji besi. Dan jika boleh punya usulan, kembalilah bermusik. Bukan berpolitik praktis. Ada orang yang memang dilahirkan dengan talenta atau bakat berpolitik, ada pula yang bermusik.

"Dan sepertinya, Ahmad Dhani ada di posisi yang kedua: bermusik.”

Tulisan itu diposting hari ini, Senin, 30 Desember 2019, sekitar pukul 18.00 WIB lebih. Hingga pukul 21.20 WIB postingan itu baru disukai 22 warganet dan mendapat 11 komentar yang semuanya tidak menyinggung karier politik musisi yang sudah aktif bermusik sejak tahun 1986 itu.

Seorang warganet yang lain bernama Ahmad menulis di lamannya pada tanggal 24 Desember 2019 pukul 00.03.

Tulisan itu berbunyi, “Terlepas dari Kontroversi... Semua Mahakarya mu memang patut di Apresiasi... kembalilah bermusik AHMAD DHANI... Kami rindu akan Mahakarya mu.”

Tulisan itu disukai 71 akun dan mendapat 5 komentar. Salah satu komentar yaitu atas nama Sarpin Vivi menyayangkan kiprah Ahmad Dhani di bidang politik. Dia menulis, “Gara-gara masuk dunia politik karir ahmad dani redup.”

Jauh-jauh Hari

Kiprah Ahmad Dhani dalam berpolitik tampaknya sudah jauh-jauh hari membuat jengah banyak pihak, terutama mereka yang berseberangan kubu dengan dia.

Pada tanggal 3 Desember 2016, Ramadhan Syukur, seorang jurnalis yang aktif di media sosial menulis tentang Ahmad Dhani di lamannya.

Berikut ini sebagian dari tulisan tersebut;

“Bagaimana dengan penulis lagu Ahmad Dhani yang mendadak disebut aktivis setelah dicokok polisi dengan dugaan percobaan makar?

Sepanjang yang gw tahu, nih orang bukanlah seniman kritis. Dia cuma pekerja seni yg jago membuat lagu-lagu cengeng bertema cinta. Dan gw salah satu penggemar beberapa lagunya ketika DEWA 19 masih berjaya.

Rasanya hati gw lebih tergetar andai yg dicokok Iwan Fals, misalnya. Dan pastilah bakal banyak orang yg bersimpati, karena dari dulu dia memang rajin menyentil pemerintah lewat lagu-lagu bertema kritik sosialnya. Cuma belakangan kritik itu makin menurun seiring dgn makin baiknya pemerintah.

Sementara Ahmad Dhani kebalikannya. Sejak Pilpres 2014 lalu mendadak jadi seniman yg menurut gw bukan kritis, tp kurang ajar. Kebenciannya pada Jokowi Ahok gak jelas asal usulnya. Pokoknya pendukung berat Prabowo ini rajin ngetweet dan ngecap dgn kata-kata yg sangat keterlaluan, bukan lewat lagu-lagu sebagaimana keahliannya.”

Tulisan tersebut disukai 142 akun dan mendapat 59 komentar yang semuanya mengamini.

Salah satu warganet bernama Herman Wu berkomentar secara terbuka, “Lbh damai nkri ini tanpa org2 spt ad (Ahmad Dhani).”

Banyak artis yang terjun ke dunia politik, di antaranya adalah Eko Patrio dan Kris Dayanti. Dan rata-rata karier baru mereka lancar-lancar saja dibandingkan Ahmad Dhani. []

Baca juga: 

Lihat lainnya: 

Berita terkait
Karya Ahmad Dhani Lagu Wajib di Banyak Acara
Sebagian masyarakat lebih banyak mengapresiasi lagu-lagu karya Ahmad Dhani dan emoh berbicara mengenai sepak terjangnya di dunia politik.
Lepas Bui, Ahmad Dhani Berencana Nulis Buku Sejarah
Selepas keluar bui di LP Cipinang, Ahmad Dhani berencana menulis buku yang menggambarkan sejarah nasional Indonesia sedari 2012 sampai 2019.
Ahmad Dhani Dikenakan Wajib Lapor di Kejari Surabaya
Meski dipastikan bebas, Ahmad Dhani masih diwajibkan lapor minimal satu kali dalam enam bulan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.
0
Dituduh Mencuri, Kakek di Malaka NTT Tewas Dibacok
Karena dituduh hendak mencuri sapi, seorang kakek di Malaka Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dibacok.