Nelayan Aceh Barat, Nekat Melaut Meski Cuaca Buruk

Sebagian besar nelayan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, tidak melaut pasca terjadinya fenomena alam awan hitam.
Puluhan kapal motor milik nelayan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terlihat parkir dan tidak melaut diakibatkan besarnya gelombang laut karena cuaca buruk, Rabu 12 Agustus 2020. (Foto: Tagar/Vinda Eka Saputra).

Aceh Barat - Sebagian besar nelayan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, tidak melaut pasca terjadinya fenomena alam awan hitam raksasa berbentuk gelombang yang disertai dengan angin kencang dan hujan lebat yang mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi. Namun ada sebagian nelayan yang masih nekat pergi melaut.

Sebagian nelayan melaut sedangkan sebagian lagi tidak melaut, hanya yang berani-berani saja yang pergi melaut.

Ketua persatuan nelayan atau yang biasa disebut Panglima Laot Lhok Pdang Seurahit, Amran mengatakan, nelayan Aceh Barat saat ini sedang berada dalam kondisi yang tidak stabil karena gelombang besar yang terjadi di sebagian wilayah pesisir Aceh Barat.

"Sebagian nelayan melaut sedangkan sebagian lagi tidak melaut, hanya yang berani-berani saja yang pergi melaut di kondisi gelombang yang seperti saat ini," kata Amran.

Selain karena faktor gelombang besar yang mengakibatkan nelayan di Aceh Barat tidak pergi melaut untuk mencari ikan, faktor lain yang juga sangat berdampak terhadap para nelayan yaitu karena minyak kapal yang sangat terbatas.

"Memang sebagian nelayan ada yang pergi melaut, kebanyakan yang pergi melaut itu yang muda-muda karena kalau tidak pergi melaut apa yang mau dimakan," katanya.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cut Nyak Dhien Nagan raya telah mengimbau kepada seluruh warga yang berada di sekitaran pesisir pantai dan para nelayan untuk lebih berhati-hati ketika melaut karena diprediksikan akan terjadi gelombang tinggi di lautan.

"Kami tau kalau BMKG mengeluarkan peringatan gelombang laut akan tinggi, tapi kami nelayan ini cuma bisa pasrah saja dan selalu berdoa agar selamat," jelasnya.

Amran juga menjelaskan, untuk harga ikan di Kota Meulaboh, Aceh Barat saat ini mengalami kenaikan dari harga biasanya, hal ini disebabkan karena nelayan tidak melaut dan gelombang besar sehingga mengakibatkan para nelayan kesulitan untuk menagkap ikan.

"Dari ikan yang biasanya harganya Rp 15 ribu sekarang jadi Rp 20 ribu sedangkan yang harga Rp 25 ribu sekarang jadi Rp 30 ribu, itu tergantung dari jenis ikannya apa dan ukurannya," jelas Amran.

Pihak Panglima Laot juga telah mengeluarkan himbauan kepada para nelayan yang nekat pergi melaut untuk mencari ikan agar selalu berhati-hati dan selalu menjaga keselamatan ketika berada dilaut. []

Berita terkait
Penjelasan BMKG Soal Awan Raksasa di Aceh Barat
Awan raksasa yang muncul di Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, Aceh adalah awan Arcus atau disebut awan Tsunami.
Gumpulan Awan Raksasa Hebohkan Warga Aceh Barat
Warga Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, Aceh dihebohkan dengan kemunculan gumpalan awan hitam raksasa pada Senin, 10 Agustus 2020.
Jalan Longsor di Aceh Barat Mulai Diperbaiki
Jalan di Aceh Barat mengalami kerusakan sepanjang 20 meter dan amblas dengan kedalaman yang bervariasi mulai dari 20 hingga 30 centimeter.
0
Kemendikbud: Pancasila Matpel Wajib SD - Perguruan Tinggi
Kemendikbudristek mengatakan Pancasila akan menjadi mata pelajaran wajib dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dengan penerapan yang mudah.