UNTUK INDONESIA
Muslim dan Coki: Andai Giring Ganesha Jadi Presiden 2024
Tretan Muslim dan Coki Pardede kembali mengangkat tema unik bernada satire dalam sebuah podcast menghadirkan bintang tamu Giring Ganesha.
Thumbnail podcast Coki dan Muslim menghadirkan bintang tamu Giring Ganesha. (Foto: Tagar/Noice.id)

Jakarta – Tretan Muslim dan Coki Pardede kembali mengangkat tema unik bernada satire dalam sebuah podcast bertajuk Musuh Masyarakat Episode 3. Tema yang diangkat adalah “Anak muda tidak perlu peduli politik”. Duo komika ini menghadirkan bintang tamu Giring Ganesha, Plt Ketua Umum PSI.

Tau gak kenapa Omnibus Law kemarin disahkannya dini hari. Kan orang tua-tua pada ngantuk bro.

"Gue sebut dulu track record nya. Di Google nama orang ini masih vokalis Indonesia. Jika dulu vokal dalam hal lagu, mungkin sekarang vokal dalam hal-hal sosial. Dia bergabung dengan salah satu partai yang punya kesamaan dengan kita Slim, banyak musuhnya. Beberapa musuh kita adalah musuh partai ini juga," ujar Coki Pardede disambut tawa Tretan Muslim saat memperkenalkan Giring yang disiarkan aplikasi Noice.id, Senin 19 Oktober 2020.

Beberapa kalimat menarik dan mengundang tawa dalam podcast ini antara lain saat Coki mengutarakan harapannya kepada pencalonan Giring sebagai presiden.

"Gue, saat lu nyalon jadi presiden berharap banyak sih sebenarnya. Gue berharap akan ada jingle-jingle yang jauh lebih baik di dunia politik ini. Paling enggak saat musisi masuk langsung, dia bisa merubah jingle menjadi lebih enak," kata Coki.

"Yang baru masang poster (sebagai calon presiden 2024), baru Giring ya. Udah se yakin itu?" tanya Tretan Muslim. "Yakin dong boss," jawab Giring.

"Insyaallah dapat dua suara, bang. Dari saudaranya," sahut Muslim diiringi tawa mereka bertiga.

Giring Ganesha kemudian mengaku sudah berada di jalur yang benar untuk siap memperjuangkan aspirasi kaum milenial amupun generasi muda.

"Alhamdulilah masuk partai yang benar. Partai anak muda. Masih bisa ketawa saat dengerin lu berdua. Kalau misalnya anak muda tidak masuk ke politik, nanti kebijakannya tidak akan mempengaruhi kepentingan anak muda," jelas Giring.

Mendengar penjelasan Giring itu, Tretan Muslim merasa pandangannya harus berubah. Dia mulai sepakat bahwa anak muda, justru harus terlibat di politik. 

"Bahkan menurutku, orangtua di DPR nanti, ini harapan saya doang, emang gak usah lagi masuk anggota dewan. Harusnya kasih batasan (tidak boleh) 50 tahun ke atas. Kalau tensinya udah 150 ke atas itu mengganggu meeting bro," sebut Muslim yang kembali membuat riuh tawa ketiganya semakin kencang.

"Tau gak kenapa Omnibus Law kemarin disahkannya dini hari. Kan orang tua-tua pada ngantuk bro. Ya, kan buru-buru. Coba kalau anak muda, pasti lebih enerjik, lebih semangat," sambung Muslim.

Coki Pardede kemudian menanyakan persiapan dan modal apa yang dimiliki mantan vokalis grup Band Nidji itu menjadi calon presiden. 

"Sejarahnya tidak pernah ada patokan, harus ini dulu, itu dulu baru jadi presiden. Arnold Schwarzenegger, bintang film Holywood, bisa jadi Gubernur California. Tidak ada patokan karena ini negara demokrasi," kata Giring.

"Paling tidak nanti yang paling penting ada tiga hal. Dikenal dulu, disukai, lalu baru dicoblos," tambah Giring.

Penjelasan Giring ini lagi-lagi dibantah langsung oleh Tretan Muslim dengan kalimat tidak terduga yang memancing tawa. Tretan menyebut syarat utama menjadi presiden di Indonesia haruslah berdasarkan keyakinan agama.

"Gak bang, yang pertama itu se-Iman di Indonesia. Iya dong. Di Indonesia, dikenal, disukai, dicintai (bukan penentu), sipit ya sangat gampang jadi target. Saya serius ini. Takutnya, nanti di tempat ibadah atau apa, (muncul black campaign) jangan coblos Giring," sebutnya.[]

Berita terkait
Mau Jadi Presiden Giring Ganesha Siap Dibully
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia William Aditya Sarana menyatakan Plt Ketum PSI Giring Ganesha siap dibully.
Profil Giring Ganesha, Ngebet Nyapres 2024 dari PSI
Giring Ganesha menjadi Plt Ketum PSI menggantikan Grace Natalie. Baliho iklan ia siap nyapres 2024 terpampang di banyak kota.
Dinasti Politik Jokowi Meniru SBY, Mega atau Denny Siregar?
Andri Rusta menilai Presiden Jokowi dan keluarga terjebak oleh manisnya kekuasaan, Denny Siregar tak sependapat Jokowi meniru SBY atau Mega.
0
Nova: Pengelolaan Aset Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Plt Nova Iriansyah menilai pemanfaatan aset daerah harus menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan.