UNTUK INDONESIA
Nekat Buka, Petugas Gabungan Grebek Warung Coto
Nekat buka saat Pembatasan Sosial Berskala Besar di Makassar, petugas gabungan Satpol PP, TNI, Polri grebek warung coto di Makassar.
Warung coto digrebet petugas gabungan karena masih buka ditengah penerapan PSBB di Kota Makassar, Jumat 1 Mei 2020. (Foto: Tagar/Muhammad Ilham)

Makassar - Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, bersama TNI-Polri menggerebek sebuah warung makanan yang nekat membuka secara sembunyi-sembunyi pada saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar, Jumat 1 Mei 2020, siang tadi.

Warung yang menjajakan makanan khas Makassar ini, ditemukan sementara berjualan dengan beberapa orang pengunjung yang sementara asik menyantap Coto Makassar.

Bukan kami melarang jualan tapi sesuai aturan PSBB warung makan hanya bisa melayani masyarakat dengan cara take away atau bawa pulang.

Sejumlah pengunjung dan pekerja warung Coto Makassar yang berada di Jalan Andalas, Kota Makassar, kaget melihat kedatangan para petugas gabungan dari balik pintu yang sebelumnya ditutup rapat agar terlihat dari luar tak ada aktifitas yang terjadi.

Kabid Satpol PP Kota Makassar, Imam Hud mengatakan, pihaknya melakukan razia disejumlah tempat di Kota Makassar, selama penerapan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Bukan kami melarang jualan tapi sesuai aturan PSBB warung makan hanya bisa melayani masyarakat dengan cara take away atau bawa pulang," kata Iman Hud kepada Tagar.

Meski sudah imbau tetapi kata Iman Hud sampai hari ini masih ada pemilik warung yang tidak mengikuti imbauan pemerintah agar mencegah penyebaran Covid-19 ini.

"Tapi kan kenyataan kami dapatkan pemilik warung masih nekat berjualan, apalagi mereka makan dengan berdekatan, sapa bisa pastikan mereka tidak terjangkit Covid-19. Apalagi ini di bulan Ramadan seharusnya mereka bawa pulang saja jangan makan di tempat," ungkapnya.

Kabid Satpol PP Kota Makassar pun mengharapkan kesadaran seluruh warga Kota Makassar dalam penerapan PSBB ini dapat mengikuti aturan sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami harap pemilik warung dan masyarakat tetap mengikuti aturan PSBB sehingga Makassar tidak lagi menjadi pusat penyebaran Covid-19," pungkasnya. []

Berita terkait
Balap Liar, Tujuh Pemuda Makassar Kembali Ditangkap
Tujuh pemuda yang hendak melakukan balapan liar di Kota Makassar kembali ditangkap tim Penikam Polrestabes Makassar.
Es Pisang Ijo, Menu Buka Puasa Khas Makassar
Salahs atu takjil yang paling laris dan paling diburu warga Makassar saat berbuka puasa adalah es pisang ijo
Hasil Visum Mahasiswi Gantung Diri di Makassar
Hasil visum Forensik Biddokkes Polda Sulsel terhadap jenazah mahasiswi Luwu Timur, yang meninggal gantung diri tidak ditemukan tanda kekerasan.
0
Minta BI Cetak Uang 600 T, PKS: Bukan Permintaan DPR
Anggota Komisi XI dari PKS Ecky Awal menegaskan usulan mencetak uang bukan permintaan resmi dari dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).